Skip to main content

KRISIS KEPEMIMPINAN DI INDONESIA

Indonesia dilanda krisis demi krisis. Kita yang menutup mata terhadap hal ini akan serupa katak yang dimasukkan ke dalam panci berisi air yang sedang dipanaskan. Tanpa disadari katak itu perlahan namun pasti menuju pada kematiannya. Setiap anak Tuhan maupun pemimpin Kristen yang mengabaikan hal ini dan memandang enteng kondisi Indonesia, akan terkejut dan terlambat untuk mempersiapkan diri menghadapi masa-masa gelap atas Indonesia. Karena sesuatu yang mengerikan sedang membayangi nasib bangsa ini. Berapa banyak yang mengetahuinya?

Dan salah satu krisis di atas segala krisis adalah krisis kepemimpinan. Amsal 29:18 mengatakan "Bila tidak ada wahyu (dalam bahasa Inggris : vision,yang artinya visi atau tujuan), menjadi liarlah rakyat.… " Tidak ada visi berarti tidak ada kepemimpinan karena visi lahir dari kepemimpinan sejati. Maka jelaslah pula dikatakan oleh firman tadi bahwa tanpa kepemimpinan maka rakyat menjadi liar.


Dihubungkan dengan keadaan Indonesia yang sedang mengalami krisis kepemimpinan, sudah dapat diperkirakan bahwa ini akan berdampak terjadinya kekacauan di antara masyarakat yang semakin tak terkendali dan brutal.

Darimana terjadi krisis kepemimpinan yang begitu besar atas Indonesia? Ini terjadi berdasarkan prinsip otoritas anak-anak Tuhan di alam roh. Yesus katakan, "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga" (Mat. 16:19). Jika otoritas atas alam roh diberikan kepada kita dan secara lebih besar kepada pemimpin rohani maka apa yang diikat dan dilepaskan di alam roh itu akan terjadi di alam nyata. Jika pemimpin rohani menyimpang maka itu pula yang terjadi di alam nyata. Pemimpin rohani yang palsu melahirkan pemimpin yang palsu dalam kehidupan nyata. Tidak heran jika di wilayah rohani terjadi krisis kepemimpinan maka di area hidup sehari-hari pun terjadi kelangkaan kepemimpinan. Roh yang bekerja di antara pemimpin rohani akan juga bekerja di antara pemimpin jasmani. Maka bayangkan jika yang bekerja atas para pemimpin rohani kita bukan Roh yang Suci tetapi roh kesombongan, ketamakan, kebencian, pembunuhan, cinta diri, mencari keuntungan melalui nama Tuhan, kemunafikan, perpecahan dan korupsi!
Krisis kepemimpinan atas bangsa ini adalah tanggung jawab setiap umat Tuhan dan secara khusus para pemimpin rohani yang membiarkan kuasa-kuasa kegelapan bebas bekerja melalui (hidup yang jahat di hadapan Tuhan) ketimbang menjadi saluran Roh Kudus melawat umat Tuhan dan bangsa ini.

Jadi inilah waktunya para pemimpin rohani di Indonesia untuk berdoa, merendahkan diri, mencari wajah Tuhan (bukan melulu tangan kuasa Tuhan yang diharapkan mengadakan mujizat-mujizat), dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Demi pemulihan Indonesia. Sebelum pemimpin-pemimpin yang lalim menempati tahta kekuasaan dan melapangkan pekerjaan kuasa gelap atas Indonesia. 


(Oleh: Peter Bambang Kustiono) 

Comments

Popular posts from this blog

MIMPI PROFETIK

Mimpi diterima oleh Stephen Immanuel (Malaysia)  Tafsiran mimpi diterima oleh Sery M. Lopulalang (Indonesia)  KESALAHAN PARA PEMIMPIN ROHANI YANG MELAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP DOSA² DAN KEJAHATAN YANG DILAKUKAN UMAT TUHAN 16 Maret 2020 Saya ingin mengongsikan mimpi saya tadi pagi,  Saya sedang berada di dalam gedung gereja. Sepertinya disitu ada acara ibadah yang besar kerana saya lihat ada ramai orang yang hadir, gereja penuh sehingga saya sendiripun berdiri di bahagian hadapan kerana tiada tempat duduk. Ketika ini semua jemaat lagi melihat persembahan kesaksian dari anak-anak sekolah minggu di pentas/ panggung. Anak-anak ini beratur berbaris memanjang ke belakang ada yang berdiri dan ada juga yang duduk, mereka agak ramai juga. Lalu setelah mereka selesai kesaksian, mereka dikasih permen 🍬🍬 masing-masing oleh ibu² yang bertugas. Setelah itu seorang hamba Tuhan (yang mengacarakan ibadah saat itu) naik ke mimbar dan mengajak jemaat untuk mendoakan anak² tadi. Sel...

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html