Skip to main content

Posts

MENANG TANPA BERDEBAT

Oleh: Peter B, “Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (Yohanes 1:45-47) Salah seorang yang paling diakui di dunia dalam hal ilmu komunikasi adalah Dale Cernegie. Belajar dari pengalaman-pengalaman pribadinya, akhirnya ia menjadi pribadi yang dianggap mengetahui segala hal mengenai bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan semua orang. Carnegie belajar seumur hidupnya untuk menemukan suatu cara atau prinsip-prinsip tertentu dalam komunikasi dan berhubungan dengan orang lain, yang dapat diberlakukan hampir kepada semua orang. Dalam salah satu bukunya yang paling terkenal,  How to...

TUHAN DAN BENCANA

Akhir September 2018, Indonesia disentakkan oleh bencana alam di Sulawesi Tengah. Seluruh negeri berduka. Korban jiwa tercatat jauh lebih banyak daripada gempa sebelumnya yang terjadi di Lombok.  Melihat kerusakan yang masif serta kerugian yang demikian besar, pastilah muncul banyak pertanyaan di hati kita. Salah satunya adalah pertanyaan yang telah ada di hati manusia sejak ribuan tahun yang lalu ketika bencana terjadi : "Mengapa, Tuhan?" Bencana alam, apapun itu, selalu terjadi atas ijin Tuhan. Namun ini bukan berarti Dia yang menjadi penyebab, apalagi sumber dari segala malapetaka itu. Tidak pernah terbesit di hati-Nya sedikit saja keinginan melihat manusia mengalami penderitaan yang besar (yang seharusnya tidak perlu terjadi) apalagi bersuka hati melihat sejumlah besar jiwa binasa. Dia bukan Allah yang suka mempermainkan ciptaan-Nya semena-mena demi sebuah keisengan dan hiburan semata. Jelas itu bukan merupakan sifat-Nya. Walaupun Ia mahakuasa, tak sedikitpun atau satu ...

INGAT TUHAN HANYA KETIKA SUSAH?

Menyaksikan rekaman video bencana gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya akhir-akhir ini, kita dapat merasakan betapa besar kengerian yang dialami para saksi mata yang melihat dan mengalami secara langsung peristiwa tersebut. Dalam kepanikan dan cenkeraman ketakutan, hampir semua yang merekam peristiwa itu menyebut-nyebut dan memanggil-manggil nama Tuhan yang mereka sembah selama ini. Dan ini bukan sesuatu yang aneh. Mengalami secara langsung bagaimana alam ciptaan Tuhan mengamuk dan memporak porandakan manusia dan benda-benda buatannya, orang akan merasa betapa kecilnya ia di hadapan Sang Pencipta Alam Semesta. Pada sisi lain, dalam keadaan antara hidup dan mati yang sangat mendesak, manusia mungkin akhirnya sampai pada titik kesadaran bahwa ia memerlukan sesuatu yang lebih besar daripada apapun yang dapat diandalkannya sebelumnya. Hampir selalu dalam keadaan tertekan dan jalan buntu, manusia selalu kembali ingat akan Tuhan. Pada dasarnya, bukan sesuatu yang salah untuk datang da...

HIKMAT DAN KUTIPAN

MENCARI FILIPUS

Oleh: Peter B, “Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.” (Yohanes 1:43-44) Salah satu illustrasi terbesar yang pernah di sampaikan oleh Yesus diceritakan dalam bentuk berseri. Perumpamaan itu mempunyai tiga bagian cerita. Tidak bersambung memang, tetapi berhubungan erat satu sama lain. Ketiga-tiganya luar biasa dan ketiga-tiganya mengejutkan kita semuanya. Anda mungkin sudah menebaknya. Benar sekali, itu adalah trilogi perumpamaan dalam Lukas 15: perumpamaan tentang domba yang hilang, dirham yang hilang, dan anak yang hilang. Ketiga perumpamaan itu juga mengandung unsur kisah yang sama, yang menggambarkan kepribadian Bapa. Dan dapat dikatakan itu di luar akal sehat manusia kita ini. Bayangkanlah sekarang bagaimana seorang gembala lebih tega meninggalkan kesembilan puluh sembilan ekor domba yang lain demi mengejar yang satu. Bukankah ...

“ENGKAU AKAN DIPANGGIL PETRUS”

Oleh: Peter B, “Salah seorang di antara keduanya…adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Mesias (artinya Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus, Yesus memandang dia dan berkata, “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)” (Yohanes 1:40-42) Pembaca terkasih di dalam Tuhan, pernahkah Anda melihat seseorang atau mengamatinya? Apakah Anda suka melakukan hal itu? Saya suka melakukannya dan itupun baru beberapa tahun terakhir ini. Perlu diketahui dan itu adalah fakta yang sulit untuk dibantah, yaitu bahwa kebanyakan orang tidak suka memperhatikan orang lain. Pada umumnya, orang lebih memperhatikan dan peduli dengan dirinya sendiri. Mereka justru sering berharap bahkan menurut orang lain memperhatikan mereka, peduli dan perhatian akan kepentingan, keperluan, kebutuhan dan perasaan mereka. Ini bukan merupakan karakter semula dari manusia karena Allah menciptakan manusia itu...

KERAMAHTAMAHAN YESUS

Oleh: Peter B, “Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikuti Dia lalu berkata kepada mereka:” Apakah yang kamu cari? “Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat (Yohanes 1:37-39) Di zaman yang kata banyak orang sebagai ‘zaman edan’ ini, tampaknya sangat sulit menemukan orang yang tulus, ramah, berhati baik, yang hidupnya bebas dari prasangka. Di waktu-waktu yang lampau, orang-orang desa digambarkan sebagai orang-orang yang polos, lugu, sederhana dan jujur. Mungkin saja masih ada orang-orang desa yang demikian, namun dapat dikatakan mereka semakin jarang keberadaannya. Jikalau ada, mereka seringkali adalah orang-orang tempo dulu yang tidak pernah me...