Skip to main content

MEMAHAMI FIRMAN TUHAN DENGAN BENAR DAN SESUAI YANG TUHAN KEHENDAKI DAN MAKSUDKAN

Oleh Peter B,  MA



Sesungguhnya ada banyak sekali siasat iblis yang begitu halus dan tidak kentara. Itu dilancarkan setiap hari dengan berbagai macam cara dan tipuan. Hanya orang² yang menjaga hatinya berpegang pada firman kebenaran, mengetahui apa maksud Tuhan dalam firman itu, dan teguh berpegang padanya, yang akan menang atas permainan licik iblis. Apa yang dijawabkan Yesus pada iblis dari 3 pencobaan di padang gurun merupakan antithesis atau kebalikan dari yang dilakukan oleh Hawa, yang membiarkan dirinya ditipu dan disesatkan dari kebenaran sejati. Yesus menegaskan kebenaran tersebut, tidak mengikuti tafsir ulang atau manipulasi dari iblis. Yesus teguh berpegang pada apa yang ditetapkan Allah dalam firman-Nya. Siapa yang percaya dan teguh tak goyah berpegang pada firman, tidak akan termakan tipuan iblis, melainkan akan menang atas setiap tipuan kuasa gelap.
Karena itu, amatlah penting memahami firman dengan benar dan tepat sesuai yang Tuhan kehendaki dan maksudkan. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

HIKMAT DAN KUTIPAN

DIPANGGIL UNTUK MELAKUKAN HAL YANG BENAR, DENGAN DAN UNTUK ALASAN BENAR

Oleh: Bp. Peter B. K. "Akhir dari zaman ini akan berujung pada pertarungan terakhir antara baik dan jahat, dimana itu akan merupakan suatu konflik supranatural. Jika kita ingin menjadi saksi dari Sang Mahakuasa, kita harus mempunyai kuasa" (1 Kor. 2:4-5; 4:20). Meski konflik itu adalah pertarungan kuasa, itu bukanlah untuk membuktikan siapa yang lebih kuat. Bahkan iblis tahu bahwa Tuhan dengan mudahnya memenangkan peperangan itu. Konflik itu ialah untuk membuktikan kuasa dari yang baik atas yang jahat, kebenaran dari kebohongan, kasih atas sifat mementingkan diri sendiri. Itulah sebabnya disiplin yang dituntut atas mereka yang akan dipakai Tuhan sangatlah berat. KITA DIPANGGIL BUKAN SEKEDAR MELAKUKAN HAL-HAL YANG BENAR, TETAPI MELAKUKAN ITU SEMUA UNTUK ALASAN-ALASAN YANG BENAR. Tuhan tidak hanya ingin kita mampu melakukan pekerjaan-Nya, tapi Dia ingin kita melakukannya karena kita ada dalam kesepakatan dan persetujuan penuh dengan Dia.  Motif-motif kita sangatlah menentukan s...