Skip to main content

KRISIS KEPEMIMPINAN YANG MENUMBUHKAN PEMULIHAN (untuk kalangan sendiri)

Kami dari Worship Center Ministries bermaksud menyampaikan beberapa nubuatan yang kami terima berkaitan dengan rencana Tuhan yang mencari 200 pemimpin rohani yang hendak dipakai Tuhan untuk mendatangkan pemulihan atas Indonesia, yang berkaitan pula dengan proses terpilihnya presiden yang akan datang di Indonesia. Kami bermaksud mengajak bersama-sama seluruh pemimpin rohani untuk bersatu dalam doa bersama-sama dengan kami bagi pemulihan Indonesia. Nubuat ini diterima oleh ketua bidang profetik kami. Pesan ini bisa jadi sangat mengejutkan namun kami menyampaikan apa yang memang kami yakin telah terima dari Tuhan:

200 PEMIMPIN ROHANI YANG MENGUBAH NASIB BANGSA INDONESIA
Berawal dari 25 September 2013, tengah malam saat berdoa syafaat bagi Indonesia. Tuhan menyampaikan kepada saya bahwa Tuhan akan menyatakan penghajaranNya atas bangsa ini. Bahkan Tuhan menunjukkan dalam penglihatan berulang-ulang dari bulan Mei 2013 hingga saat ini dalam bentuk neraca dan tali sipat yang ada di atas kepulauan di Indonesia. Tuhan akan mengukur segala kejahatan yang ada di Indonesia dan Tuhan akan menyatakan penghajaranNya atas bangsa Indonesia yang memilih hidup dalam kejahatan. Namun murka Tuhan akan berhenti jika Tuhan mendapati adanya 200 pemimpin rohani yang sepenuh hati merendahkan diri, mengakui segala dosa-dosanya, mencari kehendak Tuhan dan berdoa bagi pemulihan di Indonesia.
Pada tanggal 23 Maret 2014, tengah malam saya berdoa syafaat bagi Indonesia. Pertengahan penyembahan dalam pergumulan doa, muncul pertanyaan dalam pikiran, “Jika pesan ini (nubuatan tentang presiden di Indonesia mendatang - ada di bagian bawah) belum didengar oleh para pemimpin rohani di Indonesia, apakah Tuhan juga akan menghukum para pemimpin rohani yang tidak mengetahui kehendak Tuhan atas bangsa ini bersamaan dengan para pemimpin rohani yang memilih hidup dalam kebodohan atau tidak peduli terhadap kehendak Tuhan? Sebab pesan atas kepemimpinan diktator ini mungkin belum didengar oleh para pemimpin rohani secara menyeluruh di Indonesia.” Kemudian Tuhan berkata, “Aku mendapati banyak orang tidak peduli terhadap kehendakKu.” Lalu Tuhan terdiam sejenak. Dalam pergumulan doa yang panjang akhirnya Tuhan berkata, “Baiklah, jika Aku mendapati 200 orang pemimpin di Indonesia yang mau mendengarkan isi hati dan pikiranKu, maka Aku akan menghentikan malapetaka atas bangsa ini.” Kemudian Tuhan menjelaskan bahwa tujuan kegoncangan Tuhan adalah mendatangkan kesadaran di kalangan umat Tuhan sampai seluruh umat Tuhan di Indonesia merendahkan diri, bertobat dan mencari kehendak Tuhan. 200 orang pemimpin gereja inilah yang akan dipersiapkan untuk memulihkan keadaan Indonesia. Kemudian Tuhan mengingatkan saya akan peristiwa Abraham saat berdoa bagi kota Sodom (Kejadian 18:16-33). Abraham meminta kasih karunia untuk supaya Tuhan tidak memusnahkan orang benar bersama orang berdosa. Pada saat saya membuka ayat 32 dan 33, itu menjadi jawaban saya atas segala pertanyaan saya mengenai pilihan Tuhan untuk memilih 200 orang pemimpin rohani untuk bisa menghentikan malapetaka atas Indonesia. Akhir penawaran Abraham 10 orang benar, ditutup dengan jawaban Tuhan yang kemudian pergi. Tuhan tidak menunggu lagi untuk Abraham menawar kembali. Sesungguhnya Tuhan mempunyai syarat untuk menghentikan hukumannya. Syarat 200 pemimpin rohani (pemimpin yang mempunyai pengaruh cukup luas, mis. pemimpin sekolah minggu, remaja, kaum muda, kaum ibu, kaum bapak, pemimpin persekutuan doa, pemimpin organisasi rohani kristen, pemimpin gereja atau gembala, wakil gembala, dan yang setingkat lainnya) di Indonesia ini bukanlah perkara mudah, tetapi juga bukan perkara yang tidak mungkin. 200 pemimpin rohani ini ditujukan karena INDONESIA MEMERLUKAN PEMIMPIN ROHANI YANG MENGETAHUI ISI HATI TUHAN.
Jika kita menyampaikan pesan ini kepada 200 pemimpin rohani dan mereka mau merendahkan diri untuk bertobat, mencari kehendak Tuhan dan berdoa bagi pemulihan di Indonesia, maka Tuhan akan menghentikan malapetaka atas Indonesia. Jika 200 pemimpin rohani tersebut menyadari kegerakan Tuhan di Indonesia, maka Tuhan akan memakai 200 pemimpin rohani itu untuk membawa pemulihan di Indonesia.

JIKA TIDAK ADA 200 PEMIMPIN ROHANI: KEGONCANGAN YANG AKAN TUHAN NYATAKAN ATAS INDONESIA
Apabila belum tergenapi jumlah 200 pemimpin rohani yang merendahkan diri dan mau berkomitmen untuk melaksanakan kehendak Tuhan demi melihat pemulihan Indonesia, maka pasca pemilu tahun 2014, sepertinya kita harus mempersiapkan diri menghadapi pemerintahan yang bersifat diktator beserta tindak kekerasan dari organisasi masyarakat yang semakin menekan orang-orang Kristen. Pertengahan bulan Mei 2013 hingga awal tahun 2014 secara berkala Tuhan menyampaikan bahwa calon presiden Indonesia yang akan menjabat sebagai presiden adalah seorang pemimpin yang ahli dalam strategi sebab orang ini pernah menjadi anggota dan pemimpin pasukan khusus di kemiliteran namun saat ini ia juga seorang pengusaha. Desas desus mengatakan bahwa dia pun pernah bermasalah dengan hak asasi manusia di tahun 1998 yang kemudian menyebabkan dia tinggal di luar negeri dalam waktu yang cukup lama. Munculnya pemimpin ini nantinya didukung oleh tokoh-tokoh agama, dan pengusaha-pengusaha. Ambisi terbesarnya menjadi presiden dipenuhi motif-motif yang sifatnya pribadi dan sangat menakutkan setiap yang mengetahuinya. Selain itu Tuhan menegaskan bahwa orang ini cukup ahli dalam gerakan bawah tanah yang dapat digunakan untuk mengendalikan wilayah tertentu dan menjatuhkan lawan-lawan politiknya. Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa pada masa pemerintahan presiden ini, segala peristiwa yang diakibatkan oleh kelalaian pemerintah dalam menyelesaikan masalah akan terulang kembali. Karena kebodohan yang menyebar secara luas di Indonesia maka ketakutan dan keputusasaan akan memenuhi bangsa ini. Tokoh-tokoh agama yang merasa telah mendukung presiden terpilih akan merasa semakin bebas mengembangkan gerakan fanatik yang menyuburkan kekerasan atas seluruh bangsa. Kondisi Indonesia tahun-tahun mendatang akan memasuki masa-masa yang sangat berat karena hampir sebagian besar anak-anak Tuhan tidak siap menghadapi keadaan yang begitu menekan ini. Dan ini merupakan kebalikan dari nubuatan-nubuatan yang mengatakan bahwa akan ada banyak mujizat tanpa batas dan berpindahnya kekayaan bangsa-bangsa kepada Indonesia. Mari meminta kepada Tuhan supaya apapun yang terjadi, anak-anak Tuhan dikuatkan dan dimampukan untuk tetap setia dan tidak jatuh ke dalam kemurtadan. Pada sisi yg lain, dalam kegelapan yang sedemikian besar, kita semua dapat menggenapi maksud Tuhan yaitu untuk tampil bersinar, bangkit sebagai terang, membawa benih-benih pemulihan di Indonesia (Yes. 60:1-3).

Ket. : Nubuat di atas hanya sebagian kecil dari serangkaian penglihatan dan nubuatan yang diterima secara profetik mengenai apa yang terjadi sebelum pemilu 2014 hingga masa pemerintahan presiden baru yang terpilih. Menyadari hal ini merupakan pesan yang cukup panjang dan juga sangat mengejutkan, kami tidak mungkin menyampaikan lebih jauh dalam forum ini. Namun kami dapat mempertanggungjawabkan nubuat ini dengan keterbukaan dan kesediaan untuk diuji mengingat pesan yang kami terima adalah jelas, detail dan lengkap mengenai kondisi Indonesia di waktu-waktu mendatang.

Untuk mengetahui tentang sebab-sebab mengapa seorang capres yang difavoritkan bisa tidak terpilih, juga mengenai kepribadian dan motif –motif tersembunyi dari presiden yang terpilih tsb, sepak terjang dan apa yang akan dilakukannya atas Indonesia, dampak pemerintahannya atas Indonesia maupun atas orang-orang Kristen, serta gambaran singkat kondisi Indonesia di bawah pemerintahan presiden yang akan datang apabila tidak ada yang menahannya, beserta strategi dari Tuhan menghadapi masa-masa yang berat di indonesia, rekan-rekan dapat menghubungi kami untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut secara tertulis. Terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati.

Mengingat begitu penting bangkitnya 200 pemimpin rohani yang mau berkomitmen untuk merendahkan diri, berdoa dan bertobat untuk mengubah masa depan Indonesia, maka kami dari Worship Center Ministries Surabaya, MEMINTA KEPADA REKAN-REKAN YANG MENGETAHUI PEMIMPIN-PEMIMPIN ROHANI YANG TERBUKA DAN MAU MENGAMBIL BAGIAN DALAM GERAKAN INI MEMBERIKAN DATA-DATA PEMIMPIN ROHANI TERSEBUT supaya kemudian dapat kami follow-up untuk bersatu dalam doa maupun demi tujuan mengadakan jaringan untuk berbagi perkembangan-perkembangan terbaru yang Tuhan nyatakan kepada kita semua.
Untuk kepentingan tersebut di atas, rekan-rekan semua dapat memberikan data para pemimpin rohani tersebut kepada kami (min. nama dan kontak yang bisa dihubungi). Kami sangat menghargai kesediaan dan dukungan rekan-rekan sekalian. Mari berjuang untuk pemulihan Indonesia, demi masa depan Indonesia yang gilang gemilang penuh kemuliaan Tuhan!

Contact Person kami:
Peter FB : Peter Bambang Kustiono
PIN BB: 73EAD5C7 atas nama Peter B.
Telp: 081330586433

Didit FB : Didit Irawan
Telp: 089630804310

Comments

  1. Indonesia di ujung bencana, Vonis telah diketok waktu grasi ke Tuhan dibuka dengan syarat 200 pemimpin. Semakin dekat jatuh tempo, sayangnya pemimpin rohani kita kurang perduli, lebih sibuk program sendiri. Sungguh malangnya nasipmu Indonesia kalo tidak ada 200 pemimpin rohani yang maju berikan diri membelamu.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...