Skip to main content

MENJADI MURID KRISTUS YANG SEJATI BUKAN AGAMAWI

Oleh Peter B.


Banyak bahkan hampir semua  orang Kristen diajar memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Sayangnya ini jarang diperjelas seperti apa sebenarnya bentuknya. 
Kebanyakan diyakinkan bahwa seseorang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan dengan giat, rajin,  dan aktif dalam kegiatan gereja dan sibuk dengan hal² yang berbau ibadah atau serba rohani. 

Namun perbedaan antara orang yang memiliki hubungan pribadi dengan sekedar kenal jelas sekali bedanya. Semua dari kita kenal presiden Jokowi, tapi siapa di sini yang punya hubungan dekat dan pribadi dengan beliau?

Tapi Raja segala raja membuka diri supaya didekati supaya kita memiliki hubungan pribadi dengan Dia. 
Hubungan pribadi berarti adanya interaksi secara pribadi. Bukan massal atau bersama orang banyak. Hubungan pribadi kita sebagai murid dengan Tuhan dimulai ketika kita mengakui-Nya sebagai GURU kita.
Ya, kita belajar kepada banyak guru tapi kita pun harus belajar secara pribadi kepada Dia, berjalan bersama Dia setiap hari dan membuka diri supaya kita belajar dari Dia. 
Roh Kudus dijanjikan bagi kita untuk menolong kita mengenal seluruh kebenaran dan membawa kita mengenal Yesus lebih  mendalam lagi. Itu dimulai dari kita berdoa pribadi, bercakap² dan berkomunikasi DUA ARAH dengan Tuhan di WAKTU² PRIBADI dan di TEMPAT² PRIBADI kita. Hati dan roh kita menanti²kan Dia menunjukkan jalan² dan kehendak-Nya pada kita. 
Apakah itu dilakukan dengan yang disebut SAAT TEDUH? Tentu saja. Tapi saat teduh kita haruslah saat teduh yang aktif untuk mencari, merindukan dan mengharapkan Tuhan berbicara pada kita.
Ketika kita berbicara, bertanya, menyampaikan pikiran serta permohonan kita kepada Tuhan DAN kita mulai mendengar Dia berbicara atau menaruh sesuatu di hati, pikiran dan kita rasakan di roh kita maka kita akan semakin terlatih mendengar suara-Nya. Itulah tanda-Nya kita memiliki hubungan pribadi dengan Dia. Dan saat kita melakukannya setiap hari dalam iman dan ketaatan karena cinta kepada-Nya, maka kita telah menjadi murid-Nya yang memiliki hubungan pribadi dengan Dia. 

Sebagai permulaan, anak² Tuhan yang baru percaya dapat belajar dari mereka yang sudah berpengalaman mendengar dan berjalan bersama Tuhan. Itulah sebabnya dikatakan "hanya seorang murid yang dapat melahirkan murid yang lain" sebab hanya melalui keteladanan hidup seorang murid saja, saudara² seiman yang masih kanak² dan lebih muda rohani belajar hidup sebagai murid Kristus…

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

PANGGILAN TUHAN DALAM HIDUP KITA

Oleh Peter B, MA Hingga kini sangat umum terjadi salah kaprah dalam hal mengikut Kristus. Itu terlihat dalam segala aspek rohani dalam hidup kita. Puncaknya ialah suatu kehidupan yang sering saya sebut sebagai kehidupan agamawi. Inti sebenarnya, agamawi itu berarti berusaha menyenangkan hati Tuhan dengan kekuatan dan cara kita sendiri. Tepat seperti yang diumpamakan Yesus melalui figur anak sulung, dalam perumpamaan anak yang hilang di Lukas 15. Prakteknya ialah kita mengandalkan ketekunan, kesetiaan, kesalehan, perkataan, dan perbuatan yang kita rasa benar dan baik yang diusahakan semampu kekuatan yang ada pada kita sebagai manusia.  Ini sebenarnya kekeliruan fatal.  Kita dipanggil untuk menyatakan Kristus yang telah kita inginkan menguasai dan mengendalikan seluruh hidup kita : pikiran, perasaan dan kehendak kita.  Kita juga dipanggil untuk taat pada tuntunan dan pimpinan Roh Kudus, yang akhirnya tanpa kita sadari, hidup kita berubah dan berbuahkan kasih, ...

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...