Skip to main content

Posts

RUMAH KESUKAAN TUHAN (Diambil dari buku “Rumah Kesukaan Tuhan” ditulis oleh Tommy Tenney) - Bagian Kelima

Kita Telah K ehilangan Seni untuk Menyenangkan Hadirat Tuhan Kita ingin menarik perhatian Tuhan, namun setelah Ia datang mengunjungi kita, atau setelah kita merasakan hadirat-Nya ada di tengah-tengah kita, kita berkata, “Hai, senang Engkau datang — aku harus pergi,” dan kita pergi dalam jalan kita sendiri. Terlalu sering kita menginginkan kehadiran Tuhan di tempat penyembahan kita hanya untuk memberikan sensasi pada perasaan kita. Kita berkata, “Oh, I a hadir di sini.” Pertanyaannya adalah, “Apakah I a akan tinggal?” I ni bukan tentang kita; ini tentang Dia. Harus ada lebih dan sekadar perasaan tergetar dan tercekam. Daud tidak puas hanya untuk menikmati kunjungan sementara. I a menginginkan lebih da ri itu, dan itulah sebabnya ia memberi tahu para penyembah kaum Lewi, “Kamu tidak akan pergi ke mana-mana. Aku ingin kamu dan kelompokmu mengambil tiga jam pertama. Kamu berikutnya, dan kamu yang ketiga.” S aya merindukan ha ri di mana umat Tuhan akan memberikan “24/7” penyembahan kepa...

RUMAH KESUKAAN TUHAN (Diambil dari buku “Rumah Kesukaan Tuhan” ditulis oleh Tommy Tenney) - Bagian Keempat

Dalam Tabernakel Daud, Semua Orang Bisa Melihat Kemuliaan Tuhan Tabernakel Daud adalah tabernakel yang unik. Ditempat penyembahan yang lain dimana tabut perjanjian hadir, para penyembah harus menyembah sesuatu yang berada di balik tirai tanpa mengetahui atau melihat dengan persis apa yang ada di sana. Hanya imam besar yang dapat masuk ke balik tirai — dan itu bahkan hanya sekali dala m setahun. Namun dalam tabernakel Daud, kemuliaanTuhan bisa dilihat oleh semua orang — apakah mereka para penyembah, orang-orang yang lewat, maupun para penyembah berhala. Pen y embahan yang tida k terse1ubung memberikan pandangan yang tak terintangi! Mukji z at “rumab kesu k aan Tuhan” dapat dite l usuri hingga ke kerinduan Daud akan hadirat Tuhan. I a berkata, “Bagaimana aku bisa membawa tabut Tuhan kepadaku?” Ia bertindak untuk memenuhi kerinduan tersebut dengan segala keberadaannya. Usaha pertamanya untuk membawa tabut perjanjian ke Yerusalem berakhir dalam bencana; dan mengakibatkan perubahan to...

RUMAH KESUKAAN TUHAN (Diambil dari buku “Rumah Kesukaan Tuhan” ditulis oleh Tommy Tenney) - Bagian ketiga

Daud Tertarik pada Nyala Api Biru Komponen yang paling kuat dalam tabernakel Daud dimulai jauh sebelum kemah yang sebenarnya didirikan. Hal tersebut dirnulai dalam hati Daud ketika ia masih seorang anak penggembala yang belajar bagaimana cara menyembah dan bersekutu dengan Tuhan di ladang. Hal tersebut terus berkembang dalam perjalanannya untuk mengemb alikan tabut perjanjian ke Yerusalem. Perjalanannya tersebut penting bagi kita karena perjalanan tersebut juga merupakan sebuah gambaran dan perjalanan kita untuk mengembalikan hadirat Tuhan ke gereja pada masa kita ini. Bagian berikut yang diambil dari buku saya, God’s Chasers (Pemburu Tuhan), menggambarkan motivasi-motivasi Daud sebagai pemburu Tuhan yang paling luar biasa pada zamannya:   “Ketika Daud mulai berbicara tentang hal membawa Tabut Perjanjian kembali ke Yerusalem, ia tidak tertarik pada kotak penutup emas dengan barang-barang yang ada di dalamnya. Dia tertarik pada n yala api biru yang berkobar di antara sayap kerubim ...