Skip to main content

IMAN YANG BERTUMBUH DI DALAM KRISTUS


Oleh: Peter B, MA



Posisi kita di dalam Tuhan ialah karena iman dan bukan karena perbuatan baik, sebaik apapun itu. Iman adalah dasarnya. Baru setelah itu HARUS NAMPAK perbuatan² yang bersesuaian dengan iman itu sebagai bukti bahwa iman itu hidup dan bernilai di mata Tuhan. Itu sebabnya saya pun berkeyakinan, iman perlu sampai pada tingkat tertentu sehingga keselamatan kita pun tak tergoyahkan. Iman itu harus sampai pada titik dimana kita bukan saja percaya dan mengaku Dia adalah Tuhan. Tapi percaya dan mengaku bahwa DIA TUHAN BAGI HIDUP KITA. Bahwa Dia berdaulat penuh atas hidup kita dan bahwa untuk selanjutnya dan seterusnya Dialah penguasa satu-satunya atas hidup kita.

Selama kita belum berakar benar dalam Kristus, pada tiap tahap² goncangan dan ujian, iman kita bisa berada dalam krisis bahkan akhirnya kita pun dapat tergelincir jatuh dan kehilangan keselamatan ketika kita melepaskan iman dengan tidak lagi menyerahkan diripada Yesus Tuhan. Mungkin kita masih Kristen, masih ke gereja, masih ibadah bahkan pelayanan tapi itu bukan berarti kita memiliki iman yang hidup pada Tuhan. Yang seperti itu adalah iman tradisi, iman yang hanya mengaku Yesus Tuhan, iman yang sebenarnya sama dengan percayanya iblis bahwa Yesus itu Tuhan dan satu-satunya Tuhan…

Markus 5:6-7  Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"

Yakobus 2:19  Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Iman kita perlu dimantapkan dan diteguhkan tiap² hari oleh perbuatan² ketaatan yang dibangun di atas iman pada kedaulatan kuasa dan kasih karunia Tuhan yang sanggup menolong kita sampai pada kesudahannya dan menerima hidup kekal di sorga. Kita harus menggantungkan diri dengan iman pada kasih karunia Tuhan yang akan menuntun kita pada tingkatan² yang seharusnya sebagai anak² Tuhan. Jika kita melakukannya, maka iman kita akan kokoh tidak dapat digeser karena telah ditancapkan sangat dalam bagaikan akar² yang menopang seluruh batang, ranting, dahan, cabang hingga daun² dan buah²nya. Bertahan di segala musim dan tetap berbuah banyak bagi kemuliaan nama Tuhan…

Itu sebabnya dikatakan dalam 2 Petrus 1
Bahwa Tuhan bukan hanya menganugerahkan keselamatan dan pada kita bukan hanya beroleh iman sebagai dasar, tetapi Ia pun mengaruniakan kita segala sesuatu yang perlu supaya kita mempertahankan iman sampai pada akhirnya:

2 Petrus 1:3-4
 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Karena itu sebagai anak² Tuhan SUDAH SEHARUSNYA TIAP² HARI, kita

2 Petrus 1:5-7
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Mengapa?

2 Petrus 1:8-9
Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.
Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

Hasilnya apa ketika kita giat dan berhasil dalam hubungan kita dgn Tuhan?

2 Petrus 1:10-11  Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan HAK PENUH untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Karena inilah saya tidak akan berhenti menggembar-gemborkan dan menyerukan supaya kita tidak pernah merasa puas dengan hidup rohani kita, tidak merasa kita telah cukup mencapai target Tuhan, tetapi selama umur diberikan kita harus bertumbuh, berjalan lebih jauh, menerima proses demi proses dan naik tahap demi tahap, tidak pernah berhenti mencari dan melakukan kehendak Allah dalam hidup kita. Gunung itu masih harus didaki. Selama kita belum mencapai puncak dan tidak pernah merasa itu puncaknya, kita akan terus mendaki. Namun jika telah merasa telah berada pada puncak, maka kita akan berhenti dan cepat atau lambat kita akan mengalami kemandegan atau bahkan penurunan rohani sebab tak lagi ada daya tarik untuk mendaki lebih tinggi sedangkan di bawah banyak godaan menunggu kita.

Itu sebabnya Tuhan selalu mencari orang² yang rendah hati dan selalu mau belajar dan diajar. Itulah yang akan membuat kita terus naik dan tidak berhenti sampai saat terakhir.
Iman yang demikian tidak akan goyah lagi namun bahkan menarik lebih vanyak orang untuk mengikut Kristus sebab menjadi suatu kesaksian dan bukti bahwa itulah hidup terbaik yang dapat dijalani manusia, yang bahkan nantinya berakhir di sorga. Inilah hidup yang menyatakan Kristus bagi dunia dan yang menghadirkan sorga di bumi sehingga banyak orang berdosa terasa berjumpa dengan orang² yang telah bertemu dengan Allah sendiri yang tampak dari kehidupan mereka yang memang serupa calon²penghuni sorga.

Hidup seperti inilah kehidupan para pengikut Kristus dan anak² Tuhan sejati.
Jika tidak hidup demikian, apakah mereka masih anak² Tuhan? Tentu saja, tapi iman yang tidak dihidupi akan segera mati dan kita tidak pernah tahu apakah mereka sebenarnya masih beriman atau tidak, yang pasti berdampak pada kepastian tempat mereka di sorga.

Pertanyaannya, sudahkah kita BERUSAHA SUNGGUH² TIAP² HARI PENUH GAIRAH BERTUMBUH DAN GIAT DALAM PENGENALAN AKAN TUHAN DAN MEMBANGUN BANGUNAN ROHANI KITA DI HADAPAN TUHAN?
SUDAHKAH KITA BERAKAR DALAM TUHAN MAKIN DALAM DAN MAKIN DALAM LAGI?
MASIHKAH KITA BERTUMBUH TAHUN DEMI TAHUN DALAM PENGENALAN DAN KEINIMAN YANG MAKIN DALAM AKAN TUHAN?

Jika belum demikian, pastikah iman kita hidup dan bernilai di mata Tuhan? Ataukah kita hanya beragama saja tapi jauh dari Tuhan?

Kiranya hikmat Tuhan menuntun kita.
Tuhan Yesus memberkati….

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...