Skip to main content

Posts

Showing posts with the label EKONOMI ALLAH

MENCARI DIA DALAM KETULUSAN

Oleh: Peter B, MA "Dengan korban kambing domba dan lembu sapinya mereka akan pergi untuk mencari TUHAN, tetapi tidak akan menjumpai Dia; Ia telah menarik diri dari mereka... Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:" - Hosea 5:6,15 Tuhan telah pergi ke tempat-Nya untuk menyembunyikan diri. Begitu nubuatan Hosea. Itulah suatu pernyataan resmi bahwa Ia tak mau lagi berurusan dengan umat-Nya. Sekalipun umat-Nya mencari Dia. Sekalipun dengan kambing domba dan lembu sapi mereka. Persembahan atau korban bakaran mereka. Dalam ibadah dan sembahyang mereka. Sekalipun mereka bersorak. Atau memuji-muji dan menyembah. Bahkan meratap dalam tangis sambil membawa banyak berbagai korban kepada-Nya. Tuhan telah memutuskan tak lagi menjumpai mereka. Dia baru akan kembali menyambangi umat-Nya dan hadir di tengah-tengah mereka ketika apa yang menjadi kerinduan hati-Nya didapati-Nya di hati dan hidup me...

KEMANAKAH SEHARUSNYA SAYA MEMBERIKAN PERPULUHAN ?

Oleh Tjia Timotius SEKAPUR SIRIH Suatu kali ketika saya sedang melayani ke Balikpapan, seorang usahawan Kristen bertanya kepada saya “Pak, apakah perpuluhan itu harus diberikan kepada gereja lokal tempat saya beribadah?”. Ya mungkin inlah pertanyaan yang ada dalam benak banyak anak-anak Tuhan. “Haruskah perpuluhan diberikan kepada gereja lokal tempat kita berbakti?” Tentu saja jawaban pertayaan di atas bisa bersama tergantung siapa yang menjawabnya. Kebanyakan pendeta gembala sidang di kota pasti dengan senang hati akan menjawab “Ya, harus!” karena mereka berkepentingan dengan penggunaannya, tetapi pendeta desa atau penginjil keliling mungkin mempunyai jawaban yang berbeda “Tidak harus!” karena masing-masing mempunyai sudut pandang dan kepentingan yang berbeda. Seorang usahawan Kristen pernah berkata “perpuluhan adalah ajaran hukum Taurat sedangkan kita saat ini telah dipanggil masuk dalam hukum Kasih Karunia, jadi sudah seharusnya kita pun meninggalkan ajaran perpuluhan!” jadi mana ya...