Skip to main content

NUBUAT MENGENAI HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN 2014


Shalom,
Saudara-saudari seiman yang dikasihi Tuhan

Terkait pemilu presiden 2014 yang akan dilangsungkan 9 Juli ini, maka kami, Worship Center Ministries Surabaya, ingin menyampaikan sedikit gambaran dari pesan yang kami terima secara profetik melalui Bp Didit Irawan per tgl 6 Juli kemarin. 

(1) Tuhan melihat bahwa penyebaran nubuatan krisis kepemimpinan selama hampir 3 bulan terakhir ini oleh tim kami & rekan-rekan pemimpin di berbagai wilayah di Indonesia telah menjangkau ruang lingkup yang luas hingga hampir ke seluruh wilayah Indonesia & telah banyak didengar maupun diterima oleh pemimpin-pemimpin rohani yang ada di Indonesia. Dampaknya jauh melebihi perkiraan kami apabila diukur dari seberapa banyak umat Kristen yang berdoa, menaikkan doa-doa syafaat, mencari wajah Tuhan, hingga mencari tahu dan menyelidiki latar belakang salah satu capres yang banyak disebutkan dalam nubuatan tersebut, ditambah bangkitnya suatu antusiasme rohani untuk mendekat dan menyambung hubungan kembali dengan Tuhan. Lebih daripada itu, kami juga telah memperoleh konfirmasi bahwa pesan nubuatan juga telah mencapai warga Indonesia yang bermukim di luar negeri, yang mana itu juga mendorong mereka menyebarkan nubuatan tersebut kepada rekan-rekan mereka di sana.  Kami yakin Tuhan sendirilah yang bekerja dengan kuat kuasa Roh-Nya yang dahsyat sehingga dengan cara-Nya sendiri menjangkau begitu banyak manusia dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya jemaat-Nya di Indonesia. Sungguh sangat jauh melebihi yang kami bisa perkirakan! Atas itu semua hanya air mata dan ucapan syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada rekan-rekan pemimpin yang telah bersatu dalam gerakan rohani 200 pemimpin ini.

(2) Mencocokkan hasil perjalanan kondisi bangsa hingga hari ini dalam rangka menguji nubuatan yang kami terima maka dapat dikatakan bahwa nubuat tersebut memiliki kesamaan dengan apa yang nyata berlangsung di Indonesia khususnya mengenai figur capres tertentu, sumber-sumber dukungannya hingga (kemungkinan) pikiran dan maksud-maksud tersembunyi (dalam arti negatif) dari salah satu capres yang dapat dilihat serta dapat diperkirakan dari data-data pemberitaan yang ada selama ini; 

(3) Berkaitan dengan persyaratan 200 pemimpin rohani yang berkomitmen kami ingin menyampaikan bahwa jumlah tersebut telah terpenuhi sekalipun pada hari ini meskipun yang masih tercatat senyatanya dalam database kami baru berkisar 106 orang. Dalam hal ini kami telah memiliki beberapa bukti dan konfirmasi bahwa pemimpin-pemimpin rohani yang berkomirmen telah mencapai lebih dari dua ratus orang berkomitmen namun karena keterbatasan sarana dan sumber daya kami maka hingga hari ini kami masih kesulitan menjalin hubungan dengan rekan-rekan pemimpin yang ada di wilayah-wilayah yang jauh di berbagai pelosok;

(4) Karena telah terpenuhi persyaratan tersebut maka kami sampaikan sesuai apa yang kami terima dari Tuhan yaitu bahwa yang memenangkan pemilu & menjadi presiden Indonesia terpilih adalah Bpk Joko Widodo.  Ini berarti Tuhan masih memberikan kasih karunia kepada kita, umat Tuhan di Indonesia dan kepada bangsa Indonesia sendiri, yang meskipun masih akan menerima kegoncangan dari hajaran Tuhan, namun bukan dengan cara yang keras dan menyakitkan.  Syukur kepada Allah atas kasih karunia-Nya besar itu!

(5) Gerakan rohani 200 pemimpin tidak berhenti hingga naiknya Bpk Joko Widodo, namun berlanjut demi mengadakan suatu dampak rohani untuk pemulihan Indonesia & mengawal pemerintahan yang baru. Sebab itu kami terus akan melanjutkan pencarian data para pemimpin rohani. Melalui pemimpin-pemimpin rohani sejatilah gereja Indonesia dipulihkan yang akan berlanjut pada pemulihan bangsa.




PEDOMAN DOA SYAFAAT BAGI PARA PEMIMPIN ROHANI
(oleh Bpk Didit Irawan)


Berkaitan dengan pesan Tuhan hasil pilpres 2014, hendaknya iman kita semakin diteguhkan dalam Tuhan bahwa Tuhan mendengar kesatuan doa umatNya dan Tuhan mendapati 200 pemimpin rohani (bisa lebih) yang akan dipakai oleh Tuhan untuk mengubahkan bangsa Indonesia. Lebih daripada itu, kita tidak boleh berdiam diri dan terlena sampai apa yang sudah dijanjikan Tuhan menjadi suatu realitas yang menjadi bagian kita, umat Kristen di Indonesia.  



TUHAN MENDENGAR SETIAP DOA KITA: PERTAHANKAN KEMENANGAN SAMPAI MENJADI NYATA ATAS INDONESIA

Menjelang pilpres 2014 dalam seminggu ini Tuhan memperlihatkan seperti sinar putih seperti cahaya matahari yang disorot dari atas langit yang terbuka dan mengeluarkan sinar matahari. 


Kemudian Tuhan berkata, "Sesungguhnya setiap waktu engkau akan mendapati umatKu berdoa bagi pemilu untuk mencengah pemimpin diktator tidak menjadi presiden." 

Lalu Tuhan membuka telinga saya, "Saya mendengar ada begitu banyak suara-suara baik pria dan wanita baik suara yang lirih dari orang tua sampai perkataan anak-anak muda yang penuh semangat. Berjuta-juta suara berbicara seperti dalam satu siaran yang terdengar di telinga. 

Setelah itu Tuhan berkata, "Itulah doa-doa yang dinaikkan mereka (orang-orang Kristen di Indonesia) kepadaKu." Artinya Tuhan mendengar doa-doa kita dan tidak pernah sia-sia setiap tetesan air mata, seruan doa dari pokok doa yang lahir dari hati Tuhan. 


Kemenangan di alam roh ini harus kita pertahankan dalam doa sampai menjadi nyata atas Indonesia. Kita tidak boleh berhenti berdoa bagi pemilu sebab iblis akan berusaha membuat begitu banyak kecurangan untuk meraih kemenangan capres pertama. 

Kita teruskan berdoa bagi pertobatan pemimpin rohani di Indonesia dan keterbukaan serta kejujuran komisi pemilihan umum, seluruh pengurus dan pemimpin yang terlibat dalam pemilu (termasuk para lurah dan kepala desa) serta badan pengawasan pemilu).



PEDOMAN DOA SYAFAAT DAN TINDAKAN NYATA UNTUK MEWUJUDNYATAKAN HASIL DOA MENJADI KENYATAAN:

1) Deklarasikan dengan iman bahwa Tuhan telah mendengar doa-doa kita dan memberikan kemenangan kepada kita;

2) Ucapkan syukur atas janji Tuhan yang telah memilih Bapak Jokowi menjadi presiden atas Indonesia;


3) Berdoa terus dengan iman bahwa Tuhan akan membongkar segala kecurangan yang ada dalam komisi pemilihan umum, badan pengawas pemilu dan seluruh penyelenggara pemilihan umum;


4) Bagian akhir dari doa syafaat menaikkan puji-pujian dengan sukacita bahwa Tuhan telah memberikan kemenangan kepada kita;


5) Pastikan bahwa Anda, seluruh keluarga dan seluruh jemaat Anda menjadi bagian untuk memilih di TPS masing-masing.


Inti dari semuanya adalah hendaknya kita menaikkan doa-doa kita dengan iman, ucapan syukur dan sukacita atas kasih karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita. Ini baru tahap awal kegerakan kita dan masih ada tahap-tahap lainnya dalam perjuangan kita menuju pemulihan Indonesia. Hendaknya semangat kita jangan kendor dan biarlah roh kita tetap menyala-nyala bagi Tuhan.  Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Salam revival!
Salam perjuangan dalam Kristus!
Amin.


NB:
-- Peringatan  mengingat hal ini merupakan sesuatu yang kami yakini berasal dari Tuhan dan bersifat rohani dan kudus, maka kami melarang, menolak dan mengutuk penggunaan informasi ini untuk kepentingan memperoleh keuntungan materi dan untuk kegiatan lain yang bersifat duniawi demi melampiaskan keinginan daging semata.

-- Kami akan terus memperbarui informasi (update) mengenai perkembangan kondisi Indonesia pasca pilpres dan pemerintahan yang baru ini. Jangan lupa secara teratur mengunjungi blog kami. 

Comments

  1. SUNGGUH BESAR KASIH KARUNIA TUHAN BAGI BANGSA INDONESIA. Tetap kuatkan iman dan berdoa sampai kehendak Tuhan nyata bagi bangsa Indonesia. Salam Revival, Indonesia penuh kemulianNya.
    YohanesSK

    ReplyDelete
  2. Jesus Bless Indonesia ... Amen ...

    ReplyDelete
  3. Waktu Gereja Bangkit Di Akhir Jaman
    Semua Orang Kudus Penuh Kuasa-Nya
    Mereka Memb’ritakan Firman-Nya
    Ku Mau Disana

    Waktu Tuhan Nyatakan Rencana-Nya
    Memanggil Kita Dari Semua Bangsa
    Dia Kuatkan Hati Dan Tangan Kita
    Ku Mau Disana

    Reff:

    Ku Mau Ikut Berperang Sambil Bersorak
    Ku Akan Tinggikan Panji Bagi Tuhanku

    Tuhan Siapkan Aku
    Mari Kita Berkata
    K’rajaan-Mu Datang
    Kehendak-Mu Jadi

    Kumau Disana
    Waktu Gereja Bangkit
    Ku Mau Disana
    Waktu Tuhan Datang
    Ku Mau Disana
    Waktu musuh jatuh
    Ku Mau Disana
    Perang Dimenangkan
    Ku Mau Disana

    ReplyDelete
  4. Tuhan Yesus senantiasa mengasihi indonesia

    ReplyDelete
  5. Ev. Grace Vienna Saragih, STh.11 July 2014 at 05:16

    Terpujilah Tuhan...saya adalah seorang Hamba Tuhan dan jg dipanggil secara pribadi mnjadi pendoa syafaat..sblm Pemilu sy diberi penglihatan 2 org terkuat yg akan maju mjadi capres n setelah itu sy diberi penglihatan flashback ttg kerusuhan thn 98 dimana kbanyakan korban adalah WNI keturunan Tionghoa,gereja2 dibakar,pendeta2/hamba2 Tuhan yg dibunuh, smp peristiwa Trisakti,lengsernya Soeharto yg semua dimulai dr kerusuhan pdi soeryadi n pdi megawati dan sy pun mdpt penglihatan tersebut dithn 97 awal dan itu terbukti semua dan disitu Tuhan berbicara kpd sy bhw apa yg pernah dialami oleh anak2nya,penderitaan n penganiayaan,segala yetesan airmata akan diganti oleh Tuhan dengan mengangkat seorang pemimpin nasional spt Ahasyweros dan Jakarta 1 akan dipimpin oleh seorang keturunan Tionghoa dan sy melihat wajah bpk.JokoWi n bpk.Ahok...dan sy melihat negara Indonesia seperti butiran padi berwarna keemasan dan percikan api Roh Kudus dan burung merpati beterbangan dan berada diseluruh penjuru tanah air...sampai saat ini sy terus merendahkan hati sy dan mendoakan serta mengawal apa yg sy lihat smp pada tempat yg seharusnya...shalom..Gbu!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...