Manusia memiliki potensi yang
luar biasa. Itu fakta, dan tidak ada alasan apapun untuk menyangkal itu.
Potensi manusia melebihi semua makhluk yang lain karena kita punya akal budi
dan hati nurani. Tuhan sudah memberi kita kemampuan luar biasa, dan kita harus bersyukur
atas itu. Oleh karena itu, mari kita lihat ke diri masing-masing dan menyadari
potensi kita.
Banyak orang mengatakan bahwa
dirinya tidak punya potensi, atau yang disebut bakat, atau ada yang berkata
bahwa bakatnya sedikit, tidak berarti, tidak bermakna, dst. Menurut saya,
inilah salah satu tindakan yang tidak bersyukur. Tuhan telah menciptakan
masing-masing dari kita unik, berbeda dari yang lain. Tidak ada dari kita yang sama
persis. Keunikan ini membuat bakatmu lebih berarti dari apapun, karena tidak
ada yang lain, hanya kamu. Ini hanya berarti kamu tidak percaya diri akan bakatmu,
atau kamu belum menemukan bakatmu yang sesungguhnya.
Memang bakat itu bersifat bawaan
dari lahir. Ada orang yang terlahir pintar matematika, jenius musik, bahkan jenius
catur dan game adalah bakat. Bakat memang membantu seseorang untuk bisa
mengetahui perannya di dunia, tapi itu bukanlah segalanya. Bakat bisa membawa
orang sampai cukup jauh dan cukup hebat, tapi bakat saja tidaklah cukup.
Misalkan saja, ada orang yang dikatakan paling berbakat di seluruh dunia, tapi
kegiatannya setiap hari hanyalah tidur dan bersantai tanpa mengerjakan atau
membuat karya apapun. Apakah orang tersebut memenuhi potensinya? Tentu saja
tidak.
Lalu, apa yang menentukan orang tersebut
bisa memenuhi potensinya? Itu adalah kerja keras. Banyak kisah orang yang
mempunyai sedikit bakat, tapi dia menggunakan satu bakatnya itu semaksimal
mungkin. Jack Ma punya bakat yang sedikit, sampai bahkan bekerja di KFC saja
tidak diterima. Akan tetapi, dalam segala kekurangannya dia menggunakan
bakatnya yang satu itu, dan lihatlah apa yang dilakukannya sekarang. Kerja
keras itu lebih penting dari bakat. Meskipun kamu tidak punya bakat apapun
dalam bidang itupun, dengan kerja keras yang cukup, bukan tidak mungkin kamu
bisa menyaingi orang-orang yang terlahir dengan bakat di bidang itu. Ada kutipan
yang luar biasa, “Work hard beats talent when talent doesn’t work hard”, yang artinya
kerja keras mengalahkan bakat saat bakat tidak bekerja keras.
Baik, sekarang kamu sudah
menyadari bahwa bakat dan potensimu itu besar dan perlu kamu cari. Mungkin kamu
sudah menemukan bakatmu. Kamu sudah mau bekerja keras dan menaruh semua energi
dan waktumu dalam mengembangkan bakatmu itu. Apa selanjutnya? Selanjutnya
adalah tetapkan tujuan yang besar dan mengubah kehidupan. Tujuan itu adalah
hasil akhir yang ingin kamu capai. Tanpa itu, kamu akan tersesat dan kembali
lagi ke pola yang lama. Tujuan ini agar kamu bisa menggunakan bakatmu dengan
lebih baik lagi, dan tidak puas dengan keadaan yang biasa.
Kita semua harus bisa menjadi
versi terbaik dari diri kita sendiri. Meskipun kamu sudah mencapai tujuan itu,
kamu masih bisa menjadi lebih baik lagi. Itulah manusia yang sesungguhnya, yang
mampu memacu dirinya untuk menjadi lebih baik dan lebih hebat. Dalam pengejaran
akan tujuan yang mulia dan berharga, kita harus mau melakukan apapun untuk itu.
Intinya, potensi yang kamu miliki itu tidak terbatas, hanya ubahlah pikiranmu
dan kemauanmu untuk menggunakan itu sampai batasnya, dan tidak puas dengan
hal-hal yang sepele.
Herbert Phinehas Kustiono/205110401111006
Comments
Post a Comment