Skip to main content

POKOK DOA BERSAMA UNTUK PEMULIHAN INDONESIA

Shalom, 
Ijinkan kami membagikan beberapa pokok doa yang menjadi sasaran utama dalam pelayanan kami di Worship Center. Tuhan menyampaikan bahwa inilah saatnya orang-orang Indonesia untuk bersatu dalam doa dan melihat fakta-fakta yang tersembunyi di bangsa ini. Semuanya ditujukan untuk melihat inti permasalahan di Indonesia dengan jelas, menegakkan keadilan dan menghindari penyebaran isu-isu yang mengakibatkan perpecahan di Indonesia. 

Oleh karena itu Tuhan memberikan pokok-pokok doa sebagai berikut: 

1. Tuhan MEMBANGKITKAN para pemimpin rohani, para pemimpin nasionalis dan umat Tuhan yang militan untuk memperjuangkan pemulihan di Indonesia sesuai kehendak Tuhan. 

2. Tuhan MENYINGKAPKAN berbagai motif, rencana dan konspirasi jahat yang tersembunyi di Indonesia. 

3. Tuhan MEMBERIKAN hikmat, kekuatan dan keberanian kepada presiden dalam membuat keputusan penting untuk menghentikan gerakan anarkis dan pemberontakan yang tersembunyi di Indonesia. 

Doa-doa kita yang didasari ketulusan, kesungguhan hati serta pimpinan Tuhan akan menjadi pukulan yang keras bagi kegelapan dan terjadinya terobosan rohani dan pemerintahan di Indonesia. Amin 

Salam perjuangan dalam Kristus.

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

PANGGILAN TUHAN DALAM HIDUP KITA

Oleh Peter B, MA Hingga kini sangat umum terjadi salah kaprah dalam hal mengikut Kristus. Itu terlihat dalam segala aspek rohani dalam hidup kita. Puncaknya ialah suatu kehidupan yang sering saya sebut sebagai kehidupan agamawi. Inti sebenarnya, agamawi itu berarti berusaha menyenangkan hati Tuhan dengan kekuatan dan cara kita sendiri. Tepat seperti yang diumpamakan Yesus melalui figur anak sulung, dalam perumpamaan anak yang hilang di Lukas 15. Prakteknya ialah kita mengandalkan ketekunan, kesetiaan, kesalehan, perkataan, dan perbuatan yang kita rasa benar dan baik yang diusahakan semampu kekuatan yang ada pada kita sebagai manusia.  Ini sebenarnya kekeliruan fatal.  Kita dipanggil untuk menyatakan Kristus yang telah kita inginkan menguasai dan mengendalikan seluruh hidup kita : pikiran, perasaan dan kehendak kita.  Kita juga dipanggil untuk taat pada tuntunan dan pimpinan Roh Kudus, yang akhirnya tanpa kita sadari, hidup kita berubah dan berbuahkan kasih, ...

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...