Skip to main content

PEMIMPIN ROHANI MEMERLUKAN DUKUNGAN PERTOLONGAN DAN DOA SEJAK DILAHIRKAN

Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani." Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?" Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."
Keluaran 2:5-10


Musa adalah pemimpin rohani besar yang akan memimpin umat Israel keluar dari mesir menuju tanah Perjanjian. Dari kisah di atas kita belajar bahwa seorang pemimpin rohani memerlukan dukungan pertolongan dan doa sejak dilahirkan untuk dapat menggenapi panggilan hidupnya seperti yang Tuhan tetapkan. Pertolongan dilakukan oleh Tuhan melalui orang tuanya, bidan, kakaknya, putri Firaun, dayang dayang dll. Jadi tidak ada pemimpin rohani yang tidak memerlukan dukungan dan pertolongan orang-orang sekitarnya. Keberhasilan pemimpin rohani sebagian besar ditentukan orang orang yang mendukung dan memberikan pertolongan baginya.

Jika kita merindukan pemimpin rohani berhasil memenuhi tugasnya melakukan perkara yang besar bagi kemajuan pekerjaan Tuhan. Maka berikan dukungan sepenuh hati sesuai talenta dan panggilan kita. Sekecil apapun dukungan kita sangat berarti bagi kemajuan pemimpin rohani terlebih jika kita memberikan bantuan sebesar-besarnya sesuai dengan ukuran kasih karunia dan iman yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Jika Tuhan memakai orang Mesir mendukung Musa terlebih lagi Tuhan rindu memakai kita anak-anak-Nya untuk mendukung pemimpin rohani. Minimal kita dapat memberikan dukungan doa bagi pemimpin rohani dan jika memungkinkan kita dapat tambahkan dengan memberikan dukungan dana, tenaga, pikiran, dst bagi kemajuan pekerjaan Tuhan. Gbu.

Bangkitlah Para Pemimpin Rohani Radikal di Indonesia. Amin.


(Oleh: Faith Ruddy)

Comments

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

HIKMAT DAN KUTIPAN

DIPANGGIL UNTUK MELAKUKAN HAL YANG BENAR, DENGAN DAN UNTUK ALASAN BENAR

Oleh: Bp. Peter B. K. "Akhir dari zaman ini akan berujung pada pertarungan terakhir antara baik dan jahat, dimana itu akan merupakan suatu konflik supranatural. Jika kita ingin menjadi saksi dari Sang Mahakuasa, kita harus mempunyai kuasa" (1 Kor. 2:4-5; 4:20). Meski konflik itu adalah pertarungan kuasa, itu bukanlah untuk membuktikan siapa yang lebih kuat. Bahkan iblis tahu bahwa Tuhan dengan mudahnya memenangkan peperangan itu. Konflik itu ialah untuk membuktikan kuasa dari yang baik atas yang jahat, kebenaran dari kebohongan, kasih atas sifat mementingkan diri sendiri. Itulah sebabnya disiplin yang dituntut atas mereka yang akan dipakai Tuhan sangatlah berat. KITA DIPANGGIL BUKAN SEKEDAR MELAKUKAN HAL-HAL YANG BENAR, TETAPI MELAKUKAN ITU SEMUA UNTUK ALASAN-ALASAN YANG BENAR. Tuhan tidak hanya ingin kita mampu melakukan pekerjaan-Nya, tapi Dia ingin kita melakukannya karena kita ada dalam kesepakatan dan persetujuan penuh dengan Dia.  Motif-motif kita sangatlah menentukan s...