Skip to main content

JANGAN KERAP MERAGUKAN TUHAN LALU BERBANTAH DENGAN DIA

Oleh Peter B,  MA


“Engkau akan terbukti benar dalam semua perkataan-Mu, dan Engkau akan menang terhadap mereka yang berkata bahwa Engkau sudah berbuat salah.”
~ Roma 3:4 (TSI2)

Catatan saya : 

Janganlah kita membiasakan diri berburuk sangka terhadap Tuhan. Kita tidak akan pernah menang dari Tuhan dengan merasa lebih benar daripada Tuhan

Kita mungkin punya banyak pertanyaan, keberatan, ganjalan dan pikiran negatif terhadap Tuhan. Tanah hati kita penuh batu. Besar dan kecil. Itu pula yang menghambat kita untuk bertumbuh lebih lanjut. Karena batu² penghalang dan penekan jiwa itu, rohani kita layu, mengering dan mati. 

Ada orang² yang tidak mau mengikut Kristus, atau tidak mau menyerahkan diri serta hidupnya sepenuhnya pada Tuhan. Banyak alasannya. Bertumpuk² ketidakrelaannya. Sarat keberatan dan pertimbangan² manusiawinya. 
Mereka mungkin tampak tetap beribadah di gereja. Masih mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tapi jauh di dasar hati mereka, keraguan itu masih kuat. Nyata ada di sana. Mereka menetapkan syarat dan ketentuan bagi Tuhan, jika Tuhan mau mereka mengikuti Dia. Mereka tawar menawar. Berbantah-bantahan dengan Tuhan. Dari pikiran mereka yang terbatas dan sudut pandang mereka yang sempit, tanpa sadar mereka menghakimi Tuhan. Jika ada kesempatan, mereka akan menggugat Tuhan dan akan menudingkan telunjuknya untuk menunjukkn kesalahan² dan kegagalan² Tuhan mengatur, mengendalikan dan mengurus hidupnya maupun hidup orang² di dunia ini. Banyak kesalahan Tuhan yang akan diajukannya. Dan karena itu ia merasa berhak untuk tidak menyerahkan seluruh hidup pada Tuhan. 
Memang mustahil, bagaimana ia akan menyerahkan hidup kepada Pribadi yang tidak ia percaya dan tak dikenalnya? 

Demikian pemikiran sebagian orang, termasuk sebagian orang² Kristen sekalipun.  

Apakah ada di antara Anda yang berpikir demikian hingga hari ini? 

Masihkah Anda meragukan Dia dan berpikir bahwa Dia itu punya maksud dan rencana yang buruk atas hidup Anda?

Apakah Anda masih merasa Tuhan tidak becus mengatur kehidupan di bumi ini sehingga banyak hal tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan dan harapkan? 

Berapa persenkah Anda percaya ada firman perkataan-Nya?  Yakinkah Anda bahwa firman-Nya itu kebenaran yang sejati, yang wajib dipegang erat sebagai pedoman dan tuntunan kehidupan? 

Jika dalam hati Anda masih meragukan Tuhan, berhentilah melakukannya sekarang. Jangan teruskan. Bertobatlah dari kecenderungan hati yang terlalu lancang itu. Jangan bertindak bodoh. Jangan mau ditipu oleh iblis untuk mengambil jalan serupa dengannya, melawan kedaulatan Allah dan merendahkan Sang Penguasa Semesta. 

Jangan coba² berbantah²  dengan Tuhan. 

Jauh lebih baik kita merendahkan diri dan belajar. Miliki dan sediakan hati yang mau diajar, alih² menunjukkan hati yang suka memberontak dan tidak terima. Punyailah hati yang tunduk dan berserah pada Tuhan. Meskipun masih ada -bahkan banyak hal yang tidak kita mengerti- yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah percaya dan berserah ke dalam tangan pengaturan dan kedaulatan-Nya. 

Dengan demikian kita akan selalu ditempatkan dalam keadaan baik, lebih baik dan terbaik dari yang bisa kita pikirkan. Kita selalu akan baik² saja karena Dia beserta dengan kita dan di pihak kita. 

Suatu kali semua manusia akan berdiri di hadapan tahta pengadilan-Nya. Bahkan jika saat itu ada yang hendak menggugat Tuhan, Dia akan terbukti selalu benar. Walau ada yang mendakwa Dia bersalah, tuduhan itu pasti akan berbalik dan mempermalukan yang menyampaikannya. 

Tuhan akan terbukti benar. Ia selalu adil dan tepat dalam setiap langkah, keputusan dan pekerjaan-Nya. Kitalah yang sebenarnya sering meleset dari sasaran. Justru kita yang acap merasa benar dan tidak merasa bersalah walau telah menyimpang jauh. Ditopang kesombongan diri, kita bahkan lancang menegakkan kepala di hadapan Tuhan. 

Betapa bodoh dan sia²nya! 

Alangkah baiknya jika sejak sekarang kita tak berbantah² dengan Tuhan. Kita harus percaya pada-Nya. Menerima titah-Nya.  Menyerahkan diri pada-Nya untuk taat. Lalu hidup menjadi pelaksana² kehendak-Nya. 
Yang  hidup demikian, mungkin saja akan disangka bodoh di hadapan dunia tapi justru itulah hikmat sejati. Mungkin saja mereka dipermalukan oleh orang² yang tak peduli akan Tuhan tapi dari perkataan Tuhan sendiri kita tahu siapa yang akan mendapat malu. 

Yang bodoh dan malu adalah yang merasa yakin dirinya benar dan berani menghakimi Tuhan.

Salam revival
Tuhan Yesus memberkati kita semua

Comments

Popular posts from this blog

SIAPAKAH "ORANG FASIK" ITU?

Oleh: Bp. Peter B. K.               Alkitab seringkali memakai kata “orang fasik”. Secara umum, orang fasik adalah sebutan yang dipakai banyak orang untuk menyebut mereka yang jahat, kejam dan tidak bermoral. Seringkali mereka yang dicap sebagai orang fasik adalah mereka yang jelas–jelas hidup secara jahat dan menentang hukum–hukum yang ada, baik hukum negara, sosial maupun agama. Mereka akan dikenal sebagai pemabuk, penjudi, pecandu, pezinah yang suka ke pelacuran, pencuri, perampok dsb. Bagi dunia, pelaku tindak kriminal-lah orang fasik itu. Benarkah demikian? Kelihatannya Alkitab mempunyai pandangan yang berbeda mengenai siapa yang disebut orang fasik itu. MAZMUR 10 MENJELASKAN PADA KITA BAHWA ORANG FASIK ADALAH ORANG–ORANG: 1       1) Yang tidak peduli akan Allah – atau bahkan menganggap Allah tidak ada (Mzm 10:3-4) Ukuran kefasikan yang dari Allah berbeda. Ini berarti siapa saja – tidak terke...

HIKMAT DAN KUTIPAN

DIPANGGIL UNTUK MELAKUKAN HAL YANG BENAR, DENGAN DAN UNTUK ALASAN BENAR

Oleh: Bp. Peter B. K. "Akhir dari zaman ini akan berujung pada pertarungan terakhir antara baik dan jahat, dimana itu akan merupakan suatu konflik supranatural. Jika kita ingin menjadi saksi dari Sang Mahakuasa, kita harus mempunyai kuasa" (1 Kor. 2:4-5; 4:20). Meski konflik itu adalah pertarungan kuasa, itu bukanlah untuk membuktikan siapa yang lebih kuat. Bahkan iblis tahu bahwa Tuhan dengan mudahnya memenangkan peperangan itu. Konflik itu ialah untuk membuktikan kuasa dari yang baik atas yang jahat, kebenaran dari kebohongan, kasih atas sifat mementingkan diri sendiri. Itulah sebabnya disiplin yang dituntut atas mereka yang akan dipakai Tuhan sangatlah berat. KITA DIPANGGIL BUKAN SEKEDAR MELAKUKAN HAL-HAL YANG BENAR, TETAPI MELAKUKAN ITU SEMUA UNTUK ALASAN-ALASAN YANG BENAR. Tuhan tidak hanya ingin kita mampu melakukan pekerjaan-Nya, tapi Dia ingin kita melakukannya karena kita ada dalam kesepakatan dan persetujuan penuh dengan Dia.  Motif-motif kita sangatlah menentukan s...