Skip to main content

Posts

MENGEJAR PENGENALAN AKAN TUHAN

Oleh Peter B, MA "Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." - Hosea 6:3 Dalam hidup yang singkat ini, ada orang yang menghabiskan tahun-tahun hidupnya untuk memperoleh cinta . Dengan menjadikan dirinya pusat perhatian. Atau sebaliknya, menjadikan orang lain sebagai fokus hidupnya. Yang lain mencoba kemungkinan memperolehnya dengan menjalin hubungan kasih dengan berbagai pribadi. Bergani-ganti pasangan, kawin cerai. Semua karena pengembaraan demi cinta. Dan jika belum didapatkan pada lawan jenis, mereka mencobanya dengan kaum sejenis. Semakin menyimpang dan sakit. Hanya demi mendapatkan cinta. Juga bukan suatu fakta yang baru apabila ada orang-orang yang menyerahkan dirinya demi pengejaran akan uang . Mengumpulkan kekayaan adalah pengejaran terbesar orang-orang ini. Dengan tak kenal lelah sepanjang usia. Beberapa orang bahkan san...

MENCARI DIA DALAM KETULUSAN

Oleh: Peter B, MA "Dengan korban kambing domba dan lembu sapinya mereka akan pergi untuk mencari TUHAN, tetapi tidak akan menjumpai Dia; Ia telah menarik diri dari mereka... Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:" - Hosea 5:6,15 Tuhan telah pergi ke tempat-Nya untuk menyembunyikan diri. Begitu nubuatan Hosea. Itulah suatu pernyataan resmi bahwa Ia tak mau lagi berurusan dengan umat-Nya. Sekalipun umat-Nya mencari Dia. Sekalipun dengan kambing domba dan lembu sapi mereka. Persembahan atau korban bakaran mereka. Dalam ibadah dan sembahyang mereka. Sekalipun mereka bersorak. Atau memuji-muji dan menyembah. Bahkan meratap dalam tangis sambil membawa banyak berbagai korban kepada-Nya. Tuhan telah memutuskan tak lagi menjumpai mereka. Dia baru akan kembali menyambangi umat-Nya dan hadir di tengah-tengah mereka ketika apa yang menjadi kerinduan hati-Nya didapati-Nya di hati dan hidup me...

INDONESIA ADALAH BANGSA YANG VISIONER

Oleh Didit I. Salah satu faktor yang mempersatukan manusia adalah visi. Tanpa visi maka kekacauan akan terjadi (Amsal 29:18). Visi selalu membangkitkan semangat dan gairah hidup manusia bahkan membawa manusia mencapai karya-karya besar. Dan ketika saya berdoa bagi Indonesia Tuhan menyampaikan bahwa “Indonesia sesungguhnya adalah bangsa yang visioner”. Seorang pemimpin yang visioner adalah orang yang mampu melihat masa depan, potensi dirinya serta orang lain yang kemudian bangkit dan menggerakkan orang-orang tersebut untuk bersama-sama memperjuangkan masa depan bersama yang lebih baik. Tuhan tunjukkan hal ini melalui sejarah Indonesia seperti Gajah Mada yang memiliki visi mempersatukan nusantara. Ir. Soekarno memiliki visi untuk melihat Indonesia merdeka dan berdikari. Mereka memiliki visi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan dengan penuh keberanian memperjuangkan visi tersebut. Inilah yang menggemparkan bangsa-bangsa lain saat melihat Indonesia kala itu. Bagaimana bangsa yan...

GIVING OUR BEST

Oleh Peter B, MA   “Lalu para kepala puak dan para kepala suku Israel dan para kepala pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pemimpin pekerjaan untuk raja menyatakan kerelaannya. Mereka menyerahkan untuk ibadah di rumah Allah lima ribu talenta emas dan sepuluh ribu dirham, sepuluh ribu talenta perak dan delapan belas ribu talenta tembaga serta seratus ribu talenta besi. Siapa yang mempunyai batu permata menyerahkannya kepada Yehiel,orang Gerson itu, untuk perbendaharaan rumah TUHAN.” (1 Tawarikh 29:6-8) Salah satu teori dalam bidang kepemimpinan yang terpenting mengatakan, “Segala sesuatu bangkit dan jatuh karena kepemimpinan.” Apa maksud prinsip ini? Artinya adalah bahwa yang menentukan keberhasilan suatu rencana atau program semuanya bergantung pada kualitas pemimpinnya. Jika kepemimpinan buruk, maka segala sesuatunya akan macet dan gagal. Sebaliknya, jika kepemimpinan baik dan kondusif maka keberhasilan hampir dapat dipastikan. Daud mengenal benar prinsip kepemimpinan di ...