Skip to main content

MENCARI KEBENARAN DAN KERAJAAN ALLAH

Disampaikan oleh Peter B, MA



Matius 6:33 (TB)
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."


Kerajaan Allah artinya Sorga. Jadi mencari dahulu kerajaan Allah berarti hidup berorientasi pada sorga, bukan yang di bumi. Ini sejajar dengan :

Kolose 3:1-4 (TB)
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah._
Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Jadi sebagai orang-orang Kristen yang percaya pada Tuhan Yesus, fokus hidup kita bukan hal-hal yang sifatnya duniawi dan materi tapi rohani dn sorgawi. Coba bandingkan berapa banyak hari ini anak-anak Tuhan yang seperti ini? Hari ini bahkan orang ke gereja dan menyembah Tuhan pun hatinya fokus pada pemenuhan materi dan kesuksesan duniawi. Ini sudah jauh melenceng dari perintah Yesus ini

Yang kedua, "kebenaran-Nya". Yang dimaksud ialah "kebenaran Tuhan" atau "kebenaran di hadapan Tuhan atau di dalam Tuhan".

Ini juga harus menjadi prioritas kita. Seumur hidup sudah seharusnya kita mencari suatu posisi yang benar di hadapan Tuhan. Maksudnya tentu suatu kehidupan yang berkenan di hadapan-Nya karena ditemukan benar di mata-Nya dan dalam hubungan yang benar dengan Dia. Hidup menyenangkan hati Tuhan merupakan suatu cara hidup yang menjadi cita-cita, kerinduan dan tujuan UMUM terutama sebagai anak-anak Tuhan. 

Lagi, berapa banyak yang hidup demikian? Berapa banyak yang hidupnya selagi mengaku sebagai anak Tuhan namun kerinduannya ingin benar di matanya sendiri, ingin tepat di mata orang, ingin menyenangkan dan meyambung hubungan dengan manusia-manusia yang menarik hati ketimbang dengan Tuhan. Ingin punya koneksi demi tujuan dan kepentingan sendiri?
Berapa banyak yang hanya ingin cukup bahkan limpah makan minum dan hidup nyaman dengan busana dan perlengkapan yang mahal dan rumah yang mewah, namun tak pernah terpikir sedikit dan bagaimana membina hubungan yang intim dan kuat dengan Tuhan?

Itulah sebabnya Yesus memberikan pesan yang sangat jelas ini:

"Tetapi CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARAN-NYA, MAKA SEMUANYA AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU" yang artinya segala kebutuhan materi dijamin oleh Tuhan selagi kita mengutamakan Dia di atas segalanya. Namun jika sebaliknya, maka kita akan menjadi penanggung hidup kita sendiri, yang menyebabkan hidup kita makin dipenuhi kekuatiran dan ketidakbahagiaan sekalipun sudah banyak memiliki materi dan kesenangan duniawi

Comments

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

THE RIGHTEOUS GENERATION

(Renungan dari Mazmur 14) Oleh: Bp. Peter B. K. “Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan yang memakan habis umatKu seperti roti dan yang tidak berseru kepada TUHAN?”   (Mzm 14:4) “Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, sebab Allah menyertai angkatan yang benar.”   (Mzm 14:5) Isu yang sedang marak dibicarakan saat itu adalah mengenai pertentangan antar pengikut agama. Perbedaan – perbedaan dalam keyakinan beragama dimanfaatkan sebagai pemicu untuk berkonfrontasi yang berakhir dengan kekacauan dan kegoncangan yang melanda bangsa kita. Pertanyaan yang terus menerus muncul didalam pikiran saya adalah “Siapakah yang benar? Mengapa semua umat beragama bangkit dan saling berperang? Haruskah membela agama sendiri?” Adalah menarik untuk diperhatikan bahwa nast diatas memberitahukan kita bahwa Allah tidak menyertai atau berpihak pada agama manapun. Secara  status kewarganegaaran kita beragama Kristen, tetapi Allah tidak membela dan menolong orang – orang yang ...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html