Skip to main content

PENDUKUNG-PENDUKUNG BUTA

Oleh: Peter B. K.


"Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?"… 

Biarkanlah mereka itu. MEREKA ORANG BUTA YANG MENUNTUN ORANG BUTA. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."~Matius 15:12,14 

Yesus menyatakan bahwa ada pemimpin² yang buta. Juga pengikut² atau pendukung yang buta. Mereka bagaikan orang buta menuntun orang buta. Tuhan menghendaki baik pemimpin atau pendukungnya bukan pribadi² yang buta. Buta yang dimaksud di sini ialah tidak dapat melihat jalan mereka sehingga mereka tidak dapat melangkah dengan baik dan mencapai tujuan yang benar.

Pemimpin yang buta dan diikuti pendukung yang buta akan sama² celaka nasibnya.
Pemimpin yang buta hanya akan diikuti pengikut yang sama butanya. Tetapi ia tidak akan diikuti pendukung yang mampu melihat.

Pemimpin yang mampu melihat akan menjadi pemimpin yang sukar mencapai apapun jika pengikut²nya orang² yang buta, yang mengindikasikan mereka sebagai pengikut² yang lemah dan hanya menambah beban bagi perjalanan mencapai tujuan.

Mengingat kelemahan dan keterbatasan manusia, mustahil ada pemimpin yang mampu melihat segala sesuatu bahkan untuk melihat satu hal dengan pengertian yang sangat terang. Seorang pemimpin yang terbaik sekalipun, hanya melihat sebagian saja dari apa yang akan terjadi. Hanya Tuhan yang mengetahui segala sesuatunya, baik segala sesuatu dari masa lampau, masa kini dan masa depan -oleh karena Ia mahatahu adanya. Itu sebabnya Yesus berkata bahwa satu-satunya pemimpin yang perlu kita ikuti sepenuh hati dan hidup hanya Dia:
 "Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias."~Matius 23:9-10

Namun, jika demikian, tidak adakah pemimpin yang perlu kita ikuti?

Secara ideal, kita semestinya mencari pemimpin yang mengikuti teladan Sang Pemimpin Agung yaitu Kristus. Terhadap pemimpin yang demikian, kita semestinya memberikan dukungan dan mengikuti teladannya. Bagi sang pemimpin, ia pun dapat dengan yakin mengajak para pengikutnya mengikut dia oleh sebab ia meniru teladan Pemimpin terbaik yang pernah ada, sebagaimana yang dinyatakan oleh Paulus, sebagai rasul, guru dan pemimpin rohani waktu itu:

"Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus."~1 Korintus 11:1

Dengan ukuran sedemikianlah kita semestinya mencari dan memilih pemimpin yang akan kita dukung dan ikuti. Meskipun mungkin sangat sukar menemukan yang setara dengan Kristus, kita dapat melihat seberapa dari kehidupannya melaksanakan nilai² yang sesuai dengan ajaran Tuhan kita. Dengan demikian kita tidak menjadi pengikut² atau pendukung² yang buta.

Pendukung buta tidak dapat oleh karena mereka kerap dibutakan. Dibutakan oleh kharisma atau kepribadian si manusia pemimpin. Ditutup matanya oleh pemikiran² dan ajaran Sang panutan. Disilaukan oleh kekayaan, jabatan dan prestasi² sosok idolanya.

Pendukung buta menaruh harapan sepenuhnya pada pemimpin yang sama² manusianya dengan dia, bukan pada Tuhan. 

Mereka menyerahkan hidup dan mati bagi pribadi² yang dipandang besar dan berpengaruh ini. Mereka siap melakukan apa dan demi pemimpinnya -yang sebenarnya tidak lepas dari kesalahan maupun dosa.

Itu sebabnya pendukung² buta akan menyerang membabi buta. Mengejek. Membully. Merendahkan dan menistakan siapa saja yang menyinggung pemimpinnya. Mereka merasa berada dalam pihak yang benar karena kekaguman pada pemimpin mereka sehingga apapun yang sepertinya menghalangi pemimpin mereka meraih kejayaan akan dibabat habis dengan segala cara. Bagi mereka, pemimpin mereka adalah hidup mereka. Makna bagi keberadaan mereka. Sumber energi bagi kehidupan yang mereka jalani. Bagi sebagian pendukung buta, pemimpin mereka adalah segala-galanya bagi mereka.

Pendukung² buta siap berperang saat pemimpinnya diserang. Pendukung² buta begitu terpesona dengan eksistensi pemimpinnya. Tanpa sadar, mereka menjadikan pemimpin mereka lebih dari Tuhan, hingga mereka tidak lebih dahulu mencari kehendak dan maksud Tuhan yang lebih layak menjadi pemimpin mereka.

Mereka lupa bahwa pemimpin yang perlu dijaga, diagungkan dan dimuliakan namanya, yang olehnya hidup mereka harus diserahkan dan dipersembahkan bukanlah pemimpin yang ada di dan dari dunia ini.

Pendukung² buta ada di mana-mana. Di gereja. Di pemerintahan. Di partai² dan ormas². Di rumah² maupun di jalan-jalan. Tidak terkecuali di dunia maya dan media sosial. Mereka hanya tahu satu dan hanya satu. Pemimpin mereka harus diakui, dipuji² dan dihormati setinggi-tingginya. Tak terpikirkan yang lain. Apalagi yang namanya mencari kehendak Pemimpin di atas segala pemimpin itu.

Setiap orang harus mengalami perjumpaan dengan Tuhan sebagai pemimpin hidupnya. Faktanya, tidak seindah itu. Karena pemimpin buta yang memperoleh dukungan penuh pendukungnya yang juga buta, kerusuhan maupun peperangan tidak akan pernah berakhir.

Yang dikatakan rasul Yakobus terbukti benar dalam setiap situasi yang rusuh, kacau, penuh pertentangan, huru hara, perselisihan dan keributan:

"Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!
Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."~Yakobus 3:14-16 

Sebagai pemimpin, kiranya kita tidak menjadi buta lalu menyesatkan banyak orang.

Sebagai pengikut, jauhlah kiranya kita memberikan dukungan yang buta sehingga tanpa kita sadari kita melawan Pemimpin Sejati itu sendiri. 

Sebagai pemimpin kita memerlukan hikmat dan pimpinan Tuhan serta firman-Nya yang hidup supaya kepemimpinan kita jelas dan menuju pada arah yang tepat dan terbaik sebagaimana yang dikehendaki Allah.
Sebagai pengikut, kita wajib menjadi rekan sepenanggungan dan sahabat baginya. Yang menunjukkan kasih dengan lengkap bukan dengan mendukung apapun keinginan hati pemimpinnya tapi memberikan masukan dan pandangan yang terbaik bagi pemimpin yang penuh keterbatasan sebagai manusia.

Di atas semuanya, hanya satu pemimpin kita yang wajib kita turuti. Kehendak-Nya adalah hukum dan perintah bagi kita. Sebelum kita terpesona dan tunduk kepada Dia untuk melaksanakan kehendak-Nya, kita akan selalu rentan mengikuti pemimpin yang buta dan menjadi pendukung buta. 

Sebab itu, carilah Dia hingga Anda menemukan Dia (atau ditemukan-Nya).

Pada Dia ada arah dan tujuan yang benar, jalan terbaik dan sejati dalam kehidupan.

Mata Anda akan dibukakan melihat jalan²Nya. Dan Anda akan dipenuhi syukur sepanjang hidup Anda karena tidak ada lagi yang buta. Baik pemimpin atau pendukungnya…

Salam revival!
Indonesia penuh kemuliaan Tuhan..

Comments

Popular posts from this blog

MIMPI PROFETIK

Mimpi diterima oleh Stephen Immanuel (Malaysia)  Tafsiran mimpi diterima oleh Sery M. Lopulalang (Indonesia)  KESALAHAN PARA PEMIMPIN ROHANI YANG MELAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP DOSA² DAN KEJAHATAN YANG DILAKUKAN UMAT TUHAN 16 Maret 2020 Saya ingin mengongsikan mimpi saya tadi pagi,  Saya sedang berada di dalam gedung gereja. Sepertinya disitu ada acara ibadah yang besar kerana saya lihat ada ramai orang yang hadir, gereja penuh sehingga saya sendiripun berdiri di bahagian hadapan kerana tiada tempat duduk. Ketika ini semua jemaat lagi melihat persembahan kesaksian dari anak-anak sekolah minggu di pentas/ panggung. Anak-anak ini beratur berbaris memanjang ke belakang ada yang berdiri dan ada juga yang duduk, mereka agak ramai juga. Lalu setelah mereka selesai kesaksian, mereka dikasih permen 🍬🍬 masing-masing oleh ibu² yang bertugas. Setelah itu seorang hamba Tuhan (yang mengacarakan ibadah saat itu) naik ke mimbar dan mengajak jemaat untuk mendoakan anak² tadi. Sel...

HIKMAT TERKAIT KEBODOHAN

Oleh: Bpk. Peter B, MA "Satu orang bodoh melahirkan lebih banyak lagi orang-orang bodoh" -Pepatah Kroasia Sebab itu berhati-hatilah dengan sikap dan tanggapan kita. Jangan berkata atau bertindak bodoh sebab kebodohan menyebar cepat dan menghasilkan kebodohan dan orang-orang bodoh yang semakin banyak. Dari mana kita mengukur kita tidak sedang berbuat bodoh? Dari bagaimana kita menyikapi yang terjadi di sekeliling kita. Orang bodoh mudah emosi, cepat marah, sok tahu, sering merasa benar, dan segera menilai dan berkomentar sebelum berpikir tanpa menyelidiki lebih lanjut. Tidak heran di media sosial begitu hiruk pikuk dengan berbagai komentar yang saling bersahutan melibatkan ribuan orang. Mungkinkah ini karena kebodohan yang menular begitu cepatnya?

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...