Skip to main content

MEMPERTANYAKAN PELAYANAN PROFETIK YANG SEMAKIN MARAK

Oleh: Peter B. K.


Pelayanan profetik merupakan pelayanan yang terus bertumbuh seiring kegerakan Tuhan yang akan memulihkan pelayanan 5 jawatan di akhir zaman demi mempersiapkan mempelai-Nya menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali. Gereja harus dipersiapkan bukan hanya oleh para gembala, penginjil dan pengajar tetapi juga oleh para nabi dan rasul yang Tuhan bangkitkan kembali. Bukan sebagai tambahan dari 12 rasul atau nabi-nabi Alkitab melainkan mereka memangku jabatan yang serupa dalam fungsi dan tugas mereka mempersiapkan gereja Tuhan sebagai pengantin suci yang tak bercacat cela bagi sang Mempelai Pria yang Agung, yaitu Kristus sendiri. 

Mengamati yang sedang berlangsung, banyak bermunculan mereka yang bernubuat dan mengaku mendapat pesan yang didengarnya dari Tuhan. Masalahnya adalah ini mulai menjadi semacam trend yang liar dan semakin tidak terkendali. Beberapa orang entah dengan berani berkata-kata atas nama Tuhan. Berkata bahwa "Beginilah firman Tuhan… " dan mengklaim telah mendapat petunjuk, pesan, arahan dan instruksi dari Tuhan. Semuanya mengaku pesan yang mereka terima benar. Menariknya, tidak sedikit pesan tersebut BERTENTANGAN ISINYA satu sama lain bahkan TIDAK BISA DITEMUKAN karena MENUNJUKKAN ARAH YANG BERBEDA mengenai tujuan yang harus ditempuh. 

Jika sudah demikian, akankah kita tetap berkata bahwa itu semua berasal satu pikiran Tuhan? Mungkinkah Tuhan 'kacau' dalam berpikir sehingga menyampaikan pesan yang bertolak belakang satu sama lain? Tidakkah itu menghina dan merendahkan Tuhan jika Tuhan seolah ditampilkan sebagai pribadi yang kebingungan ketika Dia sebelumnya bicara A lalu berkata B kemudian berganti C mengenai satu situasi? 

Pesan yang simpang siur berasal dari sumber yang simpang siur pula. Kecuali sumbernya memang berniat mengadakan kekacauan di antara penerima pesannya, pribadi yang sama akan konsisten menyampaikan pesan yang sama. Itulah sebabnya NUBUATAN (pesan yang diakui sebagai diterima langsung dari Tuhan) HARUS DIUJI. Apakah benar pesan itu berasal dari Tuhan sendiri dan konsisten dengan pikiran dan pesan² yang mendahuluinya? Dalam hal ini kita merujuk pada firman tertulis untuk membaca tanda-tanda dan bukti-bukti konsistensi dari suatu pesan nubuatan yang disampaikan Tuhan melalui mereka yang diurapi dan terutama memiliki karunia bernubuat. 

"Janganlah padamkan Roh, 
dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. 
Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik." (1 Tesalonika 5:19-21)

Kita diperintahkan untuk tidak menghalangi Roh Kudus bekerja. Termasuk saat memberikan pesan nubuat pada anak-anak Tuhan yang dipercayakan pesan tersebut. 
Namun masih ada dua hal mendasar menyikapi sebuah nubuatan. 

Pertama, tidak merendahkannya. Ini termasuk menolaknya mentah² apalagi mengolok-oloknya dan merendahkannya di depan umum. Nabi (palsu) Hananya dengan entengnya menampar Yeremia dan mematahkan gandar kayu yang Tuhan suruh buat dan pakai di leher Yeremia. Hananya telah merendahkan nubuat, maka hukuman yang keras dari Tuhan tak terhindarkan. 

Kedua, terhadap suatu nubuat kita harus mengujinya.
Menguji berarti melakukan segala sesuatu yang perlu untuk MEMASTIKAN PESAN TERSEBUT MEMANG BERASAL DARI TUHAN. Pada tahap inilah corporate listening (duduk bersama membicarakan suatu hal) itu dilakukan. Saling belajar, berdiskusi dan menganalisis apakah pesan yang diterima seseorang itu sungguh-sungguh merupakan suara dan kehendak Tuhan sendiri. Bukannya pesan-pesan yang ada dibiarkan tersebar luas dan dibagikan secara viral bagaikan gosip atau isu yang tidak jelas. Karena tugas ini pula maka setiap orang yang mengaku menerima dan disuruh menyampaikan pesan yang diterimanya langsung dari Tuhan HARUS TERBUKA UNTUK PENGUJIAN. Penolakan atau ketidakpedulian terhadap pengujian DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI suatu KESOMBONGAN, KECEROBOHAN atau KESEMBRONOAN rohani. 

Jika terhadap khotbah atau artikel rohani berisi pengajaran atau terhadap suatu doktrin yang terasa ganjil yang diterapkan dalam suatu jemaat perlu diuji dan dipadankan dengan prinsip-prinsip firman Tuhan tertulis dengan penafsirannya yang sehat (padahal itu masih merupakan buah pikiran manusia), BETAPA SUATU PESAN YANG DIKLAIM DITERIMA DARI TUHAN HARUS DIPASTIKAN LEBIH LAGI BAHWA ITU BERASAL DARI PIKIRAN DAN HATI TUHAN? 

Ketika pengujian diabaikan maka yang kemudian muncul ialah KEBINGUNGAN, KERAGUAN, KEBIMBANGAN hingga KESESATAN jika petunjuk yang diterima diikuti begitu saja. Selanjutnya, ketika pesan-pesan tersebut tak lagi dapat dipertanggungjawabkan karena tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi kemudian (yang lalu dibiarkan menguap begitu saja atau disikapi dengan dalih ini dan itu) maka yang terjadi selanjutnya ialah KETIDAKPERCAYAAN, SIKAP SINIS, KEMUAKAN hingga PENOLAKAN dan ANTIPATI terhadap pelayanan bernubuat itu sendiri. 

Sesungguhnya pelayanan profetik dibangun dan dipercaya oleh karena pengemban pelayanan itu sendiri. Jika pesan-pesan mereka teruji, maka pelayanan ini akan menjadi berkat yang besar dimana jemaat dapat menangkap strategi Tuhan dalam setiap kegerakan-Nya. Pada sisi lain, jika pesan-pesan profetik disampaikan dengan sembarangan tanpa pertanggungjawaban yang bersifat simpang siur dan tidak jelas maka tinggal menunggu waktunya pelayanan profetik akan dilecehkan dan direndahkan banyak orang. 

Dengan menguji suatu pesan nubuat kita akan dimampukan dengan segala damai sejahtera dan sukacita untuk melaksanakan perintah selanjutnya untuk "MEMEGANG APA YANG BAIK" (1 Tes. 5:21). Yang artinya kita mantap melangkah dalam tuntunan ilahi yang benar dan tepat. Tanpa pengujian yang kemudian memperjelas pesan dari Tuhan (yang mana itu juga diteguhkan oleh Roh Kudus baik di hati kita masing² atau melalui pesan² peneguhan saudara² kita lainnya) maka suatu pesan nubuat hanya merupakan ujaran dan perkataan yang terasa indah di telinga dan memberikan getaran sensasi di hati tetapi TIDAK AKAN PERNAH MENJADI PETUNJUK YANG MEMBAWA DAMPAK dalam situasi-situasi tertentu. 

Atas dasar inilah maka terhadap nubuatan Cindy Jacobs PERLU DILAKUKAN PENGUJIAN. Kami tidak menyatakan bahwa nubuatan ini salah atau menyimpang tetapi masih ada hal-hal yang patut didalami untuk memastikan bahwa pesan tersebut merupakan pesan dari Tuhan sepenuhnya. Hal yang sama berlaku terhadap nubuatan yang kami terima dan sampaikan secara luas melalui media sosial. 

Kiranya kita semua beroleh penerangan dari Roh Hikmat dan Roh Wahyu itu supaya kita dapat mengenal Tuhan kita dengan benar. 

"… Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar" ~Efesus 1:16-17

Salam revival. 
INDONESIA PENUH KEMULIAAN TUHAN! 



#nubuatharusdiujidanteruji
#janganceroboh
#pesanTuhanharusjelas
#pelayananprofetik






Comments

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

HIKMAT DAN KUTIPAN

DIPANGGIL UNTUK MELAKUKAN HAL YANG BENAR, DENGAN DAN UNTUK ALASAN BENAR

Oleh: Bp. Peter B. K. "Akhir dari zaman ini akan berujung pada pertarungan terakhir antara baik dan jahat, dimana itu akan merupakan suatu konflik supranatural. Jika kita ingin menjadi saksi dari Sang Mahakuasa, kita harus mempunyai kuasa" (1 Kor. 2:4-5; 4:20). Meski konflik itu adalah pertarungan kuasa, itu bukanlah untuk membuktikan siapa yang lebih kuat. Bahkan iblis tahu bahwa Tuhan dengan mudahnya memenangkan peperangan itu. Konflik itu ialah untuk membuktikan kuasa dari yang baik atas yang jahat, kebenaran dari kebohongan, kasih atas sifat mementingkan diri sendiri. Itulah sebabnya disiplin yang dituntut atas mereka yang akan dipakai Tuhan sangatlah berat. KITA DIPANGGIL BUKAN SEKEDAR MELAKUKAN HAL-HAL YANG BENAR, TETAPI MELAKUKAN ITU SEMUA UNTUK ALASAN-ALASAN YANG BENAR. Tuhan tidak hanya ingin kita mampu melakukan pekerjaan-Nya, tapi Dia ingin kita melakukannya karena kita ada dalam kesepakatan dan persetujuan penuh dengan Dia.  Motif-motif kita sangatlah menentukan s...