Skip to main content

PELAJARAN DARI KEPEMIMPINAN RADIKAL YESUS

Oleh Pete Scazzero 



Memimpin orang-orang dalam nama Yesus itu rumit, menuntut kebijaksanaan dan ketajaman yang luar biasa. Saya telah mendedikasikan hidup saya sebagai orang dewasa untuk mempelajari kepemimpinan. Saya telah menulis buku tentang kepemimpinan, membaca banyak sekali buku tentang topik ini, dan lebih banyak lagi menghadiri konferensi kepemimpinan.

Tapi selama 18 bulan terakhir, saya telah merenungkan kepemimpinan Yesus dalam Injil Matius. Ini telah mengguncang saya. Roh Kudus telah menantang saya untuk secara jujur ​​melihat model kepemimpinan gereja Barat yang hidup di dalam diri saya lebih dari yang saya ketahui (yaitu memjadi lebih besar, lebih baik, lebih, lebih cepat), dan mengundang saya untuk mereguk lebih dalam akan kehidupan dan kepemimpinan Yesus.

Saya telah meringkas pelajaran saya menjadi lima pelajaran untuk menjadi bahan perenungan  dan doa Anda:

1) Yesus menolak pelayanan penuh kuasa yang ditampilkan oleh Setan - sensasional, spektakuler dan cepat. Yesus memilih jalan hina penderitaan dan salib. Dia tidak menyerang Israel dengan badai sebagai Mesias. Dia menolak untuk memamerkan kekuatan atau pengetahuan-Nya untuk "menunjukkan pada orang-orang" siapa Tuhan itu. Sebagai gantinya dia mengetuk pintu Israel dengan secara perlahan -sedikit demi sedikit. Sebenarnya, Yesus menyesalkan kerohanian yang tampil seperti bisnis, lebih memilih untuk melakukan pekerjaan-Nya dengan tenang, tidak menarik perhatian dan dengan cara yang terukur-tidak seperti Mesias palsu pada zaman-Nya. Dia sering menarik atau memerintahkan orang untuk diam, berusaha menyembunyikan diri dan tidak ingin terlalu dikenal.
Tuhan, berikan aku anugerah untuk menolak godaan untuk terburu-buru dan ingin menjadi besar.

2) Yesus dengan sengaja memilih jalan kerendahan hati. Yesus memilih untuk dilahirkan di palungan dan hidup kondisi yang tidak normal di Nazaret (yaitu, di desa yang tidak dikenal). Mukjizat pertamanya adalah mukjizat kerendahan hati saat ia bergabung dengan kita dalam umat manusia di sungai pertobatan yang dalam penanganan Yohanes Pembaptis. Sebenarnya, pusat pelayanannya terjadi di belantara Galilea dan tidak strategis seperti di Yerusalem.
Tuhan, tolong saya memilih kerendahan hati hari ini.

3) Yesus hanya mendidik beberapa orang, dan mereka bukanlah orang-orang yang memiliki pengaruh besar. Yesus tidak memburu selebriti, orang berpengaruh atau pemimpin duniawi, namun memihak mereka yang tanpa kekuasaan dan status, mereka yang berada di tangga terbawah. Orang yang tidak mengesankan membuatnya terkesan. Dia dengan lembut menyelamatkan mereka yang gagal dan orang-orang kecil di masyarakat yang terpinggir, memperlakukan mereka dengan rasa hormat khusus. Yesus membangkitkan orang-orang kecil untuk menjadi mereka yang memiliki kebesaran, orang-orang yang tidak penting memiliki posisi baru yang penting, dan orang-orang miskin memiliki kehidupan yang jauh lebih kaya.
Tuhan, ajari aku untuk tidak melihat penampilan luar tapi untuk melihat hati seperti yang kamu lakukan (1 Sam.16: 7).

4) Yesus hidup bebas dari harapan dan penilaian orang lain. Yesus tidak memiliki pendidikan rabbi secara formal. Para pengikutnya dicurigai dan ajarannya sering menyinggung perasaan. Gaya hidupnya dianggap kurang radikal. Dia tidak cukup berpuasa. Dia makan dan minum apa saja. Dia menghabiskan waktu dengan orang yang salah. Dia tidak tampak "spiritual" atau serius seperti Yohanes Pembaptis.
Bapa, berilah aku keberanian untuk mengikutimu dan jangan teralihkan oleh opini negatif dari orang-orang di sekelilingku.

5) Yesus menunjukkan kepada kita bahwa definisi kesuksesan dunia bukanlah berasal dari Tuhan. Yesus tampak merasa puas walaupun tampaknya gagal. Dia tidak berbuat banyak untuk mengubah sistem struktural dasar di Israel selama tiga tahun pelayanannya. Orang-orang Farisi / Saduki masih menguasai Bait Suci dan kehidupan religius. Herodes masih tetap di atas takhta. Dan Yohanes Pembaptis masih berada di dalam penjara. Yesus tampaknya menjalankan lebih banyak pelayanan 'ambulans' (mengambil korban kecelakaan dari sistem-sistem yang jahat) daripada benar-benar menyerang kekuatan politik atau ekonomi secara langsung. Dia mengakhiri hidupnya ditolak dan dibenci. Namun dia berterima kasih kepada Tuhan, percaya pada Bapa yang tidak pernah berfrustrasi yang memang benar-benar memegang kendali (Matius 11: 25-26). Dia mendefinisikan kembali kesuksesan sebagai menyelesaikan karya unik yang Tuhan telah berikan kepadanya.
Tuhan, tolong aku untuk menjadi sukses dengan melakukan kehendakmu dan mempercayaimu dengan yang lainnya.

Sewaktu Anda merenungkan pelajaran ini, harapan atau kemungkinan baru mulai terbuka bagi Anda?

NB: Yesus secara tetap memanggil orang-orang untuk pemuridan secara totalitas ("Biarlah orang mati menguburkan orang-orang yang telah mati"), menolak untuk menerima pertobatan setengah, sebuah komitmen semi-serius atau semangat yang pudar bagi kerajaan-Nya.

Sumber: https://www.emotionallyhealthy.org/lessons-radical-leadership-jesus/

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

MIMPI PROFETIK

Mimpi diterima oleh Stephen Immanuel (Malaysia)  Tafsiran mimpi diterima oleh Sery M. Lopulalang (Indonesia)  KESALAHAN PARA PEMIMPIN ROHANI YANG MELAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP DOSA² DAN KEJAHATAN YANG DILAKUKAN UMAT TUHAN 16 Maret 2020 Saya ingin mengongsikan mimpi saya tadi pagi,  Saya sedang berada di dalam gedung gereja. Sepertinya disitu ada acara ibadah yang besar kerana saya lihat ada ramai orang yang hadir, gereja penuh sehingga saya sendiripun berdiri di bahagian hadapan kerana tiada tempat duduk. Ketika ini semua jemaat lagi melihat persembahan kesaksian dari anak-anak sekolah minggu di pentas/ panggung. Anak-anak ini beratur berbaris memanjang ke belakang ada yang berdiri dan ada juga yang duduk, mereka agak ramai juga. Lalu setelah mereka selesai kesaksian, mereka dikasih permen 🍬🍬 masing-masing oleh ibu² yang bertugas. Setelah itu seorang hamba Tuhan (yang mengacarakan ibadah saat itu) naik ke mimbar dan mengajak jemaat untuk mendoakan anak² tadi. Sel...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html