Perjalanan Di dalam mimpi saya melihat seorang pria yang berjalan sendirian menyusuri sebuah jalan. Ketika matahari tenggelam di balik perbukitan, tampak muncul sebuah kota. Di dekat kota, musafir itu menyaksikan sejumlah besar gereja. Puncak bangunan dan salib-salib gereja tersebut menembus kaki langit. Langkah si musafir semakin cepat. Apakah tempat ini yang ditujunya? Ia melewati sebuah bangunan yang mengesankan bertuliskan kata-kata yang terbuat dari neon yang berkelap-kelip “Katedral Masa Depan”. Agak jauh dari situ terdapat sebuah stadion yang diterangi lampu sorot dan menyangga sebuah papan iklan yang menyatakan bahwa di sana terdapat lima puluh ribu orang yang menghadiri pertemuan pekabaran Injil selama tiga malam dalam seminggu. Di depan jalan juga terdapat kumpulan kapel “Perjanjian Baru” dan sinagoga orang Kristen Ibrani yang terlihat sederhana. “Apakah ini Kota Allah?” saya mendengar musafir itu bertanya pada seorang wanita yang ...