Skip to main content

BUKTI KASIH MULA-MULA TELAH MENYALA DAN BERKOBAR DALAM HATI KITA

Oleh Didit I. 


Hari ini, kita akan melanjutkan penyelidikan kita dari penglihatan terkait lampu teplok yang berfungsi dengan baik. Penglihatan ini merupakan lanjutan dari penglihatan lampu teplok sebelumnya yang telah dibagikan berjudul "Menjaga kasih mula-mula tetap berkobar dalam hati kita"  Sekarang kita akan melanjutkan penyelidikan dan pembelajaran kita pada bukti kasih mula² telah menyala, berkobar dalam hati kita.

Dalam penglihatan sebelumnya Tuhan membawa saya berada dalam ruangan yang penuh dengan berbagai macam bentuk lampu teplok dan Tuhan meminta saya untuk memasang lampu teplok......

Setelah saya selesai memasang lampu teplok dan menyalakannya dengan korek api di atas meja, Tuhan bertanya, "Dapatkah sumbu di lampu itu (lampu teplok) habis?" Saya merenung sejenak dan menjawab, "Bisa Tuhan" ."Sumbu yang mengobarkan api tersebut bisa hangus dan menjadi abu." Lalu Roh Kudus mengingatkan satu ayat dalam pikiran, 

Yohanes 2:17 (TB)
Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."

Lalu Roh Kudus menegaskan bahwa sumbu di lampu teplok itu harus hangus. Oleh karena itu dibutuhkan sumbu yang kering dan minyak yang murni supaya api bisa menyala dan berfungsi sebagai alat penerangan yang baik.

lalu Tuhan menjelaskan, "seringkali api yang menyala kecil disebabkan pengaturannya yang kurang tepat atau minyaknya telah bercampur dengan air....." Ada dua hal yang menghambat karya Roh Kudus dalam hidup kita, yaitu:

# Pengaturan besar/kecilnya sumbu yang kurang tepat menggambarkan batasan² dalam pikiran kita sendiri yang akhirnya menghambat karya Roh Kudus. Inilah kondisi pikiran yang sudah puas diri, tidak ingin belajar atau menguji apa pun termasuk apa yang telah diyakininya, pikirannya penuh prasangka, kuatir,  takut, cenderung mengumpulkan alasan² untuk membenarkan diri, termasuk memiliki rencana² untuk memuaskan keinginan dan harapannya sendiri. Batasan² tersebut akhirnya menghalangi kita untuk mengerti dan bergerak tepat sesuai dengan maksud hati serta pikiran Tuhan. Contoh bersikap ektrem terhadap doktrin tertentu dan merendahkan pribadi yang berbeda pandangan dengan dirinya, suka menghakimi orang lain tapi enggan mengintrospeksi diri, penuh prasangka terhadap orang² yang berbeda ras, suku, aliran gereja, dll.

# Wadah yang berisi minyak bercampur air menggambarkan campuran antara pewahyuan yang diterima dari alam rohani, pengertian akan kehendak Tuhan yang kemudian diubah dan disesuaikan dengan kehendak, harapan, keinginan pribadi yang lahir dari ego kita. Inilah kehidupan orang² yang suka memilah², mengutip ayat firman Tuhan, nubuat, pernyataan pendeta untuk meneguhkan maksud hatinya sendiri. Hatinya hanya ingin memanfaatkan segala hal yang ada pada Tuhan, bukan menyenangkan hati Tuhan. Fokusnya adalah mencari, memilah dan menekankan segala perkara rohani untuk meneguhkan dan mendapatkan apa yang diinginkan hatinya. Contoh orang² yang mengkhotbahkan ayat tertentu dengan tafsiran ayat yang tidak seimbang dan disesuaikan dengan kepentingan dirinya, orang yang mengutip perkataan pendeta untuk membenarkan diri dan menghakimi orang lain. 

Kedua poin diatas menyingkapkan bahwa salah satu kebutuhan kita mempertahankan agar api tetap menyala dengan baik adalah 

Pertama, melepaskan batasan² pemikiran sendiri, doktrin/ajaran yang tidak seimbang, nubuat/mimpi/penglihatan yang tidak teruji, meninggalkan visi/program² yang bukan berasal dari kehendak dan rencana Tuhan.

Kedua, mintalah Tuhan menerangi,  hati/pikiran, rajin²lah mengoreksi diri, minta pengertian akan maksud hati/pikiranNya dengan suatu tekad bahwa apa pun yang Tuhan sampaikan dan minta pasti akan aku lakukan dengan segenap hati.

Kedua poin tersebut masih langkah awal menjaga kasih mula² supaya tetap berkobar dalam hati kita kemudian Tuhan meminta saya mengamati kembali sumbu di lampu teplok yang sedang menyala dihadapan saya. Sumbu tersebut terbakar dan menjadi hangus.   Lalu Tuhan berkata, "Sumbu yang hangus menggambarkan perubahan hati  dari  hati yang rela lalu berubah menjadi gairah/hasrat/kebutuhan yang besar (didasari kesadaran kebutuhan kita akan Tuhan - ingin melekat kepada Tuhan dan menggenapi kehendakNya) untuk mencari, menyesuaikan, menyatukan hati dan pikiran umatKu dengan hati dan pikiranKu termasuk menghadirkan kerajaanKu dimuka bumi sesuai dengan cara dan waktuKu."

Saat Tuhan murka melihat perilaku umatNya yang berkompromi dengan dosa seperti berlaku tidak adil, membiarkan kemerosotan rohani, mengabaikan degradasi mental, menutup mata atas kejahatan para pemimpinnya maka sikap kita sebagai orang yang mengasihi Tuhan, peduli akan keselamatan jiwa² akan menjadi gelisah dan segera bersikap dan bertindak sesuai pimpinan Roh Kudus. Tidak berdiam diri sambil melihat kemerosotan demi kemerosotan rohani terjadi di keluarga, gereja, kota dan bangsanya. Artinya kita bukan sekedar siap menanggung beban hati/pikiran Tuhan tetapi menyambut dan mengerjakan kehendak Tuhan dengan sukacita. Mau menguji, menanggung, menghadapi dan mengerjakan apa pun yang menjadi kehendak Tuhan
karena cinta kita kepada Tuhan. Cinta kita kepada Tuhan akan membuat keinginan, kepedulian, kehendak Tuhan menjadi prioritas utama dalam hidup kita sebaliknyan, menyingkirkan seluruh harapan, kehendak, keinginan, rencana dan tujuan² pribadi. Pikiran, hati dan langkah hidup kita sehari² senantiasa tertuju hanya untuk menggenapi kehendak dan rencanaNya di muka bumi. 

Sumbu yang gosong itu menggambarkan waktu yang tidak sebentar, kerelaan demi kerelaan, penyerahan demi penyerahan, pencarian demi pencarian, penyelidikan demi penyelidikan, ketekunan kita dalam mengerjakan kehendak Tuhan setiap saat akan menumbuhkan gelora cinta kita kepada Tuhan sebab pengalaman dan perjalanan hidup kita bersama Tuhan akan menjadi semangat, motivasi, gairah, kenangan yang sangat manis, tujuan dalam hidup kita sehingga di akhir hembusan napas kita yang tersisa adalah karakter² Kristus, bukan lagi diri kita (Galatia 2:20).

Apakah perjalanan hidup rohani kita hari² ini  makin membangkitkan cinta yang makin besar kepada Tuhan atau sebaliknya cinta yang biasa² atau bahkan sudah padam? Mari kita menyelidiki hati kita masing² dihadapan Tuhan. 

Bukti kasih mula² telah berkobar dalam hati kita adalah adanya gairah/kerinduan yang besar/kebutuhan untuk kita melakukan kehendak Tuhan sebab kita ingin bergaul karib dengan Kekasih jiwa kita, Yesus Kristus yang telah menebus dan memanggil kita untuk hidup dalam kehendakNya yang sempurna. 

Doa saya kiranya Tuhan menjaga kasih mula² dalam hati kita bukan sekedar menyala tetapi berkobar makin besar sampai akhir hidup kita. Amin....

Comments

Popular posts from this blog

SIKAP IBADAH YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN (Bagian 2)

Oleh : Peter B, MA Ayat hari ini : Lukas 18:9-14 (TB) 9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain,  Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa mer...

BERDOALAH BAGI INDONESIA...

Oleh: Bpk. Peter B. MA Hal-hal seperti inilah bentuk-bentuk pembodohan dengan mengacaukan standar dan ukuran. Dimana setiap orang bebas membalikkan dan menyetel ulang ukuran dengan menafikan akal sehat dan obyektifitas. Semua menjadi relatif dan benar menurut pandangan sendiri. Tidak ada yang dapat disebut sebagai ukuran moral dan etis lagi sebab orang mengikuti tendensi dan hawa nafsunya dan menyesuaikan benar atau tidak, tepat atau tidaknya suatu perilaku berdasarkan kepentingan² dirinya sendiri. Sayang sekali, Indonesia menjadi semerosot ini dengan terus bertambahnya bilangan orang yang membuang hikmat sejati tetapi membodohi dirinya dengan pikiran serta pendapatnya sendiri. Tanpa bisa membedakan mana yang benar dan sepertinya benar. Berdoa dan berubahlah demi pemulihan Indonesia… https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1703018979739173&id=324658284241923 https://m.merdeka.com/politik/fadli-zon-soal-twit-sby-memang-banyak-hoax-dan-fitnah-di-medsos.html

HIKMAT DAN KUTIPAN MENGENAI GEREJA YANG ALKITABIAH

Oleh: Bpk. Peter B, MA Gereja seharusnya menjadi sorga di bumi. Itulah yang dialami oleh jemaat mula-mula yang demikian sehati sehingga saling mengasihi dan milik mereka pribadi seperti milik bersama. Semuanya bukan karena dipaksa oleh suatu sistem yang menganjurkan keadilan sosial bagi semua dimana semua orang sama rata dan sama rasa. Semua karena kasih Tuhan yang bekerja di hati sehingga tidak ada tempat lagi untuk saling curiga dan tidak percaya. Mereka semua tulus dan berkomitmen hidup dalam kasih sesuai perintah junjungan dan Tuhan yang mereka sembah, Yesus Kristus (lihat Kisah Rasul 4). Gereja seperti sebuah komunitas yang ideal dimana semua orang berkumpul, dimuridkan dan bertumbuh sebagai ciptaan baru menuju manusia baru yang berbeda karakter dan gaya hidupnya dengan dunia. Jika hari ini gereja justru tampak seperti dunia, maka itulah waktunya untuk meratap. Sebab gereja telah kehilangan jati diri, intisari dan karakter aslinya sebagaimana yang dirancangkan dan ditetapkan Tuhan...