Skip to main content

Kemampuan Melakukan Ajaran Kristus Timbul Dari Hubungan Pribadi Dengan Tuhan

Oleh : Oswald Chambers


Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. —Matius 5:41

Ajaran Tuhan kita dapat diringkas sebagai berikut : hubungan yang Dia minta dari kita itu sesuatu yang mustahil kecuali Dia sebelumnya telah mengerjakansuatu karya supranatural di dalam kita.
(Sebagaimana nats di atas) Yesus Kristus menuntut agar murid-murid-Nya tidak membiarkan sedikit saja ada sikap tidak terima di hati ketika menghadapi tirani dan ketidakadilan.  Tidak ada antusiasme sebesar apa pun yang akan mampu menahan kondisi yang Yesus Kristus ijinkan atas hamba-Nya.  Hanya satu hal yang mampu menanggung semua itu, dan itu adalah hubungan pribadi dengan Yesus Kristus Sendiri — hubungan yang telah didalami, dimurnikan, dan diuji sampai hanya satu tujuan yang tersisa dan saya benar-benar dapat berkata, “Saya ada di sini bagi Tuhan untuk diutus  kemanapun Dia kehendaki.”  Segala sesuatu lainnya mungkin saja menjadi tidak jelas, tetapi hubungan dengan Yesus Kristus ini tidak boleh demikian.

Khotbah Yesus di atas Bukit bukanlah daftar beberapa tujuan yang tidak mungkin dicapai;  itu adalah pernyataan tentang apa yang akan terjadi dalam diri saya ketika Yesus Kristus mengubah sifat saya dengan menaruh sifat-Nya sendiri di dalam saya. Yesus Kristus adalah satu-satunya Pribadi yang dapat menggenapkan Khotbah di Bukit.

Jika kita ingin menjadi murid Yesus, kita harus dijadikan murid secara supranatural.  Dan selama kita dengan kekuatan sendiri  bertekad menjadi murid-Nya, yakinlah bahwa kita bukanlah seorang murid.  
Yesus berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku memilih kamu…” (Yohanes 15:16). Begitulah caranya kasih karunia Tuhan dimulai.  Itu adalah batasan keadaan yang tidak pernah bisa kita hindari; kita bisa tidak mematuhinya, tapi kita tidak pernah bisa memulainya atau memproduksinya sendiri. Kita ditarik kepada Tuhan oleh karya anugerah supranatural-Nya, dan kita tidak pernah dapat menelusuri kembali ke belakang untuk menemukan di mana pekerjaan Tuhan dalam kita itu dimulai.

Pembentukan seorang murid dari Allah kita itu supranatural.  Dia sama sekali tidak membangun di atas kapasitas alami kita. Tuhan tidak meminta kita untuk melakukan hal-hal yang secara alami mudah bagi kita — Dia hanya meminta kita untuk melakukan hal-hal yang telah Ia tentukan untuk kita lakukan melalui kekuatan kasih karunia-Nya, dan di sanalah kita menerima salib yang harus kita pikul itu.

Comments

Popular posts from this blog

MIMPI PROFETIK

Mimpi diterima oleh Stephen Immanuel (Malaysia)  Tafsiran mimpi diterima oleh Sery M. Lopulalang (Indonesia)  KESALAHAN PARA PEMIMPIN ROHANI YANG MELAKUKAN PEMBIARAN TERHADAP DOSA² DAN KEJAHATAN YANG DILAKUKAN UMAT TUHAN 16 Maret 2020 Saya ingin mengongsikan mimpi saya tadi pagi,  Saya sedang berada di dalam gedung gereja. Sepertinya disitu ada acara ibadah yang besar kerana saya lihat ada ramai orang yang hadir, gereja penuh sehingga saya sendiripun berdiri di bahagian hadapan kerana tiada tempat duduk. Ketika ini semua jemaat lagi melihat persembahan kesaksian dari anak-anak sekolah minggu di pentas/ panggung. Anak-anak ini beratur berbaris memanjang ke belakang ada yang berdiri dan ada juga yang duduk, mereka agak ramai juga. Lalu setelah mereka selesai kesaksian, mereka dikasih permen 🍬🍬 masing-masing oleh ibu² yang bertugas. Setelah itu seorang hamba Tuhan (yang mengacarakan ibadah saat itu) naik ke mimbar dan mengajak jemaat untuk mendoakan anak² tadi. Sel...

HIKMAT TERKAIT KEBODOHAN

Oleh: Bpk. Peter B, MA "Satu orang bodoh melahirkan lebih banyak lagi orang-orang bodoh" -Pepatah Kroasia Sebab itu berhati-hatilah dengan sikap dan tanggapan kita. Jangan berkata atau bertindak bodoh sebab kebodohan menyebar cepat dan menghasilkan kebodohan dan orang-orang bodoh yang semakin banyak. Dari mana kita mengukur kita tidak sedang berbuat bodoh? Dari bagaimana kita menyikapi yang terjadi di sekeliling kita. Orang bodoh mudah emosi, cepat marah, sok tahu, sering merasa benar, dan segera menilai dan berkomentar sebelum berpikir tanpa menyelidiki lebih lanjut. Tidak heran di media sosial begitu hiruk pikuk dengan berbagai komentar yang saling bersahutan melibatkan ribuan orang. Mungkinkah ini karena kebodohan yang menular begitu cepatnya?

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...