Skip to main content

Posts

MENJADI MURID (1)

Oleh: Peter B, MA Menjadi murid adalah bagian dari mengiring Yesus. Ia menghendaki kita  mengikuti teladan-Nya dan menjadi murid-murid-Nya. Kerumunan massa yang banyak itu tidak menarik minat-Nya. Simpatisan yang bergerombol di sekeliling-Nya tak membuat hati-Nya berbunga. Apalagi yang sekedar mencari Dia untuk mendapatkan sesuatu dari-Nya. Ya, Ia berbelas kasihan pada mereka. Siapa saja yang percaya dijamah dan ditolong-Nya. Mujizat-mujizat dilakukan-Nya bagi mereka. Tapi Yesus mencari yang lebih dari itu. Ia mencari pengikut-pengikut. Yang setia dan mau melanjutkan pekerjaan dan meneruskan ajaran-Nya. Ia mencari murid-murid. Keempat Injil menyebutkan sangat banyak mengenai murid-murid.  Yesus memanggil secara khusus ke-12 murid-Nya. Dan hampir keseluruhan Injil merupakan catatan mengenai interaksi Yesus dengan para murid-Nya, yang kemudian direkam dan dicatat oleh murid-murid-Nya itu. Melalui murid-murid Yesus pula kita memiliki Injil bahkan Alkitab Perjanjian Baru kita. Dan...

MISTERY OF A KISS

Oleh: Peter B,  MA “Orang (Yudas Iskariot) yang menyerahkan Dia (Yesus) telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium. Itulah Dia. Tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat.” Dan ketika ia sampai di situ, ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Rabi.” Lalu mencium Dia. “Maka kata Yesus kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?”  (Mark. 14:44-45; Mat. 26:50) Adalah suatu pertanyaan besar bagi saya sewaktu berusaha memahami mengenai bagaimana Yudas Iskariot mengkhianati dan menyerahkan Yesus untuk dihukum mati. Yudas menyerahkan Yesus dengan cara yang sangat tidak lazim: dengan sebuah salam dan sebuah ciuman. Ciuman kepada Yesus, Guru dan Tuhannya itulah yang dijadikan petunjuk bagi para penangkap Yesus supaya tidak menangkap orang yang salah.  Belakangan ini, ciuman Yudas dipakai secara luas sebagai kode bagi para bos mafia untuk menunjukkan kepada anak buahnya siapa yang harus dihabisi setelah ciuman itu. Seperti Yudas, ciuman m...

SUKAR BAGI YANG NAMANYA MANUSIA UNTUK JUJUR MENILAI DIRINYA SENDIRI

Oleh: Peter B,  MA Maukah kita merendahkan diri di hadapan Tuhan supaya ia menunjukkan seperti apa adanya kita? "Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku." ~Mazmur 26:2 "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"  ~ Mazmur 139:23-24 MANUSIA KERAP BERPIKIR DIRINYA LEBIH BAIK DARIPADA ASLINYA

KEBAHAGIAAN TIPUAN VS KEBAHAGIAAN SEJATI

Oleh: Peter B,  MA Sistem dunia telah dibuat selama beribu-ribu tahun oleh iblis, sang penguasa kegelapan untuk menipu dan menjauhkan manusia dari apa yang sejati dan terbaik dari Tuhan. Menurut Alkitab, manusia diciptakan oleh Tuhan untuk berhubungan dengan Tuhan, menikmati yang terbaik yang disediakan Tuhan dalam suatu hubungan yang saling mengasihi dengan Pencipta mereka. Dan hanya di dalam hubungan itulah manusia akan menemukan pemenuhan dan pemuasan terdalam pada keberadaannya. Tidak ada kebahagiaan terbesar selain kita terhubung kembali dengan Tuhan, yang telah menciptakan kita bagi diri-Nya dan diri-Nya bagi kebahagiaan kita. Sayangnya, iblis masih terlampau kuat mencengkeram anak-anak manusia hingga kini. Namun, Tuhan belum selesai dalam rencana-Nya. Akan tiba masa tuaian besar itu. Dimana dunia akan mengalami pembukaan dan penyingkapan ilahi, suatu pencerahan besar bahwa Tuhan telah berkarya demi mengembalikan mereka pada tujuan dan natur asali mereka sebagai pemuja dan pe...

MENGIKUT YESUS IALAH TENTANG DIA, BUKAN TENTANG KITA

Oleh: Peter B,  MA Tuhan kita, Yesus Kristus sungguh rindu kita mengikuti jejak-Nya (Mat. 4:19; Yoh. 13:15; 1 Pet. 2:21). Jika kita tidak benar² memahami bahwa kita bukan sekedar BERAGAMA Kristen dan bukan hanya MELAKUKAN AJARAN Kristen, maka sejatinya kita tidak pernah benar² mengikut Yesus. Kita hanya tahu dan paham tentang doktrin dan ajaran Kristen namun kita tetap hidup mengikuti diri kita sendiri atau apapun lainnya. Mengikut Yesus berarti mengetahui Jalan itu, yaitu bertemu dengan Pribadi Yesus sendiri. Mengikut Yesus berarti juga mengenali Kebenaran itu, bahwa dalam Dialah kita dibenarkan, menemukan kebenaran sejati dan dipanggil untuk hidup dalam kebenaran ilahi. Mengikut Yesus, puncaknya, ialah menerima kehidupan itu sendiri sebab dalam persekutuan dengan Yesus, kita menerima kehidupan, memiliki kehidupan yang sejati sampai kekal di sorga dan dipanggil untuk memancarkan kehidupan-Nya selagi kita bernafas di bumi ini. Mengikut Yesus berarti berjalan bersama Dia setiap hari...

SIKAP TERHADAP NUBUAT, PENGETAHUAN DAN MIMPI

Oleh: Didit I.  Melihat banyaknya pesan-pesan yang disampaikan atas nama Tuhan, pesan dari rasul-rasul kepada para pengikut Kristus adalah menguji (1Tes 5:19-22; 1Yoh. 4:1). Proses pengujian merupakan proses penting untuk mendapatkan pesan yang murni. Lebih lagi bagi orang yang memiliki karunia nubuat, pengetahuan dan mimpi, sudah seharusnya pengujian dilakukan agar pesan yang diterima benar-benar murni dan tepat, sehingga karunia-karunia rohani semakin tajam dan berkembang. Pewahyuan yang bercampur dengan imajinasi, emosi, ego belum layak disebut sebagai pesan yang murni. Apalagi bila pembawa pesan yang tidak mau menguji dan diuji oleh orang lain tentu pesan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sebab inti dari pelayanan nubuat, pengetahuan dan mimpi adalah KEMURNIAN & KETEPATAN MELIHAT KEHENDAK TUHAN. Oleh karena itu terhadap setiap pesan yang disampaikan atas nama Tuhan, sikap kita seharusnya tidak langsung menolak atau pun langsung menerima, tetapi menampung dan mengu...

RELA UNTUK TAAT, TAAT DENGAN RELA

Oleh: Peter B, MA “Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN.” -(Mazmur. 54:8)- “Tetapi Paulus menjawab: “Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.” -(Kis. 21:13)- Inilah yang menjelaskan mengapa pada waktu penghakiman di akhir zaman, TUHAN bisa saja menolak orang-orang yang telah melakukan “pekerjaan-pekerjaan besar” bagi Dia di dunia. Mereka berkata, “Bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengandakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” (Mat. 7:22) tetapi pada waktu itu TUHAN akan berterus terang kepada mereka, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”  Dapatkah kita menerima dan mempercayai kata-kata ini? Jelas ini kata-kata Yesus Kristus sendiri dan tidak dapat dipungkiri lagi. KERELAAN DAN KERINDUAN...