Skip to main content

POKOK-POKOK DOA UNTUK SITUASI INDONESIA PASCA PILPRES 2019

Oleh : Tim Doa Worship Center Indonesia




1. Terjadinya pertobatan dan pemulihan umat Tuhan dengan bersedia menguji segala sesuatu, mencari dan melakukan kehendak Tuhan:
- Kuasa Roh Kudus menjamah dan melawat umat Tuhan dengan pertobatan sejati supaya dilimpahkan hati yang lemah lembut, rendah hati, bersedia belajar dan diajar sehingga dimampukan mengerti dan mengikuti kehendak Tuhan.
- Firman kebenaran-Nya yang murni disuarakan dengan keras di media sosial, mimbar-mimbar, komunitas-komunitas rohani dan dimana pun supaya umat Tuhan melihat dan mendengar kerinduan hati Tuhan, serta dimampukan untuk melihat tipu daya dan kebohongan iblis dengan jelas.
- Tuhan melawat setiap ibadah umat-Nya dengan roh ketulusan, kejujuran dan kerinduan untuk memuliakan Tuhan dengan segenap hati, bukan agamawi.
- Gereja-gereja dan para pemimpin rohani mengandalkan Tuhan dengan selalu mencari pimpinan dan petunjuk Tuhan sehingga setiap program² yang disusun adalah program² yang keluar dari hati Tuhan dan dikerjakan sesuai cara dan kehendak-Nya.

2. Tuhan menyingkapkan lebih jelas akan kualitas kepemimpinan Jokowi dan sistem oligarki di bangsa ini:
- Tuhan menyingkapkan setiap motif dan rencana yang terselubung dalam pemerintahan supaya pemerintah bekerja dengan tulus dan jujur (bukan sekedar pencitraan).
- Tuhan menyingkapkan, menggagalkan cara²  kompromi pemerintah dengan orang-orang yang tidak tulus atau jujur untuk membangun bangsa dan menyelesaikan berbagai masalah di bangsa ini.
- Tuhan membangkitkan serta mengirimkan para penasehat yang nasionalis, jujur, tulus, berani dan bijaksana untuk membantu presiden mengambil langkah kebijakan bagi kepentingan seluruh masyarakat Indonesia bukan bagi segelintir/sekelompok orang.
- Tuhan mematahkan rantai oligarki di Indonesia dengan menyingkapkan kepada masyarakat setiap motif para pemimpin (pemerintahan maupun militer) yang menggunakan jabatan dan kekuasaan untuk mencari keuntungan.
- Tuhan bukakan setiap selubung yang menutup mata, hati dan pikiran seluruh masyarakat Indonesia khususnya umat Tuhan agar dilimpahkan hikmatNya untuk dapat menimbang dan menilai dengan bijak dan tulus sehingga tidak jatuh sebagai pendukung buta melainkan menjadi orang² yang menyuarakan kebenaran untuk terjadinya pemulihan bagi Indonesia.
- Pemerataan ekonomi boleh terjadi diseluruh wilayah Indonesia dan seluruh masyarakat menerima keadilan serta haknya sebagai warga negara.
- Tuhan memberikan pada pemerintah hati yang mengasihi indonesia dan visi yang tepat dibutuhkan dan sesuai kondisi masyarakat Indonesia, yaitu fokus membangun mental (sumber daya bangsa), memberantas korupsi, mengembalikan sistem demokrasi dari sistem oligarki dalam tatanan pemerintahan, menempatkan orang-orang yang nasionalis, jujur, tulus, berani, berhikmat di posisi jabatan yang strategis di pemerintahan Indonesia.

3. Tuhan membangkitkan para pemimpin nasionalis yang jujur, tulus, berani dan berhikmat di bangsa ini:
- Gereja-gereja dan pemerintahan bangsa Indonesia dibebaskan dari pengaruh dan jerat roh agamawi, kemunafikan, keserakahan, perpecahan dan kebodohan.
- Bangkitnya para pemimpin nasionalis dan tulus mengasihi Indonesia dalam pemerintahan yang takut akan Tuhan serta berani menyuarakan kebenaran sehingga melahirkan lebih banyak lagi pemimpin baru yang adil dan berintegritas.
- Pemerintah berani menindaktegas setiap bentuk radikalisme, premanisme, intoleransi, terorisme dan seluruh organisasi yang mendukung gerakan tersebut sehingga Indonesia menjadi contoh bagi bangsa² lain akan kerukunan di dalam keberagaman.
- Pemerintah menjamin, melindungi kebebasan setiap warga negara dalam beribadah dan bertindak adil dalam memberikan ijin pendirian/pembangunan rumah ibadah.
- Bangkitnya para pemimpin yang memperjuangkan keadilan dan HAM  dan menyelesaikan kasus² terkait  seperti kasus korupsi bank Century, korban penculikan dan pembunuhan di berbagai wilayah Indonesia, revisi undang-undang yang merugikan rakyat,  penyelesaian/solusi terbaik berbagai konflik yang menyebabkan perpecahan di berbagai wilayah Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

HIKMAT DAN KUTIPAN

DIPANGGIL UNTUK MELAKUKAN HAL YANG BENAR, DENGAN DAN UNTUK ALASAN BENAR

Oleh: Bp. Peter B. K. "Akhir dari zaman ini akan berujung pada pertarungan terakhir antara baik dan jahat, dimana itu akan merupakan suatu konflik supranatural. Jika kita ingin menjadi saksi dari Sang Mahakuasa, kita harus mempunyai kuasa" (1 Kor. 2:4-5; 4:20). Meski konflik itu adalah pertarungan kuasa, itu bukanlah untuk membuktikan siapa yang lebih kuat. Bahkan iblis tahu bahwa Tuhan dengan mudahnya memenangkan peperangan itu. Konflik itu ialah untuk membuktikan kuasa dari yang baik atas yang jahat, kebenaran dari kebohongan, kasih atas sifat mementingkan diri sendiri. Itulah sebabnya disiplin yang dituntut atas mereka yang akan dipakai Tuhan sangatlah berat. KITA DIPANGGIL BUKAN SEKEDAR MELAKUKAN HAL-HAL YANG BENAR, TETAPI MELAKUKAN ITU SEMUA UNTUK ALASAN-ALASAN YANG BENAR. Tuhan tidak hanya ingin kita mampu melakukan pekerjaan-Nya, tapi Dia ingin kita melakukannya karena kita ada dalam kesepakatan dan persetujuan penuh dengan Dia.  Motif-motif kita sangatlah menentukan s...