Skip to main content

HIKMAT DAN KUTIPAN MEMAHAMI SIHIR

Membaca kebenaran tentang sihir, kita patut merenung dan mengoreksi diri siapa dan apakah yang selama ini telah menarik hati kita sehingga kita rajin beribadah ke gereja, ambil bagian dalam pelayanan atau penuh semangat dalam berbagai aktifitas rohani?

Jika kita mengenal Dia secara pribadi, tidak ada yang lebih indah dan mempesonakan kita selain Sang Kekasih Jiwa Agung itu.

Jika kita mengaku sebagai pengikut-pengikut-Nya, dengan setia kita mengiring Dia dan mengikuti kemana Dia pergi.

Jika kita mengaku sebagai murid-murid-Nya, perkataan-perkataan-Nyalah yang kita cari dan taati.

Jika kita mengaku penyembah-penyembah-Nya, puji-pujian maupun sanjungan bagi Dia saja yang akan keluar dari mulut kita.

Hanya Yesus Kristus saja SATU-SATUNYA yang seharusnya menawan dan memikat seluruh perhatian dan keberadaan kita. Bukan apapun dan siapapun yang lain.

Sebab jika kita masih terpesona dengan manusia maupun apapun ciptaan yang lain, MUNGKIN SAJA TANPA KITA SADARI, KITA TELAH TERPERANGKAP DALAM SIHIR….

#IntrospeksiDiri
#WaspadaSihir

#BenarVsHampirBenar

MEMAHAMI SIHIR
Oleh : Rick Joyner

Bagian 2:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1334101513291920&id=517254991643247

Bagian 1:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1332338100134928&id=517254991643247

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...