Skip to main content

PERSPEKTIF PROFETIK MENGENAI KONDISI INDONESIA TERKINI

Oleh Didit I.
(Dipublikasikan pada 18 Oktober 2017)


Terkait pidato Anies di hari pelantikan gubernur DKI Jakarta membuat perasaan saya bertanya-tanya apa maksud dan tujuannya memimpin Jakarta. Saat saya merenung dan mempergumulkan dalam doa Tuhan menyampaikan bahwa diresmikannya gubernur baru DKI Jakarta merupakan simbol profetik dari Tuhan kepada gereja-gerejaNya di Indonesia bahwa "masa kepemimpinan diktator akan bangkit di Indonesia." Orang-orang akan ditipu dengan berbagai pencitraan dan teori daripada kerja nyata dan pembangunan kota. Inilah salah satu tanda Tuhan memperingatkan sikap jemaat dan para pemimpin yang TIDAK MAU SUNGGUH-SUNGGUH MENDENGARKAN ISI HATI DAN PIKIRANNYA.

Para pemimpin yang diktator dan korup akan bertumbuh  dan memunculkan tunas-tunasnya serta menghasilkan buah-buah yang lebat. Dalam waktu singkat, mereka akan mengumpulkan, menempatkan dan membangkitkan para pemimpin yang kualitas kepemimpinannya sama seperti dirinya.  Mereka bersepakat mengeluarkan orang-orang nasionalis dari pemerintahan dan menempatkan orang-orang yang satu jiwa dengan dirinya.

Selain itu, orang-orang yang mengandalkan Jokowi akan menjadi kecewa sama seperti orang-orang yang kecewa karena terlalu berharap Jokowi akan menyelamatkan KPK (saya tidak memandang KPK adalah lembaga yang sepenuhnya bersih). Kekecewaan kita akan berakhir di dalam keputusasaan. Tuhan menggambarkan keputusasaan yang terjadi sekarang di Indonesia seperti tulang-tulang yang kering di padang gurun. Artinya seakan-akan tidak ada pengharapan. Dalam keputusasaan, orang-orang akan jatuh dalam salah satu sisi, antara lain:

Pertama, gairah akan Tuhan makin berkurang bahkan meninggalkan Tuhan;
Kedua, melakukan perlawanan, pembalasan dan pemberontakan diluar akal sehat; 
Ketiga, mencari kehendak Tuhan dan dipakai Tuhan membangkitkan prajurit-prajurit tangguh di padang gurun. 

Tuhan rindu kita mengambil pilihan di poin ketiga.

Peran umat Tuhan di Indonesia adalah MENGHENTIKAN PERTUMBUHAN PEMIMPIN DIKTATOR DAN KORUP DI GEREJA-GEREJA DAN PEMERINTAHAN DI INDONESIA DENGAN CARA MEMBANGKITKAN UMAT TUHAN DAN PARA PEMIMPIN ROHANI YANG MAU MENCARI, MENYELIDIKI, MENGUJI DAN MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN. Sebab sifat dari diktator adalah kecenderungan tidak mau mendengarkan dan memaksakan kehendaknya sendiri. Akar dari semuanya ini adalah penolakan umat Tuhan untuk sungguh-sungguh mencari, sungguh-sungguh memperhatikan dan sungguh-sungguh melakukan kehendak Tuhan. Indonesia membutuhkan orang-orang yang sungguh-sungguh mau mendengarkan dan memperhatikan maksud hati dan pikiranNya.

Kita harus menghentikan perselisihan di media sosial yang bersifat memprovokasi. Kita harus menghentikan rencana balas dendam dan mendesak umat Tuhan di Indonesia untuk fokus mencari kehendak Tuhan seperti:

#Membuat kelompok-kelompok sel di rumah-rumah/group-group media sosial untuk merendahkan diri bersama-sama, bertobat, berdoa dan berdiskusi bersama-sama terkait apa yang menjadi kehendak Tuhan di Indonesia.

#Memuridkan jemaat supaya makin bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih.

#Membimbing jemaat untuk mengetahui tujuan hidup dari Tuhan.

#Melatih dan membangkitkan pemimpin yang visioner, rendah hati, jujur, tulus, berani dan berhikmat.

#Sampaikanlah pengajaran-pengajaran, nubuat-nubuat, penglihatan-penglihatan, mimpi-mimpi dan khotbah-khotbah yang sudah diuji dan murni di media sosial supaya orang-orang melihat bahwa Tuhan berbicara dan berniat menolong umatNya sehingga jiwa-jiwa makin takut akan Tuhan (jauhkanlah khotbah-khotbah motivasi yang hanya membangkitkan emosi sesaat tetapi menutup alam bawah sadar untuk jujur pada diri sendiri, takut akan Tuhan, kerinduan utk dekat dan mengenal Tuhan).

#Berpartisipasi dalam menyebarkan artikel-artikel rohani yang sudah teruji dan murni.

#Berpartisipasilah dalam menyebarkan berita-berita yang teruji untuk melawan berita-berita hoax.

Orang-orang yang mau melakukan kehendak Tuhan akan diurapi Tuhan menjadi pasukan-pasukan yang setiap langkahnya selalu menyatakan kasih dan kuasa Tuhan sehingga mengubah padang gurun menjadi padang rumput. Inilah orang-orang yang mengasihi Tuhan dan takut akan Tuhan sehingga mengubah gereja-gereja dan pemerintahan di Indonesia sesuai takdirNya, yaitu menjadi visioner.

Apakah kita termasuk golongan orang yang melakukan kehendak Tuhan atau mengabaikan perkataan Tuhan? Apakah kita benar-benar serius ingin menyenangkan hatiNya atau menghindari murkaNya saja? Adakah kekasih-kekasih Tuhan mau meredakan murkaNya dan berjanji tidak lagi menjual Yesus demi apa pun di dunia ini?

Salam perjuangan dalam Kristus

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...