Skip to main content

Posts

WASPADA PERKATAAN DAN PERMAINAN PALSU MANUSIA

Oleh Peter B, MA Dalam suatu peristiwa yang dicatat di Injil yang menggambarkan Yesus diurapi oleh seorang wanita dengan minyak yang mahal, ada satu adegan ketika murid-murid memarahi perempuan itu sebab menganggap yang dilakukannya sebagai suatu -tindakan pemborosan. Matius menuliskannya seperti ini : Melihat itu murid-murid gusar  dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." ~ Matius 26:8-9 Perhatikanlah, disebutkan oleh Matius bahwa murid-murid (artinya banyak di antara murid-murid itu) yang menjadi gusar atau tidak senang. Namun, membaca dari yang dicatat oleh Matius sebenarnya belumlah lengkap. Gambaran utuh peristiwa gusarnya murid-murid itu menjadi jelas ketika kita menyatukan catatan dua penulis Injil lainnya, yang juga mendokumentasikan peristiwa yang sama. Dari catatan Markus kita membaca keterangan yang lebih banyak : Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada...

IKUT YESUS, HARUS BERBUAH

Oleh Peter B, MA Kata "buah" atau "berbuah" sering kita dengar dalam kekristenan dan kerap didengung-dengungkan dalam berbagai kesempatan pengajaran Kristen. Meskipun demikian, berapa banyakkah dari kita yang memahaminya? Buah adalah lambang atau istilah lain untuk mengatakan "hasil". Entah ia berkonotasi baik atau buruk, buah berbicara tentang hasil. Buah kandungan adalah apa yang dihasilkan dari kandungan. Buah perbuatan adalah akibat atau hasil dari apa yang dilakukan. Buah pohon adalah hasil dari pohon. Buah adalah hasil. Hidup rohani kita dirancang dan dikehendaki Tuhan untuk berbuah-buah. Artinya suatu hidup rohani seharusnya menghasilkan sesuatu bagi Tuhan dan tidak terlihat seolah-olah tumbuh subur dan rindang tapi tak terasa manfaatnya bagi orang lain. Tuhan rindu supaya dari persekutuan atau hubungan kita dengan Dia ADA SESUATU YANG DIHASILKAN SESUAI KEHENDAK TUHAN. Sejatinya, hasil adalah apapun yang diharapkan manusia ketika ia melakukan sesuat...

KASIH KARUNIA YANG TIDAK SIA-SIA

Oleh Peter B, MA Jika kita ingin tahu siapa yang Tuhan pilih menjadi teladan terbaik hidup manusia rohani setelah Yesus Kristus, bukan terlalu dibesar-besarkan apabila itu adalah Paulus. Sebagai salah satu rasul yang paling berpengaruh hingga sekarang ini, kita dapat belajar banyak hal dari hidup dan pelayanannya. Kita dapat menjadikannya teladan karena ia telah lebih dahulu meneladani Kristus, Tuhannya. Paulus melakukannya dengan sangat disiplin dan dalam tingkatan yang paling ketat dengan teladan Kristus, sebagaimana ia sendiri katakan, " Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus" ~ 1 Korintus 11:1 (TB) Salah satu contoh yang dapat kita pelajari ialah pandangan dan pendirian Paulus akan kasih karunia Tuhan. Dalam salah satu pernyataannya yang paling kuat, yang disampaikan pada jemaat Korintus, ia mengatakan : "… dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua;  te...

YANG DILIHAT, DICARI DAN DINILAI TUHAN DALAM IBADAH ADALAH YANG UTAMA LEBIH DAHULU

Oleh Peter B, MA Dalam Matius 23:23, dalam salah satu pernyataannya yang penuh kecaman kepada tokoh-tokoh agama Yahudi, Yesus mengatakan, Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan.  Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Dari pernyataan Yesus, terkait ibadah bangsa Yahudi yang didasarkan taurat, terlihat ada dua bagian kewajiban. Dua bagian itu adalah 1) kewajiban ibadah yang dikerjakan sebagai bagian tata cara ibadah (yang digambarkan Yesus sebagai persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan). 2) kewajiban ibadah yang dikerjakan sebagai intisari atau jiwa dari ibadah itu sendiri (yang disebut Yesus sebagai keadilan, belas kasihan dan kesetiaan) Orang-orang² Farisi sangat fasih menjelaskan dan menerapkan ritual ibadah Yahudi. Mereka memiliki ...

HIKMAT DAN KUTIPAN

HIKMAT DAN KUTIPAN

KEBENCIAN TUHAN

Oleh Peter B, MA Ada pengajaran sesat yang diulang berkali-kali di berbagai zaman. Karena kebodohan umat Tuhan ditambah motif-motif mencari kemudahan dalam kerohanian, ajaran itu masih dirangkul hingga kini, bahkan disebarkan sebagai sesuatu yang dianggap alkitabiah dan merupakan   kebenaran. Intinya, ajaran itu mengatakan bahwa Allah itu tidak pernah membenci. Disampaikan di sana, bahwa Allah itu kasih semata-mata sehingga tidak ada kebencian sedikitpun ada pada-Nya. Berdasar pemahaman ini, penafsiran berkembang semakin liar sehingga sampai pada kesimpulan-kesimpulan paling menyimpang yang malah melawan ajaran sejati. Misalnya, Allah menjadi toleran terhadap dosa. Ia pasti mengampuni dan mengasihi semua orang bahkan yang menentangnya. Ujung-ujungnya, semua manusia akan mendapat tempat di sorga karena mustahil   Allah tega menghukum dan menyiksa manusia di neraka. Mengapa ini sesat? Mari saya tunjukkan satu ayat yang merupakan bukti bahwa Tuhan memiliki banyak kebencian : Enam...