Skip to main content

APAKAH KITA TERMASUK YANG SIAP DIBOHONGI?

Oleh : Peter B


Kamu melanggar kekudusan-Ku di tengah-tengah umat-Ku hanya demi beberapa genggam jelai dan beberapa potong roti, dengan membunuh orang-orang yang tidak patut mati, dan membiarkan hidup orang-orang yang tidak patut hidup, dalam hal kamu berbohong kepada umat-Ku yang sedia mendengar bohong.
~ Yehezkiel 13:19 (TB)

Perkataan di atas adalah perkataan keras Tuhan kepada dukun-dukun wanita kerajaan Yehuda pada waktu itu. Mereka meramal dan mengatakan hal-hal atas nama pesan dari Tuhan namun apa yang mereka lakukan terbukti lebih mirip melakukan perintah iblis daripada Allah. Mereka menubuatkan hal-hal dusta, yang bahkan mengakibatkan yang tidak bersalah menjadi korban dan yang patut dihukum malah bebas menjalani hidupnya. 
Mereka telah berbohong kepada umat Tuhan. 

Celakanya, umat Tuhan pada waktu itu memang ingin mendengarkan kebohongan.
Tuhan berkata bahwa mereka telah menyiapkan hati untuk mendengar dusta daripada kebenaran.

"..kamu berbohong kepada umat-Ku yang sedia mendengar bohong"

Dan terjemahan Alkitab yang lain menuliskan : 

"Umat-Ku justru senang ditipu!"

"Kamu mengatakan dusta kepada umat-Ku. Dan mereka suka mendengarkannya"


Sesungguhnya inilah sebabnya mengapa pada zaman ini hoaks merajalela. Pengajaran dan nubuatan sesat diterima dan dianggap sebagai suara Tuhan sedangkan pesan yang murni dan sejati dari Tuhan sendiri tidak dihiraukan serta dianggap sepi. 

Itu karena ada orang-orang, di antara umat Tuhan, yang memang suka mendengarkan dusta. Sebelum orang berdusta pada mereka, mereka telah siap menerima dusta itu. Sebelum mereka mendengarkan kebohongan disampaikan pada mereka, mereka telah menyediakan diri untuk menerima ucapan-ucapan yang menyesatkan itu.

Inilah faktanya. Sebelum ia ditipu, orang biasanya telah menipu diri mereka sendiri. Itulah sebabnya mengapa orang (dan fakta menunjukkan bahwa hal itu sering terjadi dan menelan banyak korban, khususnya di negara kita ini) mudah termakan hasutan, berita bohong, kabar palsu, iming-iming kosong (peluang bisnis atau jasa palsu), janji dusta (termasuk janji-janji para politisi dan pemimpin bangsa) serta informasi hoaks. Ada dasarnya, di lubuk hati mereka, sebenarnya telah siap sedia menyambut semua pemberitaan yang menyesatkan itu. Mereka telah percaya itu di alam pikiran mereka, berharap bahwa suatu keadaan belum tentu benar itu adalah benar adanya. Pada saat berita bohong itu didengar mereka, oleh karena memang sejak semula mereka mengharapkan pembenaran atas kebohongan yang sama yang mereka yakini, orang-orang ini enggan mengadakan cek ulang, cek silang, verifikasi, atau rela bersusah payah menguji kebenaran dari informasi itu. 

Harapan, pandangan dan keyakinan kita, yang kita sudah anggap benar dapat menjadi lahan yang subur bagi semua pemberitaan yang menyesatkan. 

Sesungguhnya, kebanyakan manusia disesatkan oleh dirinya sendiri sebelum ia benar-benar disesatkan oleh para pendusta dan orang-orang fasik lainnya. Yang tertipu acapkali tanpa disadari bersedia untuk ditipu melalui, harapan, khayalan, serta sesat pikir mereka sendiri. 

Dan ini tidak hanya berlaku di kehidupan alamiah kita sehari-hari namun di alam rohani. 
Mereka yang berpikir bahwa Tuhan itu sangat mengasihi mereka sehingga akan memberikan apa saja yang mereka inginkan dan doakan, akan segera tersesat dengan ajaran injil kemakmuran yang tampaknya berdasar ajaran Tuhan, tetapi sama sekali bukan.

Yang dalam hatinya mendambakan kenyamanan, kesenangan dan kelancaran hidup sesuka hati menikmati dunia ini, akan dengan segera mengaminkan nubuatan-nubuatan yang menjanjikan berkat, keselamatan, pemulihan dan kesuksesan baginya atau bagi bangsanya  -tanpa mau sedikitpun peduli untuk menguji dan mencari tahu apakah pesan profetik itu dari Tuhan atau dari yang lain. 

Yang pikirannya diyakinkan bahwa denominasinya, sinodenya, gerejanya, dan pemimpin rohaninya adalah pelayanan dan hamba Tuhan terbaik segera memegang pandangan bahwa gereja, ajaran, atau hamba Tuhan lain yang tidak sebesar dan sesukses gereja serta pemimpin mereka sebagai pelayanan dan hamba Tuhan yang gagal, yang tidak diurapi dan dipakai Tuhan. 

Dan seterusnya.


Berhati-hatilah terhadap semua berita, pandangan, ajaran, nubuatan dan tampilan-tampilan. 

Pastikan Anda tidak dalam posisi siap mendengarkan kebohongan. 
Pastikanlah posisi Anda berdiri pada kebenaran. 

Kebohongan dapat dikalahkan oleh kejujuran dan kebenaran. 
Itu sebabnya hati kita seharusnya : 

- mencari dan mengejar kebenaran (Yesaya 51:1; Yeremia 5:1; Matius 6:33)

- melakukan kebenaran (Kejadian 18:19; Keluaran 15:26; Ulangan 12:28; 13:18)

- membeli kebenaran, yang berarti berusaha sekuat tenaga memperhatikan serta meraih apa yang benar, menguji dan menyelidikinya hingga menemukan dan memastikan suaty kebenaran dengan apapun yang bisa kita lakukan (Amsal 23:23; 1 Yohanes 4:1; 1 Timotius 4:16)

- mencintai kebenaran lebih daripada apapun, yang berarti menolak mengkompromikan kebenaran tetapi memegang teguh, tidak melepaskannya namun memperjuangkannya hingga saat terakhir (2 Tesalonika 2:10)

- hidup dalam dan untuk kebenaran sejati (1 Petrus 2:24; 2 Yohanes 4; 3 Yohanes 3-4)

- menjadi senjata-senjata kebenaran (Roma 6:13) dan berjuang sebagai prajurit yang mengenakan kebenaran sejati (Efesus 6:14)

Hanya dengan menyerahkan diri untuk hidup dalam kebenaran dan kesejatian saja, kita tidak mudah termakan apapun yang bersifat dusta. 
Hanya dengan berjalan dalam kebenaran sejati, yaitu mengikut Kristus (Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup) dengan setulus dan segenap hati karena rindu hidup benar, kita akan dijauhkan dari berbagai tipu muslihat manusia maupun iblis. 
Sebaliknya, jika kita taat dan setia di jalur Tuhan, kita akan beroleh kasih karunia untuk berjuang memberitakan kabar kebenaran sejati di dunia yang semakin tenggelam dalam krisis kebenaran ini. 

Alih-alih menjadi penyebar hoaks, Tuhan hendak memakai kita untuk menyampaikan kabar baik serta mengajarkan prinsip-prinsip kebenaran yang ada dalam pikiran dan hati Tuhan. 

Hari ini, apa yang Tuhan lihat ketika menengok hati kita? Apakah Ia akan menemukan jiwa yang  tertuju pada dusta atau hati yang lapar dan haus akan kebenaran? 

Pilihlah untuk berkomitmen pada kebenaran. 
Anda akan dituntun di jalannya Tuhan, jalan yang benar. Hidup Anda akan benar hingga Anda tiba di tujuan akhir yang benar dan kekal. 

Salam revival
Tuhan Yesus memberkati kita semua

Comments

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

THE RIGHTEOUS GENERATION

(Renungan dari Mazmur 14) Oleh: Bp. Peter B. K. “Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan yang memakan habis umatKu seperti roti dan yang tidak berseru kepada TUHAN?”   (Mzm 14:4) “Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.”   (Mzm 14:5) Isu yang sedang marak dibicarakan saat itu adalah mengenai pertentangan antar pengikut agama. Perbedaan – perbedaan dalam keyakinan beragama dimanfaatkan sebagai pemicu untuk berkonfrontasi yang berakhir dengan kekacauan dan kegoncangan yang melanda bangsa kita. Pertanyaan yang terus menerus muncul didalam pikiran saya adalah “Siapakah yang benar? Mengapa semua umat beragama bangkit dan saling berperang? Haruskah membela agama sendiri?” Adalah menarik untuk diperhatikan bahwa nast diatas memberitahukan kita bahwa Allah tidak menyertai atau berpihak pada agama manapun. Secara  status kewarganegaaran kita beragama Kristen, tetapi Allah tidak membela dan menolong orang – orang yang ...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html