Skip to main content

PERSPEKTIF PROFETIK: DUA JENIS KEKRISTENAN DI INDONESIA

Oleh Didit I. 

(Cuplikan diskusi di group diskusi dan pemuridan Worship Center Indonesia)

untuk kalangan sendiri






Pengajaran yang disampaikan bapak Peter yang berjudul BERBUAH SESUAI KERINDUAN TUHAN (Bagian 1) mengingatkan saya akan penglihatan yang pernah Tuhan sampaikan beberapa bulan yang lalu terkait kondisi umat Tuhan di Indonesia yang diumpamakan seperti tanaman anggur. Tuhan memperlihatkan ada dua jenis tanaman anggur:

PERTAMA, TANAMAN ANGGUR YANG TERKENA HAMA
Pertumbuhan tanaman anggur ini  awalnya baik namun seiring berjalan waktu Tuhan menunjukkan keanehan pada tanaman anggur tersebut, yaitu terdapat bintil-bintil kecil pada daun dan Roh Kudus menjelaskan bahwa tanaman anggur tersebut terkena hama, kutu phylloxera (hama tanaman anggur yang menghisap cairan di akar dan daun sehingga menghambat pertumbuhan, tanaman menjadi layu dan tidak menghasilkan buah). kutu phylloxera menggambarkan roh agamawi yang menguras seluruh sumber daya dalam kehidupan kita, menghambat hubungan kita dengan Tuhan serta mengalihkan fokus kehidupan kita untuk puas dengan hidup dan ritual keagamaan yang sudah kita lakukan dan dilakukan orang-orang farisi rohani bertahun-tahun. Tuhan menjelaskan tanaman anggur yang berbuah sekalipun jika dibiarkan terkena kutu phylloxera akan berkurang buah-buahnya, menjadi layu bahkan mati. Demikian pula dalam kehidupan rohani, orang-orang yang dikuasai roh agamawi tampaknya saleh, tetapi roh tersebut telah yang mencuri pengertian, pewahyuan dari sorga digantikan dengan kegiatan-kegiatan agamawi dan menghancurkan hubungan kita dengan Tuhan. Akibatnya kehidupan kita hanya dipenuhi dengan pengetahuan akan hukum-hukum dalam agama, tetapi tidak lagi mengalami pengalaman baru dan pewahyuan yang segar dari Tuhan tiap hari. Oleh karena itu kita perlu minta Tuhan melepaskan cengkraman roh agamawi yang berusaha menguasai kehidupan kita dan mencuri harta rohani, otoritas, berkat yang telah Tuhan sediakan dalam kehidupan kita


KEDUA, TANAMAN ANGGUR YANG BERBUAH LEBAT
Kondisi tanaman anggur ini berbeda dari tanaman sebelumnya. Daun dan batangnya tampak bersih dan segar seperti dibersihkan dengan cairan tertentu. Tidak ada kutu, ulat, jamur atau hama apa pun yang merusak tanaman tersebut. Di beberapa bagian ranting ada bekas dipangkas. Roh Kudus menjelaskan bahwa tanaman tersebut juga telah diberi pupuk. Tanaman anggur tersebut telah dirawat dengan baik sehingga tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah-buah yang segar dan berlipat-lipat. Lalu Roh Kudus menjelaskan dalam hembusan angin yang lembut bahwa pemangkasan dan perawatan tersebut menggambarkan proses kerelaan hati kita untuk dikoreksi, diarahkan dan dibentuk sesuai kehendak Tuhan. Kerelaan hati menyingkapkan bahwa kita mau melepaskan kehendak, rencana, keinginan, tujuan pribadi (ego) untuk mengikuti kehendak, rencana, keinginan dan tujuan Tuhan. Inilah proses keterbukaan dalam hati kita untuk senantiasa mencari dan melakukan kehendak Tuhan. Tidak ada lagi kebiasaan pikiran yang memilih hanya pesan-pesan rohani sesuai keinginan hati. Kita membiasakan pikiran kita untuk menguji kemurnian pesan Tuhan lalu menyelidiki dan melakukan kehendak Tuhan. Semakin besar kerelaan kita dalam mencari dan melakukan kehendak Tuhan maka semakin banyak pengalaman baru dan pewahyuan segar yang kita terima dari Tuhan setiap hari.

Pewahyuan Tuhan diatas telah menjawab pertanyaan saya beberapa waktu yang lalu seperti mengapa banyak anak-anak Tuhan di Indonesia suka mempersiapkan bahan-bahan khotbah di internet tanpa mencari pimpinan Tuhan terlebih dahulu (Mereka fasih menyampaikan bahan-bahan yang baik, dengan berbagai ilustrasi, cerita yang baik, tetapi kurang menggoncang dalam roh para pendengarnya). Dan mengapa banyak orang mengalami lesu rohani, termasuk para pelayanan Tuhan yang dulu begitu bergairah mencari kehendak Tuhan dan memanifestasikan kuasa Tuhan, tetapi hari-hari ini seakan-akan pelayanan mereka tidak lagi menghasilkan terobosan rohani? Mengapa kemerosotan rohani bisa terjadi dalam kehidupan kita? Dan mengapa kuasa Tuhan dalam gereja-gereja seakan-akan kurang mempengaruhi atmosfir rohani dalam pemerintahan di bangsa ini?

Dan jawaban Tuhan adalah, “Banyak orang tidak mau dikoreksi, diarahkan dan dibentuk sesuai kehendakKu. Mereka (umat Tuhan di Indonesia) ingin mengikut Aku sesuai dengan cara mereka sendiri (sehingga kita bertumbuh menjadi tanaman anggur yang dipenuhi hama)…..Dan aku sedang mencari orang-orang yang mau mengikut Aku dengan caraKu (seperti tanaman anggur yang dibersihkan, dipangkas, diberi pupuk). Mereka adalah orang-orang yang peduli akan isi hati dan pikiranKu. Aku akan memulihkan dan mengurapi mereka menjadi mercusuar Bells Rock (salah satu mercusuar tertua yang dikenal diseluruh dunia telah menyelamatkan banyak jiwa dan kapal dari bahaya batu karang di pantai Angus, Skotlandia) untuk menerangi laut yang gelap….. 

Tuhan ingin kehidupan kita terhubung dengan Tuhan dan menghadirkan suasana, kerajaan sorga di muka bumi. Dan semuanya itu bisa terjadi saat hati kita rela untuk dikoreksi, diarahkan dan dibentuk sesuai kehendak Tuhan. Adakah Roh Tuhan mendapati dalam hati kita kerelaan dalam hati untuk dikoreksi, diarahkan dan dibentuk sesuai kehendak Tuhan?

Kiranya Roh Kudus senantiasa memberikan kepada kita hati yang lembut seperti hati Musa sehingga kehidupan kita senantiasa diperbarui di dalam Kristus dan dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi Indonesia. Amin….


Bagi saudara-saudari yang berminat bergabung dalam group whatsapp dapat menghubungi no whatsapp 082299968682 atau 081803895744 atau 08980858661

Dengan bersedia mengikuti persyaratan di bawah ini:
BELAJAR DAN BERTUMBUH BERSAMA DI GRUP WHATSAPP KAMI REVIVAL COMMUNITY

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...