Skip to main content

LUPUT DARI DUNIA KRISTEN oleh Robert E. Burnell (Bagian 4 - selesai)

Dua Kebangunan Rohani

Pada tahap ini penglihatan saya berpindah dari perjalanan yang ditempuh si musafir ke sebuah puncak jurang yang tinggi. Di situ saya menemukan sebuah lempeng batu yang bertuliskan firman Tuhan dari Wahyu 19:

Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

Saya mengalihkan pandangan dari lempengan batu itu dan di bawah saya melihat dua kebangunan rohani yang berlangsung secara serempak. Kota Kristen sedang mengalami suatu kebangunan yang termanifestasikan di dalam pertumbuhan jumlah yang pesat dan cepat. Dalam waktu singkat populasinya telah meningkat sampai sepuluh kali lipat.
Di mana-mana terdapat bangunan. Rumah-rumah baru bertebaran di sekeliling perbukitan. Tapi aspek yang paling dramatis dari pertumbuhan di Kota Kristen ini adalah munculnya bangunan-bangunan gereja baru yang indah dan tinggi. Sebuah katedral yang hampir jadi memiliki puncak bangunan setinggi tujuh tingkat, dan di dalamnya terdapat pemancar terkuat di dunia. Gereja lain ada yang berbentuk kubah kaca ukuran raksasa dilengkapi dengan panggung berputar dan sistem suara yang canggih. Gereja yang paling unik tampak berbentuk seperti salib tegak lurus, memiliki lima belas lift yang dapat mengantar jemaat sampai ke altar yang ada di sayap bagian selatan dan sebuah restoran Kristen di sayap bagian utara. Di kota itu terdapat fasilitas-fasilitas pendidikan Kristen bagi setiap kelompok umur mulai dari pra taman kanak-kanak sampai ke jenjang sarjana; kelompok ini mensponsori pusat-pusat retret yang indah dengan vila yang bergaya Swiss dan ruangan-ruangan seminar yang besar.
Adasebuah kesan di Kota Kristen bahwa pertumbuhan ini merupakan tanda dari hari-hari akhir dunia. Buku-buku tentang akhir zaman menjadi buku-buku Kristen yang terdaftar sebagai penjualan terlaris, disusul dengan buku pedoman seks Kristen. Para wartawan datang dari seluruh penjuru dunia untuk membuat artikel tentang keadaan yang bergejolak di tempat ini. Penduduk Kota Kristen menegaskan bahwa ketika akhir zaman tiba, mereka akan dipindahkan ke Kota Allah sebelum kekacauan meledak.

Pada saat yang sama, di seberang padang gurun jauh dari Kota Kristen saya melihat sebuah kebangunan rohani yang sangat berbeda sedang terjadi namun tanpa perlengkapan keprajuritan agamawi yang sukses. Pria dan wanita yang sekarat bangkit dan berdiri di atas kaki mereka seperti yang terjadi pada tulang-tulang kering yang dilihat oleh Yehezkiel. Mereka dibebaskan dari penyakit, dosa dan penjara rohani yang mereka alami dengan cara meminum air hidup yang berasal dari mata air kudus. Mereka yang telah mencicipi air yang memberi hidup itu membagikan air tersebut kepada sesamanya dan menyebabkan kesembuhan atas mereka. Seperti api yang menyebar atau banjir yang bergelombang, orang-orang yang sakit disapu sampai ke kaki mereka. Para pekerja di sana yang telah menghabiskan waktu selama bertahun-tahun dan hanya menyaksikan hasil yang terbatas, sekarang melihat bahwa yang diperlukan tak lebih dari setetes air bagi lidah yang kering supaya orang yang sekarat dapat dibangkitkan kembali. Dan setiap hari proses berlangsung semakin cepat.
Selanjutnya saya melihat tubuh terakhir yang terkapar telah dibangkitkan. Tempat yang tadinya tampak seperti medan pertempuran yang mengalami kekalahan telah menjadi sebuah kemah pasukan tentara yang kuat. Tiba-tiba terjadi gempa bumi yang menggoncangkan tanah di bawah kaki saya. Langit semakin gelap, dan sebuah suara peperangan menderu dari arah timur.
Lalu saya melihat Kota Kristen diserbu dan dihancurkan. Katedral-katedral yang indah, salib terbesar di dunia, pusat-pusat retret dan ruangan-ruangan seminar hancur berkeping-keping dan menjadi rata dengan tanah akibat ledakan yang memekakkan telinga. Mayat-mayat penduduk yang tadinya berpikir bahwa mereka dapat lolos dari bencana ini bergelimpangan di jalan-jalan. Pasukan penghancur sekarang menekan masuk ke padang gurun, tempat di mana kebangunan rohani yang kedua sedang terjadi. Dengan cepat pasukan yang tampaknya tak terkalahkan ini meliputi Padang Belantara Pengampunan, Padang Belantara Penyembahan dan Padang Belantara Doa. Ketika Kota Allah muncul, sebuah suara seperti raungan binatang buas yang terluka terdengar memenuhi udara. Pasukan itu maju menuju sasarannya dan tampak ingin menggempur Kota Allah.
Tetapi di dekat tembok-tembok Kota, pasukan kebangunan rohani yang pertama telah menunggu dengan siap siaga. Ketika musuh bergerak semakin dekat, pintu-pintu gerbang Kota terbuka dengan suara yang keras. Dari dalamnya keluar barisan Pasukan Terang yang dipimpin oleh seorang Raja yang berpenampilan sangat cemerlang sampai-sampai pasukan musuh harus menudungi mata mereka. Pasukan kebangunan rohani yang pertama bergabung dengan pasukan terang dan ikut bertempur melawan musuh. Tiga setengah hari kemudian peperangan berakhir. Musuh telah dikalahkan, dan pasukan pemenang memasuki Kota Allah karena mereka telah dipilih sebagai dasar bagi dunia.
Lagi-lagi saya mengalihkan pandangan untuk membaca sebuah lempengan besar lain yang bertuliskan firman Tuhan yang lebih jauh dari kitab Wahyu:

Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar." Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka. Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.  

Ketika saya selesai membaca ayat-ayat ini tiba-tiba mimpi saya berakhir dengan cepat secepat ketika saya mengalaminya di permulaan. Mimpi itu meninggalkan kekaguman yang membekas sangat dalam dan memberi suatu kesadaran yang baru di dalam batin saya, serta kerinduan yang baru untuk mencari dan mengenal Allah di dalam roh dan kebenaran.
Saya tak pernah sedemikian jelas melihat bahwa ada dua kebangunan rohani sedang terjadi di muka bumi. Yang satu adalah kebangunan rohani dari Roh Allah di mana pria dan wanita dibebaskan oleh darah Anak Domba dari dosa-dosa mereka dan dibangkitkan kepada sebuah kehidupan yaitu kehidupan anak-anak Allah, sebuah kehidupan yang mengandung sifat Allah, yang merupakan manifestasi kemurahan Allah. Kebangunan rohani yang lain adalah kebangunan agama yang bersifat kedagingan, sebuah kebangunan yang sangat menarik, melibatkan banyak orang dan memiliki kuasa di dalam dunia ini karena kebangunan ini menawarkan semua kesenangan agamawi, sementara ego dan kebenaran diri sendiri masih tetap dipertahankan.
      Setiap kita sudah pasti harus memutuskan kebangunan rohani mana yang hendak kita ikuti. Apakah saya akan menginventasikan hidup saya pada beberapa kegiatan keagamaan yang sedang melejit di Kota Kristen? Atau maukah saya bersedia kehilangan kehidupan saya karena saya mengejar kehendak Allah di dalam kemurahan-Nya? Akankah saya berkonsentrasi untuk membangun sesuatu yang menyebabkan warga Kota Kristen tersentak kemudian memberi perhatian? Atau akankah saya meluangkan hidup saya untuk membawa orang miskin, orang cacat, orang timpang dan orang buta ke meja perjamuan Allah?

Baca juga artikel selanjutnya:


Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...