Skip to main content

MENGETAHUI MASA-MASA KEHIDUPAN



(Artikel ini ditulis pada tanggal 5 Januari 2001)
Oleh: Bpk. Peter B. K.




Salomo yang memakai nama samaran Pengkhotbah pernah menulis bahwa “untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawa langit ada waktunya “Apa artinya? Artinya tidak ada sesuatupun di dunia ini berlangsung selama-lamanya tanpa berhenti, tetapi untuk setiap perkara ada waktunya untuk berhenti atau dimulai kembali. Buah-buahan ada musimnya (tidak selamanya kita mudah mencari durian atau mangga). Tidak selalu kita bersukacita karena menuai karena, kita tahu, waktu itu baru mulai waktu menanam.

Bagi kita manusia berlaku pula hal itu. Apakah kemunculan kita begitu tiba-tiba dan langsung dewasa? Bukankah ada waktu untuk lahir dan ada waktu untuk mati?  Dan diantara masa lahir dan mati itu jelas ada begitu banyak masa yang lain. Bacalah Pengkhotbah pasal 3 dan kita akan jelas ada begitu betapa hidup manusia memiliki banyak masa selama waktu hidup yang singkat ini. Pertanyaan yang penting sekarang ini adalah masa apakah sekarang ini dalam hidup kita – di tahun 2001 ini? Secara keseluruhan, tahukah engkau masa apakah dalam tahun hidupmu di 2001 ini?


                Bagi beberapa orang (atau banyak orang?) hidup ini diumpamakan dan dipandang bagaikan “air yang mengalir” Kehidupan dilalui tanpa beban, ringan, dinikmati, dan … tanpa arah dan tujuan. Biarkanlah semuanya terjadi sebagaimana seharusnya, “demikian mereka berkata. Benar begitu? Tentu saja tidak. Karena itulah maka beberapa orang tidak pernah membawa dan memberikan apa-apa selama hidup di dunia. Hidup yang demikian sesungguhnya sama seperti sudah mati sebelum waktunya seperti orang yang sudah mati yang tidak mampu memberikan dan melakukan apa-apa yang baik dan berguna, begitulah mereka yang hidup tanpa tujuan yang pasti. Betapa sedihnya …

                Kembali pada masa-masa kehidupan, Allah kita adalah Allah yang memiliki rencana dalam hidup kita. Rencana – rencanaNya adalah baik penuh damai sejahtera dan Ia berjanji memberikan masa depan yang penuh harapan bagi hidup kita (Yes 29:11). Ia jugalah yang telah menetapkan masa dan waktu dalam setiap hidup manusia. Ia akan membuat segala sesuatu indah di waktuNya. Tahukah Anda waktuNya? Tahukah Anda rancangan dan kerinduanNya untuk tahun ini? Ada begitu banyak orang menjelang akhir tahun lalu menetapkan target dan sasaran untuk tahun 2001 ini. Tanyalah pada mereka, adakah rencana-rencana itu pasti 100% berhasil? Yakinkah mereka bahwa target sasaran mereka tercapai? Saya tidak tahu dan saya tidak yakin mereka akan tahu karena kondisi yang amat sangat tidak menentu di Indonesia. Ketahuilah satu hal ini: Tidak ada yang pasti di dalam hidup ini selain waktu dan masa-masa Tuhan, karena Ia-lah yang empunya waktu dan masa itu! Tugas kita adalah mencari tahu dan bertanya pada Dia, masa apakah dalam hidupku sekarang ini.

Salah satu kisah paling menyedihkan, paling kejam sekaligus memalukan adalah kisah mengenai kejatuhan seorang hamba Tuhan yang di juluki “orang yang berkenan di hati Tuhan”. Ya, orang itu Daud dalam II Samuel 2, kejatuhan Daud yang terbesar dimulai. Itu dimulai pada saat petang itu, Daud bersantai dan dari atas sotoh rumahnya ia melihat wanita itu. Selanjutnya adalah kisah yang tragis untuk diceritakan karena setelah itu dosa-dosa memuncak dan membuahkan kenistaan bagi nama Tuhan sendiri (lihat II Samuel 12:9,14). Tapi …. Apa hubungannya ini dengan waktu Tuhan dan pesan mengenai waktu dan masa? Hubungannya ini  dengan waktu Tuhan dan pesan mengenai waktu dan masa? Hubungannya terletak pada ayat 1 dan 2 Samuel 11. Perhatikanlah ayat itu "Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta  orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem." Itulah titik awalnya! Mengapa Daud jatuh sedemikian dalam dan menyimpang begitu jauh? Ya, karena ia tidak mengetahui waktu dan masa saat itu adalah berperang tapi Daud tinggal di rumah mengikuti kehendak dan rencananya sendiri. Pelajaran yang penting disini adalah : KETIDAKTAHUAN MENGENAI RENCANA MASA-MASA DAN WAKTU TUHAN DALAM HIDUP INI BISA BERAKIBAT FATAL. Ya, FATAL!

Ketahuilah hal ini baik-baik! Jika hidupmu tidak berada dalam tanganNya dan dalam jalur kehendakNya, ada oknum lain yang siap masuk dan membawamu, menarikmu dengan halus  dalam rencananya. Itulah yang dialami Daud!  Iblis memanfaatkan kelengahan Daud dan mempergunakannya untuk hamba Tuhan yang sebelumnya begitu perkasa dan kuat di dalam Tuhan. SEBERAPA KUAT “ROHANIMU ATAU SEBERAPA BANYAK ENGKAU ANGGAP DIRIMU “MENGERTI” FIRMAN TUHAN, TIDAKLAH ADA ARTINYA TANPA DI SERTAI PENGETAHUAN MENGENAI WAKTU DAN MASA TUHAN.” Ingatlah sekali lagi, Iblis  siap merusak dan menghancurkan hidupmu secara total apabila engkau tidak mengikuti waktu dan masa Tuhan.

Surat kabar jawa pos tanggal 2 januari 2001 pada halaman pertama menyajikan berita yang bersifat ramalan seorang peramal. Pediksinya untuk sepanjang tahun ini adalah sebagai berikut : “ akan muncul kericuhan yang situasinya seperti tidak ada pemerintahan …., huru-hara tetap tidak akan bisa dihindari lagi, dan itu mesti terjadi. Dalam 6 bulan pertama, situasi huru-hara mencapai puncaknya ….. bukan berarti 6 bulan berikutnya situasi telah membaik. Namun, peristiwa kericuhan dan huru-hara masih tetap terjadi …. Situasinya akan semakin kacau. “ Dari uraian tadi singkatnya tahun ini adalah tahun huru-hara, kekacauan dan kerusakan. Siapakah sumbernya?  Ya, saudara semua tahu siapa dia! Itulah rencananya atas kita yang di Indonesia. Tetapi rencana Tuhan jauh berbeda.
Masih adakah pilihan lain? Seperti biasa, di dalam Tuhan seringkali kita tidak punya pilihan untuk memilih apa yang terbaik. Yang terbaik selalu yang ada pada Tuhan. Ia selalu punya yang terbaik untuk kita. RancanganNya telah disiapkan . Waktu dan masa yang terbaik telah ditetapkan untuk kita sepanjang tahun ini. Tidak ada kesukaan dan kebahagiaan dan keberuntungan  yang melebihi apabila kita mengetahui waktu apakah 2001 ini dalam rancangan terbaik-Nya. So, mengapa kita tidak mencarinya? Bukankah FirmanNya “…. Siapa yang mencari akan mendapat ….”? Jangan ulangi kesalahan Daud! Jangan biarkan Iblis “mengalirkanmu” dalam rencananya Ijinkan Tuhan berkarya dan menjalankan kehendakNya. Malam tahun baru adalah saat terbaik merefleksikan hidup kita dan bertanya pada Tuhan maksudnya di tahun berikutnya. Tetapi … jika itu telah terlewati dengan sia-sia, jangan kuatir, janjiNya : “ Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku, apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku …. “ ( Yeremia 29:13-14).

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...