Skip to main content

KEGAGALAN PEMIMPIN ROHANI MENGENALI RAJA/ PRESIDEN PILIHAN TUHAN

Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
(Samuel 16: 6-7)

Samuel kagum akan penampilan Eliab yang meyakinkan sebagai seorang raja dan berpikir bahwa Eliab adalah raja yang hendak Tuhan urapi. Samuel sebagai pemimpin rohani terbesar dan nabi di Israel bisa salah mengenali calon raja pilihan Tuhan. Apalagi pemimpin-pemimpin rohani Top di Indonesia juga berpotensi besar untuk salah mengenali dan mendukung calon presiden yang bukan pilihan Tuhan.


Fenomena ini terjadi karena pemimpin rohani menilai raja/ presiden dari ukuran-ukuran manusia (fisik) yang mendukung/ memungkinkan bisa memimpin bangsa (misalnya kaya, berpendidikan tinggi, berprestasi, tegas, disiplin, berkarisma, banyak pendukungnya, suka menyumbang, pandai berpidato dll).

Penampilan itu menipu dan bisa dikondisikan (pencitraan) tetapi hati tidak bisa menipu dan Tuhan tahu menilai hati manusia. Ukuran Tuhan memilih dan mengurapi raja/ presiden bahkan pemimpin rohani diukur dari melihat hatinya (seberapa dia tulus dan seberapa besar mengasihi umat-Nya). Kecakapan dan kepandaian bukanlah hal utama bagi Tuhan sebab hal itu bisa dipelajari dan Tuhan bisa ajarkan sambil jalan.

Untungnya Samuel rendah hati sehingga bisa dikoreksi oleh Tuhan dan tidak jadi mengurapi Eliab sebagai raja melainkan mengurapi Daud yang tidak berpengalaman dan tidak terpandang. Semoga pemimpin rohani di Indonesia cukup rendah hati sehingga juga bisa dikoreksi oleh Tuhan dan berani mengubah dukungannya sesuai kehendak Tuhan jika mereka telah salah pilih dan dukung calon presiden yang keliru.

Bangkitlah pemimpin rohani yang radikal di Indonesia. Amin.


(Oleh: Faith Ruddy)

Comments

Popular posts from this blog

MIMPI PROFETIK

Mimpi diterima oleh Stephen Immanuel (Malaysia)  Tafsiran mimpi diterima oleh Sery M. Lopulalang (Indonesia)  KESALAHAN PARA PEMIMPIN ROHANI YANG MELAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP DOSA² DAN KEJAHATAN YANG DILAKUKAN UMAT TUHAN 16 Maret 2020 Saya ingin mengongsikan mimpi saya tadi pagi,  Saya sedang berada di dalam gedung gereja. Sepertinya disitu ada acara ibadah yang besar kerana saya lihat ada ramai orang yang hadir, gereja penuh sehingga saya sendiripun berdiri di bahagian hadapan kerana tiada tempat duduk. Ketika ini semua jemaat lagi melihat persembahan kesaksian dari anak-anak sekolah minggu di pentas/ panggung. Anak-anak ini beratur berbaris memanjang ke belakang ada yang berdiri dan ada juga yang duduk, mereka agak ramai juga. Lalu setelah mereka selesai kesaksian, mereka dikasih permen 🍬🍬 masing-masing oleh ibu² yang bertugas. Setelah itu seorang hamba Tuhan (yang mengacarakan ibadah saat itu) naik ke mimbar dan mengajak jemaat untuk mendoakan anak² tadi. Sel...

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

HIKMAT TERKAIT KEBODOHAN

Oleh: Bpk. Peter B, MA "Satu orang bodoh melahirkan lebih banyak lagi orang-orang bodoh" -Pepatah Kroasia Sebab itu berhati-hatilah dengan sikap dan tanggapan kita. Jangan berkata atau bertindak bodoh sebab kebodohan menyebar cepat dan menghasilkan kebodohan dan orang-orang bodoh yang semakin banyak. Dari mana kita mengukur kita tidak sedang berbuat bodoh? Dari bagaimana kita menyikapi yang terjadi di sekeliling kita. Orang bodoh mudah emosi, cepat marah, sok tahu, sering merasa benar, dan segera menilai dan berkomentar sebelum berpikir tanpa menyelidiki lebih lanjut. Tidak heran di media sosial begitu hiruk pikuk dengan berbagai komentar yang saling bersahutan melibatkan ribuan orang. Mungkinkah ini karena kebodohan yang menular begitu cepatnya?