Skip to main content

PUAS DIRI SEPERTI BIUS ROHANI

Oleh Didit 


Sikap puas diri seperti obat bius yang akan membuat kita kehilangan kesadaran rohani dengan melupakan keberadaan, kehendak, rencana, tujuan Tuhan dan difokuskan untuk menikmati, mengejar kenyamanan hidup di dunia, kepentingan² pribadi. 

Roh agamawi telah menguasai pikiran,  hati umatNya dengan menancapkan anak² panah berapi  yang bernama puas diri sehingga kehidupan mereka menjadi penghalang pertumbuhan rohani  dan kegerakan Tuhan. Inilah cengkraman roh agamawi yang akan membuat kita fokus menyibukkan diri pada ritual², ibadah, doa keagamaan tetapi mengabaikan hubungannya dengan Tuhan, berhenti mencari pertolongan, petunjuk dan pimpinan Tuhan. Sebab sikap puas diri akan mengarahkan pola pikir kita untuk mengenang, mengagumi segala hal yang ada dalam diri kita dan melupakan Tuhan seperti mengagumi prestasi dalam pelayanan/pekerjaan, menolong orang² miskin, banyaknya ibadah, doa (sesuai dengan pengertian kita sendiri) dan semuanya itu menjadi dasar pembenaran diri. Tuhan hanya dipandang sebagai pelengkap dan pemenuhan kebutuhan ego, bukan sebagai Pribadi yang layak disembah, didengarkan dan diikuti perkataan serta teladan hidupNya

Oleh karena itu jauhkan sikap puas diri dalam diri kita dengan senantiasa mencari, menyelidiki, merenungkan dan melakukan kehendakNya dalam hidup kita. 

Comments

Popular posts from this blog

MIMPI PROFETIK

Mimpi diterima oleh Stephen Immanuel (Malaysia)  Tafsiran mimpi diterima oleh Sery M. Lopulalang (Indonesia)  KESALAHAN PARA PEMIMPIN ROHANI YANG MELAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP DOSA² DAN KEJAHATAN YANG DILAKUKAN UMAT TUHAN 16 Maret 2020 Saya ingin mengongsikan mimpi saya tadi pagi,  Saya sedang berada di dalam gedung gereja. Sepertinya disitu ada acara ibadah yang besar kerana saya lihat ada ramai orang yang hadir, gereja penuh sehingga saya sendiripun berdiri di bahagian hadapan kerana tiada tempat duduk. Ketika ini semua jemaat lagi melihat persembahan kesaksian dari anak-anak sekolah minggu di pentas/ panggung. Anak-anak ini beratur berbaris memanjang ke belakang ada yang berdiri dan ada juga yang duduk, mereka agak ramai juga. Lalu setelah mereka selesai kesaksian, mereka dikasih permen 🍬🍬 masing-masing oleh ibu² yang bertugas. Setelah itu seorang hamba Tuhan (yang mengacarakan ibadah saat itu) naik ke mimbar dan mengajak jemaat untuk mendoakan anak² tadi. Sel...

HIKMAT TERKAIT KEBODOHAN

Oleh: Bpk. Peter B, MA "Satu orang bodoh melahirkan lebih banyak lagi orang-orang bodoh" -Pepatah Kroasia Sebab itu berhati-hatilah dengan sikap dan tanggapan kita. Jangan berkata atau bertindak bodoh sebab kebodohan menyebar cepat dan menghasilkan kebodohan dan orang-orang bodoh yang semakin banyak. Dari mana kita mengukur kita tidak sedang berbuat bodoh? Dari bagaimana kita menyikapi yang terjadi di sekeliling kita. Orang bodoh mudah emosi, cepat marah, sok tahu, sering merasa benar, dan segera menilai dan berkomentar sebelum berpikir tanpa menyelidiki lebih lanjut. Tidak heran di media sosial begitu hiruk pikuk dengan berbagai komentar yang saling bersahutan melibatkan ribuan orang. Mungkinkah ini karena kebodohan yang menular begitu cepatnya?

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...