Sesungguhnya gerakan 200 pemimpin rohani diadakan dilatarbelakangi adanya krisis kepemimpinan rohani yang berdampak pada kepemimpinan di pemerintahan kita. Indonesia membutuhkan orang-orang Kristen yang militan dan radikal dalam Kristus untuk membangkitkan kepemimpinan rohani di Indonesia. Dimana tujuan akhir dari perjuangan gerakan 200 pemimpin rohani adalah memperjuangkan pemulihan di Indonesia. Persatuan kita dalam gerakan 200 pemimpin adalah para pemimpin rohani yang memperjuangkan pemulihan Indonesia. Untuk lebih jelasnya : Gerakan 200 pemimpin rohani bukan gerakan doa (hanya untuk berbagi beban pokok doa). Gerakan 200 pemimpin rohani bukan gerakan mendukung partai politik tertentu. Gerakan 200 pemimpin rohani bukan gerakan mendukung secara khusus figur perorangan, tokoh, pemimpin, dsb. Gerakan 200 pemimpin rohani bukan gerakan anti pemerintahan Indonesia. Gerakan 200 pemimpin rohani bukan gerakan sekedar berbagi informasi gereja, informasi politik, sharing, berk...