Skip to main content

PEMIMPIN ROHANI SEJATI

Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN. Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin." Kemudian orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN. Lalu berkatalah Samuel: "Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN." Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: "Kami telah berdosa kepada TUHAN." Dan Samuel menghakimi orang Israel di Mizpa. 1 Samuel 7:2-6


Ketika dua puluh tahun bangsa Israel menderita dibawah penindasan bangsa Filistin mereka mengeluh kepada Tuhan. Samuel sebagai pemimpin rohani yang sejati dia menyampaikan isi hati dan pikiran Tuhan kepada bangsa Israel yaitu tentang pertobatan yang sejati yang disertai tindakan nyata, pemulihan hubungan yang benar dengan Tuhan dengan segenap hati, dan komitmen setia hanya beribadah kepada Tuhan, maka ketika Tuhan melihat itu semua telah dilakukan pastilah Tuhan melepaskan bangsa Israel dari penindasan Filistin. Dan bangsa Israel mau mendengarkan Samuel dan melakukan nasehatnya dengan segenap hati. Samuel mendoakan mendukung mereka ketika dia melihat bangsa Israel mau berbalik bertobat kepada Tuhan. Hari itu bangsa Israel hancur hati dihadapan Tuhan, mengakui dosa mereka dan mengalami kebangunan rohani.

Kita dapat belajar bahwa pemimpin rohani mempunyai peranan yang besar dalam pengaruhnya membawa pemulihan atas kehancuran bangsa. Nasehat pemimpin rohani sejati selalu sesuai dengan hati dan pikiran Tuhan. Pemimpin rohani yang sejati menyapaikan akar permasalahan dari apa yang terjadi atas kehancuran bangsa yaitu tentang kecemburuan Tuhan kepada umat yang meninggalkan Tuhan yang berakibat murka Tuhan, sehingga Tuhan mengijinkan kondisi yang buruk terjadi dengan maksud menghajar/ mendisiplinkan umatnya sehingga sadar dan berbalik kepada Tuhan. Pemimpin rohani sejati menyampaikan pesan pertobatan dan mendorong umat Tuhan untuk sungguh sungguh berbalik kepada Tuhan. Pemimpin rohani sejati membimbing umat untuk bertobat dan mendapatkan pemulihan sejati dari Tuhan. Pemimpin rohani sejati tidak akan memberikan janji-janji pemulihan palsu dengan nasehat palsu seperti misalnya beri persembahan yang banyak pasti Tuhan pulihkan dan lebih giat layani Tuhan dalam pelayanan pasti Tuhan pulihkan dan berkati dengan melimpah. Pemimpin rohani sejati baru boleh mengajarkan umat memberi dana dan tenaga bagi pekerjaan Tuhan ketika umat telah mengalami kebangunan rohani, pemulihan, dan bertumbuh dalam kedewasaan rohani. Otomatis ketika jemaat sudah mulai dewasa rohani maka memberi bagi pekerjaan Tuhan akan sebagai gaya hidup, ucapan syukur yang mendalam dan sebagai suatu kesukaan besar bukan sebagai beban/ tuntutan/ paksaan. Pemimpin rohani sejati menunjukkan sikap yang tegas dan tidak berkompromi terhadap tindakan umat yang melawan Tuhan sekalipun telah mendapat persembahan kasih dari jemaat, sebab Tuhanlah yang jamin hidupnya. Pemimpin rohani sejati tidak takut ditinggalkan dan kehilangan jemaat karena menjalankan kepemimpinan yang benar dihadapan Tuhan, sebab dia lebih takut ditinggalkan dan kehilangan Tuhan. Pemimpin rohani sejati mau mendukung dan mendoakan kesuksesan umat hanya bagi umat yang mau sungguh sungguh berbalik bertobat kepada Tuhan dan menegor umat yang salah jalan dengan sungguh-sungguh, sebab pemimpin rohani sejati tdak boleh lemah, tidak boleh takut, tidak boleh kompromi/ bisa disuap jemaat, tidak boleh korupsi dan tidak boleh memperalat/ memanfaatkan/ memeras tenaga, harta dan keuangan jemaat. Sebab sikap dan perlakuannya kepada umat harus sama dan sehati dengan Tuhan, karena dengan demikian barulah dia dipandangan Tuhan sebagai hamba yang baik dan setia. Pemimpin rohani sejati hanya mengajarkan prinsip-prinsip Fiman Tuhan yang murni dan sejati dari hati dan pikiran Tuhan saja yang membawa kemajuan dan kedewasaan rohani jemaat serta jauh dari kepentingan pribadi manusia. Ketika kepemimpinan rohani yang benar dijalankan serius dan terus menerus oleh para pemimpin rohani sejati maka kebangunan rohani besar akan terjadi dan pemulihan serta Kemuliaan Tuhan akan nyata atas umat-Nya sebab tahta-Nya ada ditengah-tengah umat-Nya. Marilah kita rindukan, dukung dan doakan bangkitnya para pemimpin rohani yang sejati, yang akan Tuhan pakai membawa pemulihan dan kemuliaan Tuhan atas Indonesia. Amin.
 

(oleh: Faith Ruddy)

Comments

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

THE RIGHTEOUS GENERATION

(Renungan dari Mazmur 14) Oleh: Bp. Peter B. K. “Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan yang memakan habis umatKu seperti roti dan yang tidak berseru kepada TUHAN?”   (Mzm 14:4) “Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.”   (Mzm 14:5) Isu yang sedang marak dibicarakan saat itu adalah mengenai pertentangan antar pengikut agama. Perbedaan – perbedaan dalam keyakinan beragama dimanfaatkan sebagai pemicu untuk berkonfrontasi yang berakhir dengan kekacauan dan kegoncangan yang melanda bangsa kita. Pertanyaan yang terus menerus muncul didalam pikiran saya adalah “Siapakah yang benar? Mengapa semua umat beragama bangkit dan saling berperang? Haruskah membela agama sendiri?” Adalah menarik untuk diperhatikan bahwa nast diatas memberitahukan kita bahwa Allah tidak menyertai atau berpihak pada agama manapun. Secara  status kewarganegaaran kita beragama Kristen, tetapi Allah tidak membela dan menolong orang – orang yang ...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html