Skip to main content

DARAH ITU HARUS DIBUBUHKAN


Oleh : Rick Joyner



Ada aspek penting lain dari Paskah, seperti yang kita lihat dalam Keluaran 12:7,13:


Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.

Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.


Sama seperti halnya hukuman mati ada di setiap rumah yang tidak memiliki darah korban yaitu domba Paskah yang dibubuhkan ke rumah mereka, hal yang sama berlaku untuk semua umat manusia, seperti yang kita baca dalam Roma 5:12:

"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa."

Meski begitu, Allah telah memberikan kepada seluruh dunia, Anak Domba Paskah yang darah-Nya akan sepenuhnya melindungi mereka yang membubuhkannya dalam kehidupan mereka.  Seperti yang kita baca dalam Roma 5: 8-10:


Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Semua yang harus dilakukan Israel untuk melindungi keluarga mereka dari kematian yang akan menyapu Mesir malam itu adalah untuk membubuhkan darah domba Paskah yang ditentukan pada pintu mereka.  Ketika malaikat maut melihat darah, dia melewati mereka.  Demikian juga, semua yang harus kita lakukan untuk dibebaskan dari hukuman mati yang menimpa semua umat manusia adalah dengan membubuhkan darah salib Yesus dalam hidup kita.  Tidak ada lebih lagi yang akan menolong, dan tidak ada yang kurang dari itu yang akan menyelamatkan kita.

Israel tidak akan diselamatkan dengan mengetahui bahwa harus ada domba Paskah yang dikorbankan, atau bahkan ketika mereka mengorbankannya, kecuali dan sampai darah itu dibubuhkan.  Demikian juga, tidak ada gunanya bagi kita hanya untuk mengetahui bahwa harus ada pengorbanan untuk dosa kita. Bahkan tidak ada gunanya bagi kita untuk mengetahui bahwa Yesus melakukan pengorbanan itu, kecuali darah-Nya diterapkan pada kehidupan kita.  Mengetahui fakta tidak sama dengan percaya pada fakta-fakta itu demi beroleh keselamatan.  Bahkan setan-setan pun tahu kuasa salib. 

Keselamatan membutuhkan lebih dari sekadar persetujuan intelektual terhadap fakta-fakta spiritual dan historis dari salib, seperti yang dinyatakan dalam Roma 10: 8-10:


Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.


Akan ada perbedaan besar antara percaya dengan pikiran kita dan percaya dengan hati kita. 
Kepercayaan yang dibutuhkan untuk keselamatan lebih dari sekadar persetujuan intelektual terhadap fakta. Percaya dengan hati kita berarti percaya dengan hidup kita.  Sama seperti setiap orang yang melewati wilayah Yahudi malam itu dapat melihat darah telah dibubuhkan ke setiap rumah yang telah mengambil bagian dalam Paskah, apabila kita telah mengambil bagian dari Domba Paskah yang adalah Kristus, darah-Nya juga akan menjadi nyata dalam hidup kita.

Yesus berkata, "Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup: tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14: 6). Jalan itu bukan sebuah formula, tetapi suatu PRIBADI.  Mengetahui kebenaran adalah lebih dari sekadar memiliki doktrin yang akurat - itu berarti mengenal Pribadi yang juga harus menjadi hidup kita.  Jika Yesus bukan hidup kita, kita juga tidak tahu jalan atau kebenaran. Keselamatan jauh lebih dari sekedar menyetujui bahwa Yesus mati di kayu salib untuk dosa-dosa dunia - itu haruslah dengan merangkul salib dan menaruh percaya kepada korban tebusan-Nya untuk pengampunan dosa kita.  Sama seperti darah Paskah harus dibubuhkan ke setiap rumah yang percaya terhadapnya untuk pembebasan dari kematian, darah Yesus harus diterapkan secara pribadi ke setiap kehidupan.

Tidak ada yang akan diselamatkan karena mereka tinggal di negara "Kristen".  Tidak seorang pun akan diselamatkan karena mereka memiliki orang tua yang mengenal Tuhan.  Tidak seorang pun akan diselamatkan karena mereka pergi ke gereja, atau bahkan karena mereka dibaptis, kecuali mereka memiliki iman pribadi kepada-Nya, dan darah-Nya dibubuhkan pada kehidupan mereka.
Kita masing-masing harus memiliki iman kita sendiri, dan hubungan kita sendiri dengan Tuhan.  Jika kita melakukannya, maka bukti dari apa yang telah terjadi di hati kita akan terlihat jelas di luar kehidupan kita juga.

Begitu Israel mengambil bagian dalam Paskah, seluruh dunia mereka berubah.  Mereka segera meninggalkan Mesir untuk pergi ke tempat yang belum pernah mereka lihat.  Demikian juga, ketika kita mengambil bagian dalam pengorbanan Paskah bagi Yesus, segalanya berubah — kita dilahirkan kembali ke dunia yang sama sekali baru.

Jika Anda telah berada di gereja sepanjang hidup Anda, dan tahu betul semua doktrin keselamatan, tetapi belum pernah benar-benar dilahirkan kembali dengan memiliki perjumpaan pribadi dengan Anak Allah, Anda dapat melakukannya sekarang.  Yang harus Anda lakukan adalah merendahkan diri dan mengakui dosa Anda kepada Tuhan.  Kemudian mintalah Dia untuk mengampuni Anda dan menutupi Anda dengan darah pengorbanan Anak-Nya, mengetahui bahwa tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk melakukan pendamaian bagi diri Anda sendiri, tetapi juga mengetahui bahwa pengorbanan-Nya cukup untuk menutupi dosa-dosa Anda. Iman sederhana ini akan memungkinkan Anda diterima oleh Bapa ke dalam keluarga-Nya.  Kemudian mintalah kepada-Nya baptisan Roh Kudus, yang diberikan untuk menuntun kita ke dalam semua kebenaran, agar kita dapat menjalani kehidupan yang memuliakan Anak Allah, dengan memperagakan kuasa pengorbanan-Nya dalam hidup kita.

Jika pengorbanan raja Moab dengan membunuh anaknya dapat melepaskan kekuatan begitu besar, sehingga menyebabkan tentara Israel melarikan diri (lihat 2 Raja 3:27), betapa lebih besarnya lagi kekuatan yang ada pada pengorbanan Anak Allah?  Pengorbanan-Nya cukup untuk menutupi semua dosa Anda, untuk menebus Anda dari belenggu dosa, dan memberi Anda hidup yang kekal. 

Ketika kita mulai memahami ini, kita ditransformasikan oleh kekuatan cinta yang begitu besar.

Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,
yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,
sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
~ Efesus 3:14-21 (TB)


Diterjemahkan secara bebas dari

https://www.morningstarministries.org/resources/daily-devotional/2006/day-107-blood-must-be-applied

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...