Skip to main content

​MENGEJAR PENGERTIAN AKAN SEGALA SESUATU


Oleh : Peter B, MA



Ayat Hari Ini :

2 Timotius 2:7 (TB)
Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

2 Timotius 2:7 (TSI2)
Pikirkanlah contoh-contoh ini, dan TUHAN akan memberikan kemampuan kepadamu untuk mengerti lebih dalam tentang hal-hal ini.


Yang dimaksud Paulus ketika menuliskan kalimat di atas merujuk pada tiga perumpamaan yang disampaikan sebelumnya (yaitu ayat 4-6). Harus diakui bahwa contoh atau perumpamaan yang disampaikannya itu bukan sesuatu yang mudah dipahami. Memerlukan perenungan mendalam dan penyelidikan lebih lanjut untuk benar-benar menangkap pengertian dari ilham serta hikmat ilahi itu.

Dan sejatinya, bukan hanya ada tiga perumpamaan itu saja yang sukar dipahami. Membaca seluruh Alkitab, kita akan menemukan begitu banyak ayat dan pernyataan yang tidak mudah dipahami dan ditafsirkan maknanya. Apabila memahami pikiran sesama manusia saja masih merupakan sesuatu yang tidak mudah, betapa sukarnya mengerti apa yang ada di benak pencipta manusia, yang dari pikiran-Nya alam semesta ini dibentuk dan dirancang?
Tak pelak, kita memerlukan pertolongan Tuhan sendiri untuk dapat menyelami pikiran²Nya.

Paulus tahu benar akan hal itu. Itu sebabnya ia menyatakan dengan yakin bahwa KETIKA KITA MAU BELAJAR JALAN-JALAN TUHAN YANG TERSEMBUNYI, TUHAN AKAN MENOLONG KITA DENGAN MEMBERIKAN KEMAMPUAN PADA KITA UNTUK MENGERTI AKAN JALAN-JALAN-NYA ITU.
Itu artinya, Tuhan menyediakan diri bagi kita. Ia ada untuk menolong kita dalam memahami kehendak-Nya. Ia siap sedia memberikan hikmat dan pewahyuan untuk dapat mengenal Dia dengan benar dan tepat.

Efesus 1:17 (TB)
(aku) meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Dengan senang hati dan segenap rindu, Tuhan siap mencurahkan penyingkapan demi penyingkapan akan jalan²Nya bagi kita. Ia pasti melakukan bagian-Nya.
Masalahnya ada pada kita.

Berapa banyakkah anak Tuhan yang mau belajar jalan² Tuhan? Adakah yang rindu lebih dalam mengenal Dia dan kehendak-Nya lebih lagi? Akan didapatikah pribadi yang bukan sekedar mengisi otaknya dengan pengetahuan agama atau theologia tetapi yang mendesak untuk mencari tahu apa rencana dan kehendak Tuhan dalam hidupnya, keluarganya atau bangsanya? Apakah ada yang haus untuk memperoleh penyingkapan isi hati-Nya supaya ia boleh makin memperkenan Bapa di sorga? Seberapa sering Tuhan mendengar doa-doa untuk memohon pengertian ini sampai di hadapan tahta-Nya?

Berapa banyak yang bersedia menjadi murid² sejati? Berapa banyak yang merindukan hikmat sejati dan sorgawi?

Memilih tetap tinggal dalam kebodohan di hadapan Allah yang rindu memberikan pengertian dan hikmat adalah kebodohan yang paling bodoh. Sesungguhnya, bukan sesuatu yang mustahil untuk kita mengetahui kehendak Tuhan. Datanglah dengan bulat hati, dengan penuh kerinduan dan ketulusan untuk lebih dekat dan intim dengan Dia.
Dia akan memberi diri-Nya dikenal. Dia tak akan menyembunyikan diri dari Anda. Dia akan menerangi hati dan hidup Anda, memenuhi Anda dengan hikmat yang perlu dan berguna bagi sepanjang hidup Anda. Bersama Dia, Anda bukan hanya akan mulai memperoleh jawaban atas banyak pertanyaan mengenai hidup. Lebih dari itu, Anda akan dibukakan hal-hal rahasia yang tersimpan di hati-Nya, baik mengenai diri Anda pribadi maupun hal² lain. Hidup Anda akan dibawa naik lebih tinggi daripada orang² yang tak berjalan bersama Tuhan. Bagai rajawali Anda akan terbang tinggi. Hingga suatu kali menerima kemenangan akhir Anda di sorga.


Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,
sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian,
ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian,
jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,
maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.
Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
Amsal 2:1-6 (TB)

Salam revival!
Tuhan Yesus memberkati kita semua

Bagi saudara-saudari yang berminat bergabung dalam group whatsapp dapat menghubungi no whatsapp 082299968682 atau 081803895744 atau 08980858661

Dengan bersedia mengikuti persyaratan di bawah ini:
https://worshipcenterindonesia.blogspot.com/2017/06/belajar-bersama-bertumbuh-bersama-di.html


Comments

  1. It's a blast to have this words clearly touch my heart and soul

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

THE RIGHTEOUS GENERATION

(Renungan dari Mazmur 14) Oleh: Bp. Peter B. K. “Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan yang memakan habis umatKu seperti roti dan yang tidak berseru kepada TUHAN?”   (Mzm 14:4) “Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.”   (Mzm 14:5) Isu yang sedang marak dibicarakan saat itu adalah mengenai pertentangan antar pengikut agama. Perbedaan – perbedaan dalam keyakinan beragama dimanfaatkan sebagai pemicu untuk berkonfrontasi yang berakhir dengan kekacauan dan kegoncangan yang melanda bangsa kita. Pertanyaan yang terus menerus muncul didalam pikiran saya adalah “Siapakah yang benar? Mengapa semua umat beragama bangkit dan saling berperang? Haruskah membela agama sendiri?” Adalah menarik untuk diperhatikan bahwa nast diatas memberitahukan kita bahwa Allah tidak menyertai atau berpihak pada agama manapun. Secara  status kewarganegaaran kita beragama Kristen, tetapi Allah tidak membela dan menolong orang – orang yang ...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html